Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kebijaksanaan

Kebijaksanaan

Ratings: (0)|Views: 98 |Likes:
Published by Raisa Juliana Mahdi

More info:

Published by: Raisa Juliana Mahdi on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

 
1
KEBIJAKSANAAN KEPENDUDUKAN
Kebijaksanaan itu meliputi penyediaan lapangan kerja untuk penduduk yangmenghendakinya, memberikan kesempatan pendidikan, meningkatkan kesehatan serta usaha-usahamenambah kesejahteraan penduduk lainnya. Berbagai kebijaksanaan itu mempengaruhi penduduk,baik mengenai besar, komposisi, distribusi, pertumbuhannya serta ciri-ciri penduduk yang lain.Kebijaksanaan yang menanggapi perubahan penduduk antara lain ialah pendirian sekolah-sekolah untuk menampung peningkatan jumlah anak-anak yang disebabkan oleh penurunan angkakematian anak-anak.
Ruang Lingkup Kebijaksanaan Kependudukan
Suatu kebijaksanaan yang mempengaruhi variabel kependudukan dapat bersifat langsungatau tidak langsung. Kebijaksanaan kependudukan berhubungan dengan dinamika kependudukan,yaitu perubahan-perubahan terhadap tingkat fertilitas, mortalitas, dan migrasi.Kebijaksanaan mengenai mortalitas biasanya langsung dihubungkan dengan kesehatan,bahkan sering dihubungkan dengan klinik, rumah sakit dan dokter. Mortalitas mempunyai hubunganyang erat dengan morbiditas (tentang sakit). Sebagian besar orang yang mati disebabkan karenasakit, dan hanya sebagian kecil meninggal karena kecelakaan. Sebagian sangat kecil mati karenabunuh diri. Karena itu mortalitas dan morbiditas harus dipahami sekaligus.Migrasi merupakan mekanisme redistribusi penduduk. Hanya dengan migrasi distribusipenduduk dapat dipengaruhi dalam jangka relatif pendek. Masalah yang dapat mempengaruhifertilitas ialah nuptialitas, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan perkawinan.
Program-program Kependudukan
Menurut sejarah Indonesia, kegiatan transmigrasi dan keluarga berencana mendahuluiperumusan kependudukan, kegiatan itu merupakan program sendiri-sendiri. Pengertian programkependudukan bahkan diberi pengertian sempit yaitu kegiatan yang mendukung program keluargaberencana. Dalam kenyataan program kependudukan di Indonesia di artikan sebagai kegiatan
beyond family planning
” yaitu kegiatan
-kegiatan yang menjangkau lebih jauh dari keluargaberencana, misalnya perbaikan gizi, peningkatan pendapatan dan lain-lain yang dapat menambahkemantapan program keluarga berencana.Transmigrasi merupakan kebijaksanaan kependudukan mengenai migrasi. Kebijaksanaannyaadalah redistribusi penduduk melalui migrasi yang di aatur oleh pemerintah. Usaha penyebaranfasilitas kesehatan secara merata sehingga menjangkau seluruh penduduk merupakan satu programkependudukan dalam rangka kebijaksanaan menurunkan kematian dan meningkatkan harapanhidup penduduk.
 
2
Kebijaksanaan Kependudukan di Berbagai Negara
Pengertian kebijaksanaan kependudukan di banyak negara dihubungkan dengan keluargaberencana. Di negara-negara yang sekarang telah maju khususnya di negara-negara liberal Barat,pemerintah negara-negara itu mengambil sikap tidak ikut campur. Di negara-negara itu usahakeluarga berencana di lakukan oleh organisasi-organisasi masyarakat dengan dana dari masyarakatpula. Pengetahuan, pendidikan, dan sikap positif terhadap keluarga berencana serta praktek KB dimulai dari golongan atas ke bawah.Kebijaksanaan yang banyak dianut adalah anti natalis. Kebijaksanaan ini mempunyai tujuanuntuk menurunkan angka kelahiran. Kebijaksanaan baik natalis dan pronatalis dapat dilakukandengan mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini kebijaksanaankeluarga berencana dengan menggunakan kontrasepsi merupakan kebijaksanaan yangmempengaruhi variabel kependudukan dengan membatasi kelahiran secara langsung.Negara-negara Asia terbagi dua dalam kebijaksanaan kependudukannya. Negara-negara AsiaSelatan, Tenggara dan Timur hampir semua mengikuti kebijaksanan anti natalis. Dari Pakistansampai ke Jepang, kecuali Birma dan Vietnam, semuanya menjalankan program keluarga berencana.RRC sedang mengusahakan keluarga dengan hanya satu anak setelah penduduknya mendekati jumlah satu milyar.Meskipun di Timur Tengah, Afrika dan Amerika Latin belum banyak mengikuti program-program keluarga berencana, namun kecendrungan ke sikap anti natalis terdapat dalam golonganmasyarakat, yang akhirnya nanti akan mendorong ke arah kebijaksanaan anti natalis.
Kebijaksanaan Kependudukan di Indonesia
Pemerintah Indonesia Merdeka meneruskan program pemindahan penduduk dengantransmigrasi. Konsep transmigrasi dicetuskan pada permulaan kemerdekaan Indonesia, tujuannyabukan hanya mengurangi pertumbuhan penduduk di suatu wilayah, tetapi mengurangi penduduksecara absolut. Kebijaksanaan kependudukan dijalankan sampai pemerintahan Orde Barumemberikan orientasi yang luas mulai tahun 1972. Undang-Undang No.3 tahun 1972 memberikantujuan yang luas pada transmigrasi di mana pertimbangan demografis hanya merupakan satu dari 7sasaran yang terdiri atas:a.
 
Peningkatan taraf hidupb.
 
Pembangunan daerahc.
 
Keseimbangan penyebaran pendudukd.
 
Pembangunan yang merata di seluruh Indonesiae.
 
Pemanfaatan sumber-sumber alam dan tenaga manusiaf.
 
Kesatuan dan persatuan Indonesiag.
 
Memperkuat pertahanan dan keamanan nasionalKebijaksanan transmigrasi ini mencakup segi-segi politik, ekonomi, sosial budaya danpertahana keamanan di samping kebijaksanaan redistribusi penduduk. Kebijaksanaan ini merupakankebijaksanaan sektoral dan regional.Kebijaksanaan kependudukan telah dirumuskan dalam GBHN, yang meliputi :
 
3a.
 
Bidang-bidang pengendalian kelahiran,b.
 
Penurunan tingkaat kematian terutama kematian anak-anak,c.
 
Perpanjangan harapan hidup,d.
 
Penyebaran penduduk yang lebih serasi dan berimbang,e.
 
Pola urbanisasi yang lebih berimbang dan merata,f.
 
Perkembangan dan penyebaran angkatan kerja.Kebijaksanaan kependudukan utama di Indonesia adalah kebijaksanaan Keluarga berencana,yang telah banyak diketahui oleh semua petugas KB maupun masyarakat luas. Kenyataan bahwadukungan masyarakat cukup besar dan tantangan dari golongan mananpun secara prinsipil tidak adaterhadap program KB, disertai dengan adanya bukti bahwa KB dapat dilaksanakan di daerahpedesaan secara efektif, menjadikan KB sebagai suatu lembaga atau pranata sosial.
Berikut adalah konsep yang mendasari pelaksanaan kegiatan “
beyond family planning
” :
 a.
 
Pandangan yang menyatakan bahwa penurunan fertilitas hanya dapat dicapai melaluipembangunan ekonomi. Apabila ekonomi meningkat, fertilitas menurun dengansendirinya.b.
 
Pandangan bahwa perubahan nilai-nilai dalam masyarakat yang mengurangi peranananak dalam kehidupan keluarga dan sebagai jaminan hari tua maupun tenaga bantuanuntuk keluarga.c.
 
Pandangan bahwa dengan program KB yang dikelola dengan baik, fertilitas akan dapatditurunkan.Melalui ketiga pandangan inilah, Indonesia menjalankan program kependudukannya sebagaisatu konsep. Usaha mencapai penurunan kelahiran sebanyak itu tidak mustahil, tetapi merupakantantangan yang berat. Cara kontrasepsi yang mantap (IUD) dan mungkin Depo Provera harus secaraluas dipakai dan cara lain seperti sterilisasi dapat dikembangkan oleh organisasi masyarakat. Denganpengalaman yang ada, kesungguhan yang lebih besar, keterbukaan dan kejujuran pelaksanaan, makasasaran itu tidak berlebihan.Dalam hal transmigrasi masih perlu untuk mencari pendekatan yang lebih mantap. Caraberpikir yang inovatif dan lebih efisien perlu dikembangkan sehingga sasaran kuantatif (500.000kepala keluarga) dalam Pelita III dapat dicapai.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->