Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cerpen Perjuangan

Cerpen Perjuangan

Ratings: (0)|Views: 56 |Likes:
Published by Jahnuhded Yuk

More info:

Published by: Jahnuhded Yuk on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

 
Cerpen Perjuangan - Hanya Setengah Harapan!!HANYA SEPARUH HARAPANCerpen DeaKenalin aku Rara, aku anak rumahan. Aku ngak bermaksud sebagai anak yang ngak uptodate,tapi penyakit aku yang menyarankan semua ini. Aku punya penyakit yang dikenal sebagaipenyakit leokimia. Penyakit ini sangat membuat aku seperti ratu. Tetapi aku senang karenasemua jadi perhatian sama aku. Dan ngak semuanya enak, ada juga angak enaknya. Ngak enaknya aku jadi tidak bisa mandiri, pergi main sendiri seperti temen
 – 
temen aku yang lain.Dan setiap hari aku harus cuci darah, kalau ngak gitu aku harus kemo. Aku semakin bosandengan semua hal
 – 
hal yang seringa ku hadapi ini. Hingga suatu saat ada sahabar lama akuyang menjenguk aku, aku sempet lupa dengan penampilannya. Karena dia berbeda saat kitamasih berusia 8 tahun dulu, dan sedangkan kita sekarangkan sudah berusia 15 tahun. Sebutsaja dia Rora.Rora yang menjadi teman main aku dirumah. Dia yang slalu menghibur aku, saat aku bosanberada dirumah. Aku juga sangat senang dengan Rora, karena dia juga memberitahu akubagaimana anak muda sekarang ini dan bagaimana keseruan anak seumuranku dengan temanmainnya. Pokoknya dial ah yang slalu ada buat aku.Saat aku cuci darah aku meminta kepada papa aku untuk memanggil Rora, dan akumengancam papa aku kalau tidaka ada Rora aku tidak mau cuci darah. Saat cuci darahberlangsung, tiba
 – 
tiba papa aku dipanggil oleh dokter, jadinya aku menunggu papa akuhingga keluar dari ruang dokter. Setelah papa aku keluar dari ruangan dokter, tiba
 – 
tiba papaaku membisiskan sesuatu kepada Rora. Setelah berbisisk 
 – 
bisisk dengan ayah aku Rora pergientah kemana!!Setelah itu hanya beberapa menit para medis dating menghampiri aku, membawakan keretadorongnya. Aku sudah bisa menebak berarti itulah saatnya aku harus berbaring di rumahsakit. Dokter berkata padaku kalau aku harus semangat,, untuk kata dokter yang ini aku tidak begitu paham dengan maksudnya? Aku bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Papa danmama aku hanya terdiam membisu, disaat yang bersamaan dokter berkata kepada papakukalau aku harus tahu yang sebenarnya, aku heran apa yang tidak aku ketahui bukannya papaaku selalu jujur kepada aku.Saat itu Rora dating dan papa meminta Rora yang bicarakan semua. Kali ini Rora menangisseperti hari ini melihat diriku yang etrakhir. Dia berkata dalam pelukan aku, bahwa penyakityang aku derita ini tidak adapat disembuhkan karena sudah stadium akhir. Tanpa aku rasaaku mengis saat aku tatap kedua orang tua aku dan saat aku menatap Rora.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->