Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Efusi Pleura Ganas Pada Kanker Paru

Efusi Pleura Ganas Pada Kanker Paru

Ratings: (0)|Views: 57 |Likes:
Published by Andi Arman Baido

More info:

Published by: Andi Arman Baido on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2012

pdf

text

original

 
1
Efusi Pleura Ganas Pada Kanker Paru
Elisna Syahruddin, Ahmad Hudoyo, Nirwan Arief Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi.Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia– RS Persahabatan, Jakarta
PENDAHULUAN
Rongga pleura dalam keadaan normal berisi sekitar 10 – 20 ml cairanyang berfungsi sebagai pelicin agar paru dapat bergerak dengan leluasa saatbernapas. Akumulasi cairan melebihi volume normal dan menimbulkangangguan jika cairan yang diproduksi oleh pleura parietal dan viseral tidakmampu diserap oleh pembuluh limfe dan pembuluh darah mikropleura viseralatau sebaliknya yaitu apabila produksi cairan melebihi kemampuan penyerapan. Akumulasi cairan pleura melebihi normal dapat disebabkan oleh beberapakelainan, antara lain infeksi dan kasus keganasan di paru atau organ luar paru.
1,2
 Efusi pleura ganas (EPG) sering terjadi pada kasus kanker danmerupakan salah satu faktor penyulit pada penatalaksanaan kanker paru. Padakanker paru karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) dengan EPG diklasifikasikansebagai stage IIIB ( T4NxMx) yang prognosisnya tidak dapat disamakan denganstage IIIB lain tanpa EPG. Penampakan EPG pada KPKBSK menggambarkankondisi terminal (end stage) penyakit keganasan dengan prognosis buruk tetapipenatalaksanaan EPG yang baik dapat meningkatkan kualiti hidup penderita.
3-5
 Kanker lain yang juga sering menyebabkan EPG adalah limfoma, kanker payudara, kanker sistem gastrointestinal dan genitourinaria.
6-8
 
Epidemiologi
Meskipun belum ada penelitian epidemilogi untuk EPG tetapiinsidensinya dapat diestimasi berdasarkan data-data yang ada yaitu sekitar 15%dari seluruh penyakit keganasan.
8
Efusi pleura ganas dapat disebabkan olehhampir semua jenis keganasan, hampir sepertiga kasus EPG disebabkan olehkanker paru.
9
Penelitian postmortem yang dilakukan di Amerika Serikatmendapatkan EPG sekitar 15% dari 191 kasus keganasan yang diteliti.
10
Darikasus kematian karena keganasan pertahun di Amerika Serikat ditemukan EPG83.000 dari 656.500 kasus kanker. Pengamatan selama 3 tahun terhadap kasusefusi pleura di RS persahabatan pada tahun 1994-1997 didapatkan EPG 120dari 229 (52,4%) kasus.
12
Berdasarkan jenis sel kanker paru, kanker parukarsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) adalah penyebab terbanyak EPG,proporsinya adalah 40% adenokarsinoma, 23% karsinoma sel skuamosa danhanya 17,6% karsinoma sel kecil.
13
Hal ini mungkin disebabkan jumlah kasusterbanyak kanker paru adalah KPKBSK sekitar 75% dari seluruh kasus kanker paru. Peneliti lain mendapatkan 50-60% EPG disebabkan oleh metastasis tumor paru dan payudara di pleura, 25% disebabkan keganasan lain misalnya limfoma,kanker sistem gastrointestinal dan genitourinaria dan 7-15% tidak diketahui
 
2
tumor primernya. Peneliti dari Singapura melakukan biopsi pleura pada 200pasien dengan efusi pleura dan mendapatkan sel adenokarsinoma pada 71kasus.
14
 
Definisi
Efusi pleura ganas didefinisikan sebagai efusi yang terjadi berhubungandengan keganasan yang dibuktikan dengan penemuan sel ganas padapemeriksaan sitologi cairan pleura atau biopsi pleura.
1,2
Kenyataannya sel ganastidak dapat ditemukan pada sekitar 25% kasus efusi pleura yang berhubungandengan penyakit keganasan, sehingga jika hanya menggunakan definisi di atasdapat terjadi kekeliruan pada kasus dengan sitologi / histologi negatif.
15
Padakasus efusi pleura bila tidak ditemukan sel ganas pada cairan atau hasil biopsipleura tetapi ditemukan kanker primer di paru atau organ lain, DepartemenPulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI dan Perhimpunan Dokter ParuIndonesia (PDPI) memasukkannya sebagai EPG. Pada beberapa kasus,diagnosis EPG didasarkan pada sifat keganasan secara klinis, yaitu cairaneksudat yang serohemoragik/ hemoragik, berulang, masif, tidak responsterhadap antiinfeksi atau sangat produktif meskipun telah dilakukantorakosentesis untuk mengurangi volume cairan intrapleura.
2,12
 
Patofisiologi
Patofisiologi EPG belum jelas benar tetapi berkembang beberapahipotesis untuk menjelaskan mekanisme EPG itu. Akumulasi efusi di ronggapleura terjadi akibat peningkatan permeabiliti pembuluh darah karena reaksiinflamasi yang ditimbulkan oleh infiltrasi sel kanker pada pleura parietal dan/ atauviseral. Pendapat lain dikemukakan oleh Rodriguez-Panadero dkk,
10
setelahmeneliti 55 kasus
 postmortem
tumor pleura. Ditemukan tumor di pleura viseralpada 51 kasus sedangkan di pleura parietal pada 31 kasus. Hanya pada kasustumor dengan perluasan langsung, tumor ditemukan pada pleura parietal tetapitidak pada viseral. Berdasarkan hasil itu disimpulkan bahwa implikasi sel ganasdi pleura viseral terjadi akibat emboli tumor ke paru sedangkan pada pleuraparietal adalah akibat kelanjutan proses yang terjadi di pleura viseral.Mekanisme lain yang mungkin adalah invasi langsung tumor yang berdekatandengan pleura, obstruksi pada kelenjar limfe, penyebaran hematogen atau tumor primer pleura (mesotelioma). Gangguan penyerapan cairan oleh pembuluh limfepada pleura parietal akibat deposit sel kanker itu menjadi penyebab akumulasicairan di rongga pleura.
16
Teori lain menyebutkan terjadi peningkatanpermeabiliti yang disebabkan oleh gangguan fungsi beberapa sitokin antara lain
tumor necrosing factor-α 
(TNF-α),
tumor growth factor-β
(TGF-β) dan
vascular endothelial growth factor 
(VEGF). Penulis lain mengaitkan EPG dengangangguan metabolisme, menyebabkan hipoproteinemia dan penurunan tekananosmotik yang memudahkan perembesan cairan ke rongga pleura.
17-18
 
 
3
Diagnosis
Diagnosis EPG dengan mudah dan cepat dapat ditegakkan hanya denganprosedur diagnosis dan alat bantu diagnostik yang sederhana, misalnyaberdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis, foto toraks dan torakosentesis saja.Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam alur diagnosis danpenatalaksanaannya menuliskan langkah awal yang paling penting untukdiagnosis EPG adalah memastikan apakah cairan bersifat eksudat dan/ataumenemukan tumor primer di paru atau organ lain. Selain itu disingkirkan jugapenyebab lain misalnya pleuritis akibat infeksi bakteri atau penyakitnonkeganasan lain.
2
Alur diagnosis EPG secara skematis dapat dilihat padagambar 1.
DIAGNOSIS EFUSI PLEURAPUNKSI PLEURATRANSUDATGangguan JantungGangguan Ginjal EKSUDATGangguan MetabolismePenyakit SistemikPLEURITIS : Curiga keganasan bila :- Pleuritis TB - Serohemoragik- Pleuritis non-TB - Tumor primer paru (+)- Gangguan imunologis - Riwayat tumor ganas di luar paruSitologi cairan pleuraHistologi biopsi pleuraSitologi (-) Sitologi/Histologi (+)Histologi (-)Efusi pleura ganasStaging tumor paru T4 dalam TNMLanjutkan prosedur lainGambar 1. Alur diagnosis EPG secara skematis

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->