Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal PTK Seni Budaya SM2njk

Proposal PTK Seni Budaya SM2njk

Ratings: (0)|Views: 128 |Likes:
Published by Boy Tutup Oli

More info:

Published by: Boy Tutup Oli on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2012

pdf

text

original

 
Proposal PTK Seni Budaya SMP
Peningkatan Kemampuan Bermain Band melalui Pembelajaran Tutor Sebaya Siswa KelasIX Musik SMP Negeri 2 Krian, Sidoarjo.Oleh: Sugeng Rianto
BAB IPENDAHULUAN
 A.
 
Latar Belakang
Pembelajaran seni musik adalah pembelajaran seni budaya yang berusaha menggali sertamengembangkan potensi estetika peserta didik serta mempengaruhi siswa agar mempunyai nilaiestetika sehingga dapat memperhalus budi pekerti karena dalam seni terdapat unsur- unsur 
keindahan, keteraturan, kedisiplinan dan dinamika. Melalui pendekatan ”belajar dengan seni,”” belajar melalui seni ”, dan belajar tentang seni’, pembelajaran seni musik diberikan karena
keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan terhadap perkembangan peserta didik berupa pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi / berkreasi.
Sejalan dengankebijakan
Otonomi pendidikan dengan penerapan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)di SMP Negeri 2 Krian, berdampak pada penyediaan fasilitas sarana dan prasarana belajar yangsudah representatif berupa ruang studio musik sekaligus peralatan musik band yang sudahlengkap, baik instrument alat musik maupun sound system, maka
 pembelajaran seni musik diharapkan mampu memberikan pemahaman, pengetahuan, pengalaman juga kemampuan berkarya seni agar siswa bisa berapresiasi terhadap budaya sendiri dan bisa menghargai oranglain yang pada akhirnya mereka bisa berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsadan bernegara.
Keberlangsungan pembelajaran seni budaya juga sudah dioptimalkan denganmelayani kebutuhan hakiki berkesenian sesuai bakat dan minat siswa dengan menerapkan modelpembelajaran moving class sehingga terwujud kelas seni musik, seni rupa, dan seni tari pada jampelajaran yang bersamaan untuk tiga kelas sekaligus.Ketersediaan fasilitas yang representatif di sekolah tidak serta merta dengan mudah bisadimanfaatkan oleh peserta didik secara optimal untuk mengembangkan kemampuan apresiasidan kreatifitas bermain musik. Beberapa faktor penyebabnya antara lain: a) perbedaan rentangnilai yang menyolok antara siswa yang skill/ talenta musikalnya bagus dengan siswa yangkurang cakap; b) munculnya sikap egois siswa pandai yang merasa tinggi hati dan engganberbagi kecakapan dengan temannya yang belum menguasai alat musik secara baik; c)rendahnya motivasi berlatih musik bagi sebagian siswa terutama penguasaan akord-akord lagudisebabkan terbatasnya mendapat bimbingan yang memadai; d) keterbatasan daya pemantauanguru kepada siswa dalam penugasan latihan musik di luar sekolah juga berdampak lambatnyamengasah skill siswa. Apalagi dalam permainan music band yang terbatas pada grup/kelompok kecil menuntut skill masing-masing pemusik termasuk vokalisnya dalam membawakan suatukarya music. Sementara alokasi waktu tatap muka yang tersedia belum bisa secara maksimalmenghasilkan kualitas pembelajaran yang optimal. Di sisi lain, tak bisa dipungkiri bahwateramat jarang ditemukan guru seni yang memiliki multi talenta dalam kecakapan menguasaipermainan seluruh ragam alat musik. Sehingga praktis guru hanya mampu memberikan dasar-dasar bermain musik untuk beberapa jenis alat musik tertentu saja.Berdasarkan paparan adanya kesenjangan untuk tuntutan pembelajaran kooperatif berupabermain musik bersama yang disebabkan masih banyak hambatan belajar oleh factor eksternal,maka diusulkan solusi yang berkaitan dengan strategi pembelajaran. Adapun model
 
pembelajaran yang sesuai untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah strategi pembelajarankooperatif model pembelajaran tutor sebaya. Model pembelajaran dengan mengandalkankemampuan teman sebaya sebagai tutor/pembimbing dalam praktik bermain musik ini dipilihmengingat ada beberapa siswa yang sudah memiliki kecakapan bermain musik ritmis sepertidrum, piano, gitar melodi, dan gitar rhythm. Hasil yang diharapkan, siswa dapat belajarbersama, saling menyumbangkan pikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasilbelajar secara individu maupun kelompok. Terutama pada materi pembelajaran dengankompetensi menyajikan musik bersama dari karya musik Nusantara berdasarkan pengembangangagasan kreatif dalam bentuk band yang menuntut skill musical seseorang harus bisamenyesuaikan dengan pemain lain. Siswa harus menjaga atau menciptakan harmonisasi darimusik yang mereka mainkan. Dengan bermain musik di sebuah group band, siswa dapat belajarbagaimana menyatukan rasa hati & visi, melatih kesabaran, keuletan, belajar menghargai ideatau pendapat orang lain, belajar disiplin, belajar bersosialisasi dan banyak lagi sisi edukasipositif.Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas
dengan judul “
Peningkatan Kemampuan Bermain Band melalui Pembelajaran Tutor Sebaya
Siswa Kelas IX Musik SMP Negeri 2 Krian, Sidoarjo”.
 B.
 
Rumusan MasalahUntuk memudahkan pembahasan masalah terhadap ruang lingkup penelitian ini diperlukanadanya rumusan masalah. Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan masalahsebagai berikut: Apakah melalui model pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkankemampuan bermain band siswa kelas IX Musik SMP Negeri 2 Krian?C.
 
TujuanPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bermain band dengan modelpembelajaran tutor sebaya siswa kelas IX Musik SMP Negeri 2 Krian.D.
 
Hipotesis TindakanJika pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran tutor sebaya, makakemampuan belajar bermain band siswa kelas IX Musik SMPN 2 Krian dapat ditingkatkan.E.
 
ManfaatHasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:a.
 
Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan atau rujukan untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas seni musik.b.
 
Bagi siswa, meningkatkan pemahaman terhadap materi-materi dalam pelajaran seni musik (senibudaya) dan mengoptimalkan potensi diri yang dimiliki.c.
 
Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan untuk meningkatkan kualitas sekolah.d.
 
Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian sejenis.F.
 
Ruang LingkupPenelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas (PTK) dan hanya difokuskan pada upayatindakan meningkatkan kemampuan bermain band melalui pembelajaran tutor sebaya siswa dikelas IX Musik SMP Negeri 2 Krian, Sidoarjo dengan materi pembelajaran adalah
 
mengekspresikan karya seni musik mancanegara dan Kompetensi Dasar 12.3 Menyajikan karyaseni musik mancanegara secara perseorangan dan berkelompok di kelas atau sekolah. Indikatorpembelajarannya adalah a. Membuat perencanaan pementasan di dalam kelas denganmenyanyikan lagu mancanegara, dan b. Menyajikan karya musik berdasarkan pengembangangagasan kreatif secara perorangan dan kelompok.G.
 
Penjelasan IstilahUntuk menghindari adanya kesalahan di dalam menafsirkan pengertian yang terkandung dalampenelitian ini, maka perlu adanya batasan atau definisi istilah sebagai berikut:a.
 
Alat musik merupakan suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuanmenghasilkan musik .  b.
 
Komposisi musik adalah susunan dari nada
 – 
nada dan irama yang membentuk sebuah lagu yangindah atau selaras.c.
 
Lagu adalah komposisi musik dan syair atau lirik yang membentuk alunan yang harmonis.d.
 
Bermain musik bersama bentuk ansambel terutama bermain band, cukup disajikan beberapapersonal meliputi vokalis (penyanyi: solo, duet, trio), 1 (satu) pemain drumset, 1(satu) pemaingitar melodi dan atau sekaligus gitar pengiring (rhythm), 1 (satu) pemain bass (gitar bass), dan 1(satu) pemain keyboard (jika materi lagu menuntut adanya unsur keyboard)e.
 
Tutor sebaya adalah siswa yang pandai membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelasyang sama.
BAB II
 
KAJIAN PUSTAKA
 
1. Pembelajaran1.1. Pengertian Pembelajaran
 
Tujuan belajar yang utama adalah bahwa apa yang dipelajari itu berguna di kemudian hari, yaknimembantu kita untuk dapat belajar terus dengan cara yang lebih mudah. Hal ini dikenal sebagaitransfer belajar (Nasution, 2003:3). Kegiatan pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. Dengan menggunakan istilah pembelajaran dirasa ada pengakuan terhadap kemampuansiswa untuk belajar.Fungsi pendidikan adalah membimbing anak kearah suatu tujuan yang kita nilai tinggi.Pendidikan yang baik adalah usaha yang berhasil membawa semua anak didik kepada tujuan itu.Sehingga apa yang dipelajari dipahami betul oleh siswa. Tujuan guru mengajar adalah agar  bahan yang disampaikannya dikuasai sepenuhnya oleh siswa (Nasution, 2003:35).
 
Dari beberapa pengertian di atas bisa disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses belajar yang berguna di kemudian hari yang dibimbing oleh pengajar dengan menggunakan aturan yangada dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
 
1.2. Gaya Belajar
 
Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan seorang murid dalam menangkapstimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal (Nasution, 2003:94).Berarti setiap siswa dalam menangkap respon atau stimulus, daya tangkap mereka berbeda-bedamaka hal tersebut menjadi pertimbangan untuk menentukan model pembelajaran yang dapatmengakomodir semua siswa.
 
Model pembelajaran yang mengakomodir gaya belajar siswa akan dapat mencapai tujuanmengajar yaitu bahan atau materi yang disampaikan guru bisa dikuasai siswa.
 
1.3. Keberhasilan Pembelajaran.
 
Keberhasilan suatu pembelajaran dapat ditentukan dengan 2 kriteria:
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->