Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Gestalt ( Anggun & Vietha )

Teori Gestalt ( Anggun & Vietha )

Ratings: (0)|Views: 220|Likes:
Published by Deni Priyantoro

More info:

Published by: Deni Priyantoro on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/16/2012

pdf

text

original

 
TEORI GESTALT
 
A. PENGERTIAN GESTALT
 Aliran Gestalt muncul sekitar tahun 1880
 – 
1843.Gestalt berasal dari bahasa Jermanyangmempunyai padanan arti sebagai
“bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa
obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yangterorganisasikan.
 Aliran Gestalt muncul di Jerman sebagai kritik terhadap strukturalisme Wundt.Pandangan Gestalt menolak analisis dan penguraian jiwa ke dalam elemen-elemen yang lebih kecilkarena dengan demikian, makna dari jiwa itu sendiri berubah sebab bentuk kesatuannya jugahilang.(
Hana Panggabean, Phil. 2008).
B. TOKOH-TOKOH GESTALT
 Tokoh-tokoh Gestalt yaitu sebagai berikut :
1. Max Wertheimer
 Max Wertheimer adalah tokoh tertua dari tiga serangkai pendiri aliranpsikologiGestalt.Wertheimer dilahirkan di Praha pada tanggal 15 April 1880.Ia mendapat gelarPh.Dnya di bawah bimbingan Oswald Kulpe. Antara tahun 1910-1916, ia bekerja diUniversitas Frankfurtdi mana ia bertemu dengan rekan-rekan pendiri aliran Gestaltyaitu, Wolfgang Kohler dan KurtKoffka.Bersama-sama dengan Wolfgang Koehler (1887-1967) dan Kurt Koffka (1887-1941)melakukan eksperimen yang akhirnya menelurkan ide Gestalt. Tahun 1910 iamengajar di Univeristyof Frankfurt bersama-sama dengan Koehler dan Koffka yang saatitu sudah menjadi asisten di sana.Konsep pentingnya : Phi phenomenon, yaitu bergeraknya objek statis menjadi rangkaiangerakan yang dinamis setelah dimunculkandalam waktu singkat dan dengan demikian memungkinkanmanusia melakukaninterpretasi. Weirthmeir menunjuk pada proses interpretasi dari sensasi obyektif yangkita terima. Proses ini terjadi di otak dan sama sekali bukan proses fisik tetapi prosesmentalsehingga diambil kesimpulan ia menentang pendapat Wundt.Wertheimer dianggap sebagai pendiriteori Gestalt setelah dia melakukaneksperimen dengan menggunakan alat yang bernama stroboskop,yaitu alat yangberbentuk kotak dan diberi suatu alat untuk dapat melihat ke dalam kotak itu.Didalamkotak terdapat dua buah garis yang satu melintang dan yang satu tegak.Kedua gambartersebutdiperlihatkan secara bergantian, dimulai dari garis yang melintang kemudiangaris yang tegak, dandiperlihatkan secara terus menerus.Kesan yang muncul adalahgaris tersebut bergerak dari tegak kemelintang.Gerakan ini merupakan gerakan yangsemu karena sesungguhnya garis tersebut tidak bergerak melainkan dimunculkan secarabergantian.Pada tahun 1923, Wertheimer mengemukakanhukum-
hukum Gestalt dalambukunya yang berjudul “Investigation of Gestalt Theory”. Hukum
-hukum itu antaralain Hukum Kedekatan (Law of Proximity), Hukum Ketertutupan ( Law of Closure),Hukum Kesamaan (Law of Equivalence)
 
2. Kurt Koffka (1886-1941)
 Koffka lahir di Berlin tanggal 18 Maret 1886.Kariernya dalam psikologi dimulaisejak dia diberi gelardoktor oleh Universitas Berlin pada tahun 1908. Pada tahun 1910,ia bertemu dengan Wertheimer danKohler, bersama kedua orang ini Koffka mendirikanaliran psikologi Gestalt di Berlin. SumbanganKoffka kepada psikologi adalah penyajianyang sistematis dan pengamalan dari prinsip-prinsip Gestaltdalam rangkaian gejalapsikologi, mulai persepsi, belajar, mengingat, sampai kepada psikologi belajardanpsikologi sosial.Teori Koffka tentang belajar didasarkan pada anggapan bahwa belajardapatditerangkan dengan prinsip-prinsip psikologi Gestalt.Teori Koffka tentang belajar antara lain:a. Jejak ingatan (memory traces), adalah suatu pengalaman yang membekas di otak.Jejak-jejak ingatan ini diorganisasikan secara sistematis mengikuti prinsip-prinsip Gestalt dan akan munculkembali kalau kita mempersepsikan sesuatu yang serupadengan jejak-jejak ingatan tadi.b. Perjalanan waktu berpengaruh terhadap jejak ingatan. Perjalanan waktu itu tidakdapatmelemahkan, melainkan menyebabkan terjadinya perubahan jejak, karena jejaktersebut cenderungdiperhalus dan disempurnakan untuk mendapat Gestalt yang lebihbaik dalam ingatan.c. Latihan yang terus menerus akan memperkuat jejak ingatan.
3. Wolfgang Kohler (1887-1967)
 Kohler lahir di Reval, Estonia pada tanggal 21 Januari 1887.Kohler memperolehgelar Ph.Dpada tahun 1908 di bawah bimbingan C. Stumpf di Berlin.Ia kemudian pergike Frankfurt. Saatbertugas sebagai asisten dari F. Schumman, ia bertemu denganWartheimer dan Koffka.Kohlerberkarier mulai tahun 1913-
1920, ia bekerja sebagai Direktur stasiun“Anthrophoid” dari Akademi
Ilmu-Ilmu Persia di Teneriffe, di mana pernah melakukanpenyelidikannya terhadap inteligensi kera.Hasil kajiannya ditulis dalam buku betajukThe Mentality of Apes (1925). Eksperimennya adalah :seekor simpanse diletakkan didalam sangkar. Pisang digantung di atas sangkar.Di dalam sangkarterdapat beberapakotak berlainan jenis.Mula-mula hewan itu melompat-lompat untuk mendapatkanpisang itu tetapi tidak berhasil. Karena usaha-usaha itu tidak membawa hasil,simpanseitu berhenti sejenak, seolah-olah memikir cara untuk mendapatkan pisang itu. Tiba-tibahewan itu dapat sesuatu ide dan kemudian menyusun kotak-kotak yang tersedia untukdijadikantangga dan memanjatnya untuk mencapai pisang itu.Menurut Kohler apabila organisme dihadapkan pada suatu masalah atau problem,maka akanterjadi ketidakseimbangan kogntitif, dan ini akan berlangsung sampaimasalah tersebut terpecahkan.Karena itu, menurut Gestalt apabila terdapatketidakseimbangan kognitif, hal ini akan mendorongorganisme menuju ke arahkeseimbangan. Dalam eksperimennya Kohler sampai pada kesimpulanbahwa organismedalam hal ini simpanse dalam memperoleh pemecahan masalahnya diperolehdenganpengertian atau dengan insight.
4. Kurt Lewin (1890-1947)
 
 
Pandangan Gestalt diaplikasikan dalam field psychology oleh Kurt Lewin.Lewinlahir diJerman, lulus Ph.D dari University of Berlin dalam bidang psikologi thn 1914.Ia banyak terlibatdengan pemikir Gestalt, yaitu Wertheimer dan Kohler dan mengambilkonsep psychological field jugadari Gestalt. Pada saat Hitler berkuasa Lewinmeninggalkan Jerman dan melanjutkan karirnya diAmerika Serikat.Ia menjadiprofessor di Cornell University dan menjadi Director of the ResearchCenter for GroupDynamics di Massacusetts Institute of Technology (MIT) hingga akhir hayatnya diusia56 tahun.Mula-mula Lewin tertarik pada paham Gestalt, tetapi kemudian ia mengkritikteori Gestaltkarena dianggapnya tidak adekuat. Lewin kurang setuju dengan pendekatanAristotelian yangmementingkan struktur dan isi gejala kejiwaan.Ia lebih cenderungkearah pendekatan yang Galilean,yaitu yang mementingkan fungsi kejiwaan. Konseputama Lewin adalah Life Space, yaitu lapanganpsikologis tempat individu berada danbergerak.Lapangan psikologis ini terdiri dari fakta dan obyek psikologis yang bermaknadan menentukan perilaku individu.Tugas utama psikologi adalahmeramalkanperilaku individu berdasarkan semua fakta psikologis yang eksis dalamlapanganpsikologisnya pada waktu tertentu.Life space terbagi atas bagian-bagian yang memilikibatas-batas.Batas ini dapat dipahami sebagai sebuah hambatan individu untuk mencapaitujuannya.Gerakanindividu mencapai tujuan (goal) disebut locomotion. Dalamlapangan psikologis ini juga terjadi daya(forces) yang menarik dan mendorong individumendekati dan menjauhi tujuan. Apabila terjadiketidakseimbangan (disequilibrium),maka terjadi ketegangan (tension).Salah suatu teori Lewin yangbersifat praktis adalah teori tentang konflik.Akibatadanya vector-vector yang saling bertentangan dantarik menarik, maka seseorang dalamsuatu lapangan psikologis tertentu dapat mengalami konflik (pertentangan batin) yangjika tidak segera diselesaikan dapat mengakibatkan frustasi danketidakseimbangan.Berdasarkan kepada vector yang saling bertentangan itu. Lewin membagi konflik dalam3jenis :a. Konflik mendekat-mendekat (Approach-Approach Conflict)Konflik ini terjadi jika seseorang menghadapi dua obyek yang sama-sama bernilaipositif.b. Konflik menjauh-menjauh (Avoidance-Avoidance Conflict)Konflik ini terjadi kalau seseorang berhadapan dengan dua obyek yang sama-samamempunyai nilainegative tetapi ia tidak bisa menghindari kedua obyek sekaligus.c. Konflik mendekat-menjauh (Approach-Avoidance Conflict)Konflik ini terjadi jika ada satu obyek yang mempunyai nilai positif dan nilai negativesekaligus.
C. PRINSIP DASAR GESTALT
 a. Interaksi antara individu dan lingkungan disebut sebagai perceptual field. Setiapperceptual fieldmemiliki organisasi, yang cenderung dipersepsikan oleh manusiasebagai figure and ground.Oleh

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->