Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahan Fraktur Tulang Temporal

Bahan Fraktur Tulang Temporal

Ratings: (0)|Views: 301|Likes:
Published by Ivan Emang Aku

More info:

Published by: Ivan Emang Aku on Jun 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2013

pdf

text

original

 
- Fraktur tulang temporal. Fraktur tulang temporal dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu frakturlongitudinal dan fraktur transversal serta fraktur campuran. Fraktur longitudinal berawal dari foramenmagnum dan berjalan keluar menuju linag telinga, telinga berdarah dan terjadi gangguan pendengarankonduktif. Fraktur tranversal sering menyebabkan cedera labirin dan nervus fasialis karena garis frakturmelintasi apeks petrosus atau labirin. Oleh karena fraktur tulang temporal, terutama tipe transversal,selalu terjadi akibat trauma kepala yang berat, maka CT harus selalu dilakukan pada trauma kepala beratuntuk menilai adanya fraktur, tempat dan bentuk fraktur serta melihat adanya perdarahan intracranialdan komplikasi lainnya.14a. b. c.Gambar 14. a. CT Scan potongan Axial dengan fraktur temporal longitudinal, b. CT Scan potongan Axialdengan fraktur temporal transversal, c. CT Scan potongan Axial dengan fraktur temporal campuranlongitudinal dan oblique.(Dikutip dari kepustakaan 14)
ASKEP FRAKTUR PADA KEPALASuatu fraktur basis cranii adalah suatu fraktur linear yang terjadi pada dasar tulang tengkorak yang tebal. Fraktur ini seringkali disertai dengan robekan pada duramater. Fraktur basis craniipaling sering terjadi pada dua lokasi anatomi tertentu yaitu regio temporal dan regio occipitalcondylar. 1, 2Fraktur basis cranii dapat dibagi berdasarkan letak anatomis fossa-nya menjadi fraktur fossaanterior, fraktur fossa media, dan fraktur fossa posterior.Jenis fraktur lain pada tulang tengkorak yang mungkin terjadi yaitu :
• Fraktur linear yang paling sering terjadi merupakan fraktur tanpa pergeseran, d
an umumnyatidak diperlukan intervensi.
• Fraktur depresi terjadi bila fragmen tulang terdorong kedalam dengan atau tanpa kerusakan
pada scalp. Fraktur depresi mungkin memerlukan tindakan operasi untuk mengoreksi deformitasyang terjadi.
• Fraktur diastati
k terjadi di sepanjang sutura dan biasanya terjadi pada neonatus dan bayi yangsuturanya belum menyatu. Pada fraktur jenis ini, garis sutura normal jadi melebar.
• Fraktur basis merupakan yang paling serius dan melibatkan tulang
-tulang dasar tengkorak dengan komplikasi rhinorrhea dan otorrhea cairan serebrospinal (Cerebrospinal Fluid). 1, 3Suatu fraktur tulang tengkorak berarti patahnya tulang tengkorak dan biasanya terjadi akibatbenturan langsung. Tulang tengkorak mengalami deformitas akibat benturan terlokalisir yangdapat merusak isi bagian dalam meski tanpa fraktur tulang tengkorak. Suatu frakturmenunjukkan adanya sejumlah besar gaya yang terjadi pada kepala dan kemungkinan besarmenyebabkan kerusakan pada bagian dalam dari isi cranium. Fraktur tulang tengkorak dapatterjadi tanpa disertai kerusakan neurologis, dan sebaliknya, cedera yang fatal pada membran,pembuluh-pembuluh darah, dan otak mungkin terjadi tanpa fraktur. Otak dikelilingi oleh cairanserebrospinal, diselubungi oleh penutup meningeal, dan terlindung di dalam tulang tengkorak.
 
Selain itu, fascia dan otot-otot tulang tengkorak manjadi bantalan tambahan untuk jaringan otak.Hasil uji coba telah menunjukkan bahwa diperlukan kekuatan sepuluh kali lebih besar untuk menimbulkan fraktur pada tulang tengkorak kadaver dengan kulit kepala utuh dibanding yangtanpa kulit kepala. 1, 2Fraktur tulang tengkorak dapat menyebabkan hematom, kerusakan nervus cranialis, kebocorancairan serebrospinal (CSF) dan meningitis, kejang dan cedera jaringan (parenkim) otak. Angkakejadian fraktur linear mencapai 80% dari seluruh fraktur tulang tengkorak. Fraktur ini terjadipada titik kontak dan dapat meluas jauh dari titik tersebut. Sebagian besar sembuh tanpakomplikasi atau intervensi. Fraktur depresi melibatkan pergeseran tulang tengkorak ataufragmennya ke bagian lebih dalam dan memerlukan tindakan bedah saraf segera terutama bilabersifat terbuka dimana fraktur depresi yang terjadi melebihi ketebalan tulang tengkorak. Frakturbasis cranii merupakan fraktur yang terjadi pada dasar tulang tengkorak yang bisa melibatkanbanyak struktur neurovaskuler pada basis cranii, tenaga benturan yang besar, dan dapatmenyebabkan kebocoran cairan serebrospinal melalui hidung dan telinga dan menjadi indikasiuntuk evaluasi segera di bidang bedah saraf. 4INSIDENCedera pada susunan saraf pusat masih merupakan penyebab utama tingginya angka morbiditasdan mortalitas pada usia muda di seluruh dunia. Pada tahun 1998 sebanyak 148.000 orang diAmerika meninggal akibat berbagai jenis cedera. Trauma kapitis menyebabkan 50.000 kematian.Insiden rata-rata (gabungan jumlah masuk rumah sakit dan tingkat mortalitas) adalah 95 kasusper 100.000 penduduk. Sebanyak 22% pasien trauma kapitis meninggal akibat cederanya. Sekitar10.000-20.000 kejadian cedera medulla spinalis setiap tahunnya. 5Lebih dari 60% dari kasus fraktur tulang tengkorak merupakan kasus fraktur linear sederhana,yang merupakan jenis yang paling umum, terutama pada anak usia dibawah 5 tahun. Frakturtulang temporal sebanyak 15-48% dari seluruh kejadian fraktur tulang tengkorak, dan frakturbasis cranii sebesar 19-21%. Fraktur depresi antara lain frontoparietal (75%), temporal (10%),occipital (5%), dan pada daerah-daerah lain (10%). Sebagian besar fraktur depresi merupakanfraktur terbuka (75-90%). Insiden fraktur tulang tengkorak rata-rata 1 dari 6.413 penduduk (0.02%), atau 42.409 orang setiap tahunnya. Sejauh ini fraktur linear adalah jenis yang banyak,terutama pada anak usia dibawah 5 tahun di Amerika Serikat. 1, 2ANATOMIBagian cranium yang membungkus otak (neurocranium / brain box) menutupi otak, labirin, dantelinga tengah. and middle ear. Tabula eksterna dan tabula interna dihubungkan oleh tulangkanselosa dan celah tulang rawan (diploë). Tulang-tulang yang membentuk atap cranium(calvaria) pada remaja dan orang dewasa terhubung oleh sutura dan kartilago (synchondroses)dengan kaku. Sutura coronaria memanjang melintasi sepertiga frontal atap cranium. Suturasagitalis berada pada garis tengah, memanjang ke belakang dari sutura coronaria dan bercabangdi occipital untuk membentuk sutura lambdoidea. Daerah perhubungan os frontal, parietal,temporal, dan sphenoidal disebut pterion, di bawah pterion terdapat percabangan arterimeningeal media. Bagian dalam basis cranii membentuk lantai cavitas cranii, yang dibagimenjadi fossa anterior, fossa media, dan fossa posterior. 61. Fossa anterior dibentuk oleh os frontal di bagian depan dan samping, lantainya dibentuk olehos frontale pars orbitale, pars cribriformis os ethmoidal, dan bagian depan dari alae minor os
 
sphenoid. Fossa ini menampung traktus olfaktorius dan permukaan basal dari lobus frontalis, danhipofise. Fossa anterior dan media dipisahkan di lateral oleh tepi posterior alae minor ossphenoidale, dan di medial oleh jugum sphenoidale. Pada fossa cranii anterior terdapat sinusfrontalis di bagian depan, alae minor os sphenoidale yang dengan bersama-sama pars orbitalis osfrontal membentuk atap orbita dengan struktur-struktur di midline, diantaranya terdapat cristagalli, pars cribriformis dan pars sphenoidal.2. Fossa media lebih dalam dan lebih luas daripada fossa anterior, terutama ke arah lateral. Dibagian anterior dibatasi oleh sisi posterior alae minor, processus clinoideus anterior, dan sulcuschiasmatis. Di belakang dibatasi oleh batas atas os temporal dan dorsum sellae os sphenoid. Dilateral dibatasi oleh pars squamosa ossis temporalis, os parietal dan alae major os sphenoid.Merupakan tempat untuk permukaan basal dari lobus temporal, hipotalamus, dan fossa hipofisealdi tengah. Di kedua sisi lateralnya terdapat tiga foramina (foramen spinosum, foramen ovale, danforamen rotundum). Pars anterior dinding lateral fossa media dibentuk oleh alae major ossphenoidal. Sisa dinding lateral lainnya dibentuk oleh pars squamosa os temporal yangmerupakan tempat processus mastoideus dan mastoid air cells serta kanalis auditorius eksternus.Pyramid petrous mengandung membrane tympani, tulang-tulang pendengaran (malleus, incus,dan stapes), dan cochlea pada telinga dalam. Fossa media dan fossa posterior dibatasi satu samalain di lateral oleh bagian atas os petrosus, dan di medial oleh dorsum sellae.3. Fossa posterior adalah fossa yang terbesar dan terdalam merupakan tempat untuk cerebellum,pons, dan medulla. Di bagian anteromedial dibatasi oleh dorsum sellae yang melanjutkan dirimenjadi clivus. Bagian anterolateral dibatasi oleh sisi posterior pars petrosa ossis temporalis, dilateral oleh os parietal, dan di posterior oleh os occipital. Lubang paling besar yang ada di basiscranii terdapat pada os occipital yaitu foramen magnum, dilalui oleh medulla oblongata. Meatusakustikus interna terdapat pada bagian posteromedial pars petrosa ossis temporalis. Foramen jugular berada di kedua sisi lateral foramen magnum. Foramen jugular dilalui oleh vena jugularisyang perluasan ke anterior dari sinus sagitalis superior dan melanjutkan diri menjadi sinustransversus dan sinus sigmoideus. 6, 12, 13Jenis penyebab dan pola fraktur, tipe, perluasan, dan posisi adalah hal-hal yang penting dalammenentukan cedera yang ada. Tulang tengkorak menebal di daerah glabella, protuberansiaeksternal occipital, processus mastoideus, dan processus angular eksternal dan disatukan oleh 3arches pada masing-masing sisinya. Lapisan tulang tengkorak disusun oleh tulang cancellous(diploë) menyerupai roti sandwich di antara dua tablets, lamina externa (1.5 mm), dan laminainterna (0.5 mm). Diploë tidak ditemukan pada bagian tulang tengkorak yang dilapisi oleh otot,sehingga lebih tipis dan rentan terhadap fraktur. 1PATOFISIOLOGITrauma dapat menyebabkan fraktur tulang tengkorak yang diklasifikasikan menjadi :
• fraktur sederhana (simple) suatu fraktur linear pada tulang tengkorak 
 
• fraktur depresi (depressed) apabila fragmen tulang tertekan ke bagian lebih dalam dari
tulangtengkorak 
• fraktur campuran (compound) bila terdapat hubungan langsung dengan lingkungan luar. Ini
dapat disebabkan oleh laserasi pada fraktur atau suatu fraktur basis cranii yang biasanya melaluisinus-sinus. 14Pada dasarnya, suatu fraktur basiler adalah suatu fraktur linear pada basis cranii. Biasanyadisertai dengan robekan pada duramater dan terjadi pada pada daerah-daerah tertentu dari basis

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Lisa Lina Pakel liked this
Artika Nesa liked this
Arja' Waas liked this
Eys Penyami liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->