Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERKEMBANGAN NILAI

PERKEMBANGAN NILAI

Ratings: (0)|Views: 10 |Likes:
Published by Yunita Aulia

More info:

Published by: Yunita Aulia on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

 
PERKEMBANGAN NILAI, MORAL, DAN SIKAP
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
A. Latar Belakang
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perkembangan individu:
 
faktor-faktor dalam diri individu sendiri meliputi faktor-faktor endogen terdiri komponenhereditas (keturunan) dan faktor konstitusi.
 
faktor-faktor berasal dari luar individu (faktor eksogen) terdiri lingkungan keluarga.Lingkungan sosial, lingkungan geografis.
 
Nah dalam makalah ini saya akan membahas tentang perkembangan Nilai, Moral, dan Sikap.Dalam perkembangan remaja juga mengenal Nilai, Moral, dan Sikap yang merupakan tiga aspek yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan remaja.
 
BAB II
 
PEMBAHASAN
 
PERKEMBANGAN NILAI, MORAL, DAN SIKAP
 
Pengertian Nilai, Moral, dan Sikap
 
Ada tiga konsep yang masing-masing mempuyai makna, pengaruh, dan konsekuensi yangbesar terhadap perkembangan perilaku individu, termasuk juga perilaku remaja.
 
Nilai
 
Dalam kamus bahasa Indonesia, nilai adalah harga, angka kepandaian. Menurut Spranger,nilai diartikan sebagai suatu tatanan yang dijadikan panduan oleh individu untuk menimbangdan memilih alternatif keputusan dalam situasi sosial tertentu. Dalam perspektif Spranger,kepribadian manusia terbentuk dan berakar pada tatanan nilai-nilai dan kesejahteraan.Meskipun menempatkan konteks sosial sebagai dimensi nilai dalam kepribadian manusia,
tetapi spranger tetap mengakui kekuatan individual yang dikenal dengan istilah “ roh
subjek 
tif” (
subjective spirit 
)
 
dan kekuatan nilai-
nilai budaya merupakan “roh objektif”
 
(
objevtive spirit 
). Roh objektif akan berkembang manakala didukung oleh roh subjektif,sebaliknya roh subjektif terbentuk dan berkembang dengan berpedoman kepada roh objektif yang diposisikan sebagai cita-cita yang harus dicapai.
 
Nilai merupakan sesuatu yang memungkinkan individu atau kelompok sosial membuatkeputusan mengenai apa yang dibutuhkan atau sebagai suatu yang ingin dicapai. Secaradinamis, nilai dipelajari dari produk sosial dan secara perlahan diinternalisasikan olehindividu serta diterima sebagai milik bersama dengan kelompoknya. Nilai merupakan standarkonseptual yang relatif stabil dan emplisit membimbing individu dalam menentukan tujuanyang ingin dicapai serta aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan psikologisnya.
 
Spranger menggolongkan nilai itu kedalam enam jenis, yaitu:
 
nilai teori atau nilai keilmuan (I)
 
nilai ekonomi (E)
 
nilai sosial atau nilai solidaritas (Sd)
 
nilai agama (A)
 
nilai seni (S)
 
nilai politik atau nilai kuasa (K)
 
Moral
 
Istilah moral berasal dari kata Latin
 Mores
yang artinya tata cara dalam kehidupan, adatistiadat, atau kebiasaan. Maksud moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterimatentang tindakan manusia mana yang baik dan wajar. Moral merupakan kaidah norma danpranata yang mengatur perilaku individu dalam kehidupannya dengan kelompok sosial danmasyarakat. Moral merupakan standar baik-buruk yang ditentukan bagi individu sebagaianggota sosial. Moralitas merupakan aspek kepribadian yang diperlukan seseorang dalamkaitannya dengan kehidupan sosial secara harmonis, adil, dan seimbang. Perilaku moraldiperlukan demi terwujudnya kehidupan yang damai penuh keteraturan, ketertiban, dankeharmonisan.
 
Perubahan pokok dalam moralitas selama masa remaja terdiri dari mengganti konsep-konsep moral khusus dengan konsep-konsep moral tentang benar dan salah yang bersifatumum, membangun kode moral berdasarkan pada prinsip-prinsip moral individual, danmengendalikan perilaku melalui perkembangan hati nurani.
 
 
Tokoh yang paling terkenal dalam kaitannya dengan pengkajian perkembanganperkembangan moral adalah Lawrence E. Kohlbert (1995). Melalui desertasinya yang sangatmonumental yang berjudul
The Development of Modes of Moral Thinking and Choice in theYears 10 to 16.
Berdasarkan penelitiannya itu, Kohlbert (1995) menarik sejumlah kesimpulansebagai berikut:
 
penilaian dan perbuatan moral pada intinya bersifat rasional.
 
Terdapat sejumlah tahap pertimbangan moral yang sesuai dengan pandangan formal harusdiuraikan dan yang biasanya digunakan remaja untuk mempertanggungjawabkanperbuatan moralnya.Membenarkan gagasan Jean Piaget bahwa pada masa remaja sekitar umur 16 tahun telahmencapai tahap tertinggi dalam proses pertimbangan moral.
 
Ada tiga tugas pokok remaja dalam mencapai moralitas remaja dewasa, yaitu:a. Mengganti konsep moral khusus dengan konsep moral umum.
 
b. Merumuskan konsep moral yang baru dikembangkan ke dalam kode moral sebagaikodeprilaku.
 
c. Melakukan pengendalian terhadap perilaku sendiri.
 
Tahap-tahap perkembangan moral yang sangat dikenal diseluruh dunia adalah yangdikemukakan oleh Lawrence E. Kohlbert (1995), yaitu sebagai berikut:
 
Tingkat Prakonvensional
 
Tingkat prakonvensional adalah aturan-aturan dan ungkapan-ungkapan moral masihditafsirkan oleh individu/anak berdasarkan akibat fisik yang akan diterimanya baik berupa sesuatu yang menyakitkan atau kenikmatan.Tingkat prakonvensional memiliki dua tahap, yaitu:
 
Tahap 1: Orientasi hukuman dan kepatuhan
 
Pada tahap ini, akibat-akibat fisik pada perubahan menentukan baik buruknya tanpa menghiraukan arti dan nilai manusiawi dari akibattersebut. Anak hanya semata-mata menghidari hukuman dan tunduk padakekuasaan tanpa mempersoalkannya.
 
Tahap 2: Orientasi relativis-instrumental
 
Pada tahap ini, perbuatan dianggap benar adalah perbuatan yangmerupakan cara atau alat untuk memuaskan kebutuhannya sendiri dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->