Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TPL laporan1

TPL laporan1

Ratings: (0)|Views: 93|Likes:

More info:

Published by: Helmas Dwi Antoro Tanjung on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PRAKTIKUMTEKNIK PENGOLAHAN LIMBAHKUNJUNGAN PABRIK TAHU KALISARIOleh:Helmas Dwi Antoro TanjungNIM A1H009041KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS JENDERAL SOERDIRMANFAKULTAS PERTANIANPURWOKERTO2012I.
 
PENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan darisuatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut dapat berupa gas dan debu,cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3).
 
Teknologi pengolahan limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarianlingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan limbah domestik maupun industryyang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat.Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologimasyarakat yang bersangkutan.
B.
 
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan limbahtahu menjadi biogas.
II.
 
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Mardisiswoyo, P et al.1993 yang dimaksud dengan limbah industriadalah segala bentuk bahan, yang tidak atau belum punya arti ekonomis, yang dihasilkansuatu proses teknologi yang dipakai, atau karena kecerobohan operator dan atau hal lainyang tidak dapat diperkirakan sebelumnya harus terbuang keluar dari berbagai unit prosesyang ada. Sedangkan limbah cair industri adalah semua limbah industri yang berbentuk cairan atau berada dalam fase cair.Pengolahan limbah cair industri pada hakekatnya adalah suatu perlakuan tertentuyang harus diberikan pada limbah cair sebelum limbah tersebut terbuang ke lingkungan penerima limbah. Untuk dapat menentukan secara tepat perlakuan yang sebaiknyadiberikan pada limbah cair, terlebih dahulu diketahui secara tepat karakteristik darilimbah melalui berbagai penetapan berbagai parameter untuk mengetahui macam dan jenis komponen pencemar serta sifat-sifatnya.Pengolahan limbah cair meliputi pengolahan fisika, pengolahan kimia dan pengolahan biologis. Pengolahan fisika dilakukan terhadap air limbah dengan kandungan bahan limbah yang dapat dipisahkan secara mekanis langsung.Pengolahan secara kimiamerupakan proses dimana perubahan, penguraian ataupemisahan bahan yang tidak diinginkan berlangsung karena mekanisme reaksi kimia.
 
Proses pengolahan limbah cair secara biologis dilakukan denganmemanfaatkan aktivitasmikroorganisme (bakteri, ganggang, protozoa, dll) untukmenguraikan atau merombak senyawa-senyawa organik dalam air menjadi zat-zatyang lebih sederhana (stabil).Tahu adalah hasil olahan dari ekstrak kedelai, melalui proses penggumpalan(pengendapan) protein susu kedelai. Bahan yang biasa digunakan adalah batu tahu(CaSO
4
), asam cuka (CH
3
COOH) dan MgSO
4
. Jumlah air yang dibutuhkan dari proses pembuatan tahu mulai dari tahap perendaman sampai pencucian ampas adalah 135 liter untuk 3 kg kedelai atau 45 liter per 1 kg kedelai. Kesimbangan bahan pada proses pembuatan tahu disajikan pada gambar 1.Gambar 1. Keseimbangan Bahan Pada Proses Pembuatan TahuInput berupa bahan baku dengan suatu proses akan menghasilkan suatu hasilyaitu output, dimana dalam proses perubahan tersebut memerlukan energy dan teknologi.Selanjutnya output berupa hasil akan digunakan oleh manusia. Pada perubahan prosesdari input menjadi output akan menghasilkan sampah. Sampah akan dihasilkan pula darisisa penggunaan manusia. Sampah apabila diolah dapat dikonversikan akan berguna danmerupakan bahan baku baru untuk input yang lain. Sampah dapat terdekomposisi ataudiurai oleh bakteri menjadi bagian tertentu dan yang tidak dapat terurai akan ditumpuk dialam. Dalam proses pembuatan tahu, bahan baku atau input berupa kedelai dengan bantuan air, akan menghasilkan tahu, sedang hasil sampingnya berupa ampas tahu danlimbah cair berupa whey. Ampas tahu dapat dikonversikan sebagai bahan makananternak dan ikan serta omcom, sedangkan whey sebagaian besar belum dapatdimanfaatkan (kadang-kadang digunakan sebagai biang), di alam akan berupa limbah(sampah organik) yang kemudian akan diuraikan oleh bakteri.Dari proses pembuatan tahu ini dapat diketahui timbulan limbah yang dihasilkanantara lain, limbah padat berupa ampas tahu dan limbah cair . Ampas tahu dapatdikonversikan sebagai bahan makanan ternak dan ikan serta oncom. Sebagian besar sumber limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuatan tahu adalah cairan kentalyang terpisah dari gumpalan tahu yang disebut air dadih (whey), sedang sumber limbahcair lainnya berasal dari pencucian kedele, pencucian peralatan proses, pemasakan danlarutan bekas rendaman kedele. Pada pembuatan tahu secara tradisional akanmenghasilkan ampas tahu dengan kandungan protein yang tinggi dibandingkan dengan pengolahan cara mekanis. Kadar protein berdasarkan berat kering di dalam ampas adalah22%, sedangkan dalam kedelai 38%.Dalam sistem biologi, mikroorganisme menggunakan limbah untuk mensintesis bahan sellular baru dan menyediakan energi untuk sintesis. Mikroorganisme juga dapatmenggunakan suplay makanan yang sebelumnya sudah terakumulasi secara internal atauendogenes untuk respirasi dan melakukannya terutama bila tidak ada sumber makanandari luar atau eksogenes. Sintesis dan respirasi endogenes berlangsung secara simultandalam system biologis, dengan sintesis yang berlangsung lebih banyak bila terdapat

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->