Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
33Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
laporan kasus

laporan kasus

Ratings: (0)|Views: 864 |Likes:
Published by somakliwon

More info:

Published by: somakliwon on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
 Herpes Zoster merupakan penyakit yang disebabkan oleh reaktivasi infeksi virus varisela-zoster yang terjadi sebelumnya, yang menyebabkan munculnya ruam kulit yang terlokalisirdan sangat nyeri, biasanya disertai vesikel yang ditemukan di atas kulit eritema.
1
 Herpes zoster terjadi secara sporadis sepanjang tahun, prevalensinya tidak tergantungmusim. Kejadian herpes zoster tidak dipengaruhi oleh prevalensi varisela dan tidak ada buktikuat yang menunjukkan bahwa herpes zoster dapat ditularkan melalui kontak dengan orangyang sedang mengalami varisela atau herpes zoster. Insiden penyakit ini ditentukan olehfaktor yang mempengaruhi hubungan antara hospes dengan virus (virus varisela-zoster).
2
Diseluruh dunia., insiden herpes zoster diperkirakan antara 2-3 kasus per 1000 penduduk tiaptahunnya. Insiden penyakit ini meningkat pada orang dengan penurunan sistem kekebalantubuh atau pada orang tua, insidennya mencapai 50%.
3,4
 Patogenesis herpes zoster belum sepenuhnya diketahui. Selama terjadinya varisela,VZV (varicela-zoster virus) berpindah tempat dari lesi kulit dan permukaan mukosa ke ujungsaraf sensoris dan didistribusikan ke ganglion sensoris. Pada ganglion tersebut terjadi infeksilaten (dorman), dan sewaktu-waktu dapat terjadi reaktivasi virus. Herpes zoster padaumumnya terjadi pada dermatom sesuai dengan lokasi ruam varisela yang terpadat. Aktivasivirus ini diduga karena suatu kedaan tertentu yang berhubungan dengan imunosupresi.
2
 Komplikasi herpes zoster dapat terjadi pada 10-15% kasus, komplikasi yangterbanyak adalah neuralgia paska herpetik yaitu berupa rasa nyeri yang persisten setelahkrusta terlepas. Komplikasi ini terutama dijumpai pada pasien dengan usia di atas 40 tahun.Makin tua penderita, makin tinggi kemungkinan komplikasi yang ditimbulkan.
5
 Secara umum pengobatan herpes zoster mempunyai 3 tujuan utama yaitu mengatasiinfeksi virus akut, mengatasi nyeri akut yang ditimbulkan oleh virus herpes zoster danmencegah timbulnya neuralgia paska herpetik.Sebuah penelitian kohort retrospektif menemukan penurunan kejadian herpes zosterpada seseorang dengan usia 60 tahun atau lebih yang mendapatkan vaksinasi herpes zoster.Sebuah penelitian lain mengungkapkan bahwa imunisasi terhadap virus varisela zoster dapatmengurangi frekuensi dan tingkat keparahan penyakit herpes zoster serta komplikasinyaterutama neuralgia post herpetik.
7
 
 
 
Pentingnya pemahaman terhadap herpes zoster, sehingga dapat mencegah komplikasiterutama neuralgia paska herpetik dan memberikan penanganan yang tepat terhadapkomplikasi yang ditimbulkan.
 
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
 
2.1 Definisi
Herpes zoster adalah radang kulit akut dan setempat yang khas ditandai oleh adanya nyeriradikuler unilateral serta timbulnya lesi vesikuler yang terbatas pada dermatom yangdipersarafi serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensoris dari nervus kranialis.Infeksi ini merupakan reaktivasi virus varisela zoster endogen yang menetap dalam fase latendi ganglia sensoris.
2,8
 
2.2 Epidemiologi
Di dunia, insiden herpes zoster tidak banyak diteliti, diperkirakan 2-3 kasus tiap 1000penduduk tiap tahun (rata-rata 750.000 kasus tiap tahun). Insiden yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, karena banyak kasus ringan yang tidak mendapat perhatian bagi pelayankesehatan dan tetap tidak terdiagnosis. Insidennya meningkat terutama pada individu denganpenurunan sistem kekebalan tubuh atau pada orang tua, insidennya mencapai 50%.
3
 Insiden terjadinya herpes zoster meningkat sesuai dengan pertambahan umur danbiasanya jarang mengenai anak-anak. Insiden herpes zoster berdasarkan usia yaitu sejak lahir
 – 
9 tahun: 0,74 / 1000; usia 10
 – 
19 tahun: 1,38 / 1000; usia 20-29 tahun: 2,58 / 1000. Lebihdari 66% mengenai usia lebih dari 50 tahun, kurang dari 10% mengenai usia dibawah 20tahun dan 5% mengenai usia kurang dari 15 tahun.
9
 Hampir 50% individu dengan usia di atas 80 tahun diperkirakan pernah mengalamiherpes zoster. Penyakit ini jarang terjadi pada anak maupun dewasa muda, denganpengecualian pada dewasa muda dengan AIDS, limfoma dan keganasan lainnya, serta pasienyang merupakan resipien transplant sumsum tulang dan ginjal.
3
Herpes zoster dapat muncul disepanjang tahun karena tidak dipengaruhi oleh musimdan tersebar merata di seluruh dunia, tidak ada perbedan angka kesakitan antara laki-laki danperempuan, angka kesakitan meningkat seiring dengan peningkatan usia.
2
Ras kulit hitamdikatakan mempunyai resiko lebih rendah dalam mengalami penyakit ini bila dibandingkandengan ras kulit putih.
3

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
aryatifadhila liked this
angelinasiauta liked this
Hasbiallah Yusuf liked this
anisberek505 liked this
Ruth Angela liked this
opi nean liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->