Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Uji Daya Antibakteri Kulit Buah Rambutan

Uji Daya Antibakteri Kulit Buah Rambutan

Ratings: (0)|Views: 1,156 |Likes:
Published by San San Noah

More info:

Published by: San San Noah on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Masyarakat pada umumnya kurang memperhatikan penyakit-penyakit yangsering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti disentri. Disentri merupakan tipediare yang berbahaya dan seringkali menyebabkan kematian dibandingkan tipe diareakut yang lain. Di Indonesia kasus disentri dilaporkan 5% dari 3848 orang penderitadiare berat menderita disentri basiler. Di dunia sekurangnya 200 juta kasus dan650.000 kematian terjadi akibta disentri basiler pada anak-anak sibawah 5 tahun.Kebanyakan kuman penyebab disentri basiler ditemukan di negara berkembangdengan kesehatan lingkungan yang masih kurang. Hal ini dikarenakanfaktor kepadatan penduduk, higiene individu, sanitasi lingkungan dan kondisi sosialekonomi serta kultural yang menunjang. Disentri basiler (Shigelosis) palingbanyak disebabkan oleh infeksi dari bakteri golongan Shigella. Gejala yang timbulyaitu diare, demam, muntah-muntah, anoreksia, perut terasa nyeri dan mengejang.Penanganan terhadap kasus yang telah terjadi dilakukan dengan pemberian bahan-bahan kimia yang mampu mengendalikan mikroorganisme berbahaya (patogen),seperti antibakteri. Dengan demikian antibakteri sangat penting dalam penanganandisentri.Salah satu kendala yang dihadapi dari penggunaan antibakteri dalam upayapengendalian mikroorganisme berbahaya (patogen) adalah terjadinya resistensiterhadap bahan-bahan antibakteri yang digunakan. Resistensi mikroorganisme yangawalnya peka terhadap antibakteri, disebabkan oleh mutasi pada kromosom ataupertukaran materi genetik antar mikroorganisme. Secara biokimiawi, resistensibakteri terhadap antibakteri dapat terjadi melalui mekanisme berkurangnyapermeabilitas bakteri terhadap obat, inaktivasi antibakteri oleh enzim yang dihasilkan
 
oleh bakteri, modifikasi reseptor obat, dan meningkatnya sintesis senyawa yangbersifat antagonis terhadap obat (Lamapaha dan Rupilu, 2008). Untuk mengatasi haltersebut, maka akan dilakukan penelitian tentang antibakteri berbahan aktif senyawa-senyawa tanaman yang dapat memberikan efek antibakteri. Keanekaragaman hayatiyang dimiliki Indonesia telah memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari,termasuk diantaranya dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Penelitian tentangbahan kimia alam dewasa ini semakin banyak dieksplorasi untuk pengembangan obattradisional. Hal tersebut didukung oleh keanekaragaman struktur kimia yangdihasilkan tanaman. Bahan alam biasanya mengurangi efek samping yang tidak diinginkan dan mudah didapat. Salah satu tanaman obat tradisional di Indonesiaadalah buah rambutan. Secara empiris, masyarakat Indonesia menggunakan rebusankulit buah rambutan untuk mengatasi berbagai penyakit seperti disentri, demam,sariawan, diare, menghitamkan rambut.Kulit buah rambutan mengandung flavonoid, tanin dan saponin (Dalimartha,2005). Pada penelitian uji antibakteri ekstrak buah makasar terhadap bakteri S
higelladisentriae,
dimana kandungan senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhanbakteri
Shigella disentriae
adalah tannin, saponin, dan flavonoid (Rahayu,2009).Dengan adanya kesamaan kandungan senyawa kimia, penelitian kulit buah rambutandapat di manfaatkan untuk menyembuhkan disentri, karena kandungan kulit buahrambuatn sama dengan kandungan buah makasar, sehingga sama-sama dapatmenghambat bakteri
Shigella dysenteriae.
Selain itu berdasarkan penelitian terdahuluterbukti bahwa ekstrak kulit buah rambutan dapat mengambat pertumbuhan bakteri
 Echerichia coli
dan
Staphylococcus aureus
 
(Yudaningtyas,2007), tetapi penilitanekstrak kulit buah rambutan terhadap bakteri
Shigella disentriae
belum pernahdilakukan.Beberapa fakta dan asumsi tersebut mendorong peneliti untuk melakukanpenelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah rambutan terhadappertumbuhan
Shigella dysenteriae
. Dengan adanya penelitian ekstrak kulit buah
 
rambutan terhadap bakteri penyebab disentri yaitu
Shigella dysenteriae.
Penelitian inidi harapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai kandungan kulit buahrambutan yang juga dapat menghambat
Shigella dysenteriae.
B.
 
Rumusan Masalah
1.
 
Apakah ekstrak kulit rambutan dapat menghambat pertumbuhan bakteri
Shigelladysenteriae
?2.
 
Pada kosentrasi berapakah ekstrak kulit rambutan dapat mememberikan diameterzona hambat yang paling besar terhadap
Shigella dysenteriae
?
C.
 
Tujuan Penelitian
 1.
 
Mengetahui kemampuan ekstrak kulit buah rambutan dalam menghambatpertumbuhan bakteri
Shigella dysentriae
2.
 
Mengetahui pada kosentrasi berapa ekstrak kulit buah rambutan dapatmemberikan diameter zona hambat yang paling besar terhadap
Shigelladysentriae.
 
D.
 
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain :1. Memberikan informasi kepada dunia kesehatan dan masyarakat mengenaipemanfaatan tanaman obat.3. Sebagai sumber acuan yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya bagiperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->