Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
my ProP

my ProP

Ratings: (0)|Views: 275|Likes:
Published by Hangesti Icetea

More info:

Published by: Hangesti Icetea on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/17/2012

pdf

text

original

 
JUDUL PENELITIAN:
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE NHT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWAKELAS XI MA NEGERI 1 JOMBANG
A.Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangun danmenciptakan manusia Indonesia seutuhnya baik mental maupun spiritual. DimanaPendidikan merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk kepribadian yang bermanfaat sehingga menjadikan manusia yang beriman kepada Tuhanserta berahlak mulia, selain itu pendidikan juga bertujuan untuk mendidik generasi bangsaagar memiliki ilmu pengetahuan dan menguasai tekhnologi yang diperlukan dirinya,masyarakat, bangsa maupun negara. Di samping itu Pendidikan merupakan kebutuhansepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapunia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Dengan demikian pendidikan harus betul-betuldiarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di sampingmemiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik Pentingnya pendidikan seperti diatas, maka managemen pembelajaran di sekolahharus ditingkatkan untuk menghasilkan mutu pendidikan yang tinggi. Pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa akan menentukan kualitas kehidupan bangsa.Menurut catatan
 Human Development Report 
tahun 2003 versiUNDP, peringkat HDI(
 Human Development Index
) atau kualitassumber daya manusia Indonesia berada diurutan 112, Indonesia berada jauh di bawah Filipina (85), Thailand (74), Malaysia (58),Brunai Darussalam (31), Korea Selatan (30), dan Singapura (28).Organisasi yang lain juga menguatkan hal itu.
 Internasional  Education Achievment 
(IEA) melaporkan bahwa kemampuanmembaca SD Indonesia berada diurutan 38 dan 39 negara yangdisurvei (Nurhadi dkk, 2004:1).1
 
Fakta lain yang menunjukkan bahwa mutu pendidikan di negara kita belum memuaskan adalah hasil pengamatan dari Third Mathemathics and ScienceStudy(TMSS). “Lembaga yang mengukur hasil pendidikan di dunia, melaporkan bahwa kemampuan matematika siswa kita berada di urutan ke 34 dari 38 negara,sedangkan kemampuan IPA berada diurutan ke 32 dari 38 negara” (Nurhadi dkk,2004:1)Dari data diatas menunjukkan kenyataan bahwa kualitas pendidikan di Indonesiasangat memprihatinkan, sehingga cepat atau lambat keadaan yang demikian perlu diatasi.Oleh sebab itu harus selalu diupayakan adanya pembaharuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, antara lain dengan melakukan peningkatankualitas pendidikan nasional, antara lain dengan melakukan perubahan kurikulum, peningkatan kualitas pendidikan dan efektifitas metode pembelajaran.Pembaharuan yang dilakukan dengan cara mengganti kurikulum 1994 dengankurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan sekarang KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diharapkan mampu merespon perkembanganilmu pengetahuan dan tekhnologi. Kurikulum pendidikan harus komprehensif danresponsif terhadap dinamika sosial, relevan, tidak 
overload 
, dan mampumengakomodasikan keberagaman keperluan dan kemajuan teknologi (Nurhadidkk,2004:2). Untuk mewujudkan kondisi yang mendukung terlaksananya KBK, adalahdengan peningkatan kualitas pembelajaran yang nanntinya akan meningkatkan mutu pendidikan.Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah dengancara melalui perbaikan proses pembelajaran. Seorang guru sebagai individu yangmenduduki posisi strategis dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, dituntutuntuk terus mengikuti berkembangnya konsep-konsep baru dalam pembelajaran. Dalamhal ini, peran tenaga pendidik sangat penting untuk menemukan strategi dan metode pembelajaran yang lebih memberdayakan potensi serta mampu memotivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran.Metode pembelajaran merupakan unsur pendukung tercapainya suatu tujuan yangtelah ditetapkan dalam proses belajar mengajar. Melalui metode pembelajaran, seorangguru dapat merancang dan mengarahkan proses pembelajaran yang bermakna bagi siswa.2
 
Selama ini metode yang digunakan disekolah adalah metode ceramah. Metode ceramahhanya menekankan peran guru yang lebih dominan dibandingkan siswa dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini siswa kurang dilibatkan secara aktif, sehingga proses belajar yang bermakna belum dirasakan oleh siswa dan dapat memotivasi deanmempengaruhi hasil belajar.Pembelajaran kooperatif, adalah salah satu metode pembelajaran yang bertujuanuntuk menumbuhkan kemampuan bekerjasama, kreatif, berpikir kritis dan ada kemauanmembantu teman, sehingga pembelajaran yang bermakna mampu dirasakan oleh siswasehingga hasil yang diinginkan dapat tercapai.Salah satu kompetensi dasar yang dipelajari oleh siswa kelas X di SMA/MA adalahmemahami konsumsi dan investasi. Kompetensi dasar ini tercakup dalam materi konsumsi,tabungan, dan investasi. Adapun indikator yang harus dikuasai siswa dalam kompetensidasar ini (a) mendeskripsikan fungsi konsumsi dan fungsi tabungan, (b) mendeskripsikankurva permintaan investasi.MA Negeri 1 Jombang merupakan salah satu MA Negeri yang ada di KabupatenJombang. MA ni terletak di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 2 Jombang. Berdasarkanobservasi yang dilakukan penulis pada tanggal 6 februari 2009 terhadap pembelajaranekonomi di MA Negeri 1 Jombang, guru bidang studi ekonomi mengatakan bahwa pembelajaran yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan metode ceramah dandiskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok yang didasarkan tempat duduknya, hanyaterlihat beberapa siswa yang mengerjakan tugas dan aktif melakukan tanya jawab,kurangnya antusias siswa untuk belajar siswa lebih cenderung menerima apa saja yangdisampaikan oleh guru, diam dan enggan dalam mengemukakan pertanyaan maupun pendapat, sehingga hasil belajar yang diharapkan tidak maksimal.Dari hasil observasi diatas peneliti ingin menerapkan pembelajaran kooperatif dengan metode NHT, karena metode ini belum pernah diterapkan sebelumnya di MA Negeri 1 Jombang, terutama dalam mata pelajaran ekonomi. Dalam hal ini penerapan pembelajaran dengan metode NHT siswa diharapdapat saling bekerjasama dengan baik,sehingga siswa akan termotivasi untuk belajar agar mendapatkan nilai yang baik.Berdasarkan masalah diatas, penulis berusaha menerapkan metode pembelajaranyang sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), yang dapat3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->