Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Pendidikan Islam

Sejarah Pendidikan Islam

Ratings: (0)|Views: 161 |Likes:
Published by munawaroh

More info:

Published by: munawaroh on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2014

pdf

text

original

 
BABPEMBAHASANDINASTI BANI UMAYYAHSetelah masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin berakhir, pemerintahan umat islam dilanjutkan olehDinasti Bani Umayyah. Pemerintahan demokratis yang dikembangkan pada Masa Rasulullah saw.Dan Khulafaur Rasyidin berubah menjadi pemerintahan model monarki (turun-menurun).A.
 
Sejarah Berdirinya Dinasti Bani UmayyahSebelum membicarakan lebih lanjut mengenai sejarah Bani Umayyah. Terlebih dahulu akandiuraikan pengertian kata bani,dinasti dan daulah.Kata bani berarti anak, anak cucu atau keturunan, dengan demikian yang dimaksud BaniUmayyah adalah anak, anak cucu atau keturunan Umayyah bin Abdu Syams.Kata Dinasti berarti keturunan raja-raja yang memerintah dan semuanya berasal dari satukeluarga, jadi Dinasti Umayyah adalah keturunan raja-raja yang memerintah yang berasaldari Bani Umayyah.Adapun kata Daulah berarti kekuasaan, pemerintahan atau Negara. Dengan kata lain, DaulahUmayyah adalah Negara yang diperintah oleh Dinasti Umayyah yang raja-rajanya berasaldari Bani Umayyah.
Mu’awiyyah bin Abu Sufyan adalah putra dari Abu Sufyan bin Harb
bin Umayyah bin Abd asySyams bin Abdu Manaf bin Qushay. IA MASUK ISLAM BERSAMA AYAHNYA PADA SAAT FathuMakkah. Pada masa Nabi Muhammad saw, ia menjadi salah satu periwayat hadist yang baik.Pada masa Khalifah Abu Bakar As-
Sidiq. Mu’awiyyah bin Abu Sufyan memimpin tentara islam
dalam perang Riddah untuk menumpas kaum murtad.
Peranan Mu’awiyyah bin Abu Sufyan bertambah besar pada masa Khalifah Usman bin Affan.
Salah satu sebabnya adalah Usman bin Affan juga anggota Bani Umayyah. Pada waktu itu,
Mu’awiyyah bin Abu Sufyan menjabat sebagai gubernur di Damaskus (Suriah).
 Peristiwa terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan menyebabkan perpecahan antara
Mu’awiyyah bin Abu Sufyan dengan Ali bin Abi Thal
ib yang menggantikan Usman bin Affansebagai khalifah. Kelompok Bani Umayyah merasa tidak puas terhadap kebijakan Khalifah Alibin Abi Thalib dalam menangani kasus terbunuhnya Usman bin Affan.
Perselisihan antara Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyyah bin Abu S
ufyan akhirnya pecahmenjadi Perang Siffin. Perang tersebut diakhiri dengan peristiwa tahkim yang menyebabkanmunculnya kelompok Khawarij, yaitu kelompok dipihak Ali bin Abi Thalib yang tidak maumenerima hasil tahkim. Perselisihan tersebut berakhir dengan terbunuhnya Khalifah Ali binAbi Thalib oleh Ibnu Muljam dari kelompok Khawarij.Sepeninggalan Ali bin Abi Thalib, pemerintah dilanjutkan oleh putranya Hasan bin Ali. Akantetapi, Hasan bin Ali ini hanya bertahan beberapa bulan. Posisinya yang makin lemah dankeinginannya untuk mempersatukan umat islam membuat Hasan bin Ali menyerahkan
pemerintahan kepada Mu’awiyyah bin Abu Sufyan. Hasan bin Ali tidak menginginkan
peperangan berkepanjangan yang menyebabkan banyak korban jiwa di kalangan umat islam.Peristi
wa penyerahan kekuasaan dari Hasan bin Ali kepada Mu’awiyyah bin Abu Sufyan itu
terkenal dengan sebutan amul-
 jama’ah atau tahun penyatuan. Peristiwa itu terjadi pada
tahun 661 M. Sejak saat itu, secara resmi
pemerintahan islam dipegang oleh Mu’awiyyah bin
 
Abu Sufyan. Ia kemudian memindahkan pusat kekuasaan dari Madinah ke Damaskus(Suriah).Keturunan Umayyah memegang kekuasaan islam selama 90 tahun, kemudian dikenaldengan Dinasti Umayyah. Selam kurun waktu tersebut pemerintahan dipegang oleh 14orang khalifah. Khalifah-khalifah itu adalah sebagai berikut:1.
 
Mu’awiyah bin Abu Sufyan (Mu’awiyah I) 661
-680 M2.
 
Yazid bin Mu’awiyah (Yazid I) 680
-683 M3.
 
Mu’awiyah bin Yazid (Mu’awiyah II) 683
-684 M4.
 
Marwan bin Hakam (Marwan I) 684-685 M5.
 
Abdul Malik bin Marwan 685-705 M6.
 
Al-Walid bin Abdul Malik (Al-Walid I) 705-715 M7.
 
Sulaiman bin Abdul Malik 715-717 M8.
 
Umar bin Abdul Aziz (Umar II) 717-720 M9.
 
Yazid bin Abdul Malik (Yazid II) 720-724 M10.
 
Hisyam bin Abdul Malik 724-743 M11.
 
Al-Walid bin Yazid (Al-Walid II) 743-744 M12.
 
Yazid bin al-Walid (Yazid II) 744 M13.
 
Ibrahim bin al-Walid 744 M14.
 
Marwan bin Muhammad (Marwan II) 744-750 MB.
 
Perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada Dinasti UmayyahMasa pemerintahan Dinasti Umayyah merupakan masa yang menentukan dalamperkembangan Islam. Pada masa itu, Islam meliputi wilayah yang paling luas dalam
 
sejarahnya. Seperti halnya bangsa-bangsa yang lain, umat Islam pada masa itu jugamengalami pasang surut.Dalam bahasan yang terdahulu disebutkan bahwa pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib,Islam terpecah menjadi beberapa golongan. Setiap golongan mempunyai tokoh yang merekayakin paling berhak menduduki jabatan khalifah.
Dalam perkembangan selanjutnya. Mu’awiyah bin Abu Sufyan berhasil menduduki jabatan
khalifah. Pada waktu itu, umat Islam terpecah menjadi tiga golongan besar. Tiga golongantersebut sebagai berikut:1.
 
Golongan Pendukung Dinasti UmayyahGolongan ini terdiri dari penduduk Syam suriah, Mesir dan daerah- daerahsekitarnya. Mereka berpendapat bahwa khalifah harus berasal dari orang Quraisydan keturunan Dinasti Umayyah lebih berhak untuk itu.2.
 
Golongan Pendukung Au bin Abi TalibGolongan ini disebut juga golongan Syiah, terutama terdiri dari penduduk Irak sertasejumIah kecil penduduk Mesir. Mereka berpendapat bahwa khalifah harus berasaldan orang Quraisy dan Ali bin Abi Talib serta anak turunnya Iebih berhak untuk itu.3.
 
Golongan Khawarij
Golongan ni adalah golongan yang menentang Al bin Abi Talib dan Mu’awiyah bin
Abu Sufyan secara terang-terangan. Golongan ini berpendapat bahwa Ali bin AbiT
alib dan Mu’awiyah bin Abu Sufyan telah keluar dan jalur Islam setelah peristiwa
tahkim. GoIongan Khawarij berpendapat bahwa khalifah adalah hak tiap-tiap orangIslam asalkan memenuhi syarat kecakapan dan keagamaan.Dalam menghadapi golongan yang menentangnya, Dinasti Umayyah menggunakanmiliter dan diplomasi. Pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz, diplomasi politikdijalankan dengan sangat baik. Khalifah Umar bin Abdul Aziz berhasil menggandenggolongan Syiah dan goIongan Khawarij sehingga pada masa itu Dinasti Umayyahmencapai stabilitas yang tinggi. Hal itu terbukti dengan tidak adanya gangguankeamanan yang berarti pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Abdul Aziz.Pada,masa Dinasti Umayyah,dibentuk lima lembaga pemerintahan. Lima lembagatersebuI adalah :1-
 
Lembaga Politik (an-Nizam as-Siyasi)2-
 
Lembaga Keuangan (an-Nizam al-Mali)3-
 
Lembaga Tata Usaha Negara (an-Nizam al-Idari)4-
 
Lembaga Kehakiman (an-Nizam al-
Qoda’i
)5-
 
Lembaga Ketentaraan (an-Nizam al-Harbi)Selain lima lembaga tersebut, dibentuk pula Dewan Sekretaris Negara (Diwanul-Kitabah). Dewan inibertugas mengurusi berbagai macam urusan pemerintahan. Dewan ini terdiri dari Iima orangseknetaris, yaitu :1-
 
Sekretaris Persuratan (Katibar-
Rasa’il)
 2-
 
Sekretaris Keuangan (Katib al-Kharraj)3-
 
Sekretaris Tentara (Katib al-Jund)4-
 
Sekretaris Kepolosian (Katib asy-Syurtah)5-
 
Sekretaris Kehakiman (Katib al-Qadi)

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Budiarti Gahara liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->