Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
05_Batubara Makalah 2002

05_Batubara Makalah 2002

Ratings: (0)|Views: 89 |Likes:
Published by n4n4nk

More info:

Categories:Business/Law
Published by: n4n4nk on Jun 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2012

pdf

text

original

 
HASIL-HASIL KEGIATAN INVENTARISASI DAN EVALUASISUMBER DAYA BATUBARA TAHUN 2002
Disusun Oleh :
 Eko Budi C, Sukardi, Eddy
dan
Nanan
Subdit Batubara DIM
SARI 
 Inventarisasi Batubara di Indonesia dilasanakan sebagai upaya pencarian Sumber Energi Nasionaluntuk mengetahui besarnya potensi sumber daya batubara secara lateral baik penyebaran kuantitasmaupun kualitas, berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Data inventarisasi ini berguna sebagai dasar pemikiran dalam kebijakan nasional terhadap pemanfaatan potensi sumber energi dan sumber daya secara nasional; serta untuk pemenuhankelengkapan Database DIM yang secara sistematis dapat di manfaatkan bagi semua pihak yangberkepentingan, baik kepentingan daerah maupun nasional. Inventarisasi batubara dibagi menjadi penelitian secara bersistem (berdasarkan cekungan geologi),lintas propinsi, pencarian data sekunder, dan uji petik. Sampai tahun 2002 inventarisasi bersistem dalamCekungan Sumatera Selatan sudah mencapai tahap akhir dengan keberadaan sumber daya sebesar 
 21.335.612.000 ton
 , selanjutnya inventarisasi bersistem dilanjutkan dalam Cekungan Kutai diKalimantan Timur, dimulai dengan lokasi awal daerah Bontang (Lembar 1916-12) dan Sungai Santan(Lembar 1916-11), dari kedua daerah ini didapatkan sumber daya sebesar 
 346.531.737 ton
. Padainventarisasi lintas propinsi dilaksanakan pada 4 lokasi, yaitu Sungai Dareh (Sumbar-Riau), Lubuk Sikaping (Sumbar-Riau), Rengat (Riau-Jambi) dan Tamiang Layang (Kalteng-Kalsel).
 ABSTRACT 
Coal inventory which is conducted by Directorate of Mineral Resources inventory (DMRI)basically is an effort to reveal Energy Resources in available in Indonesia. Inventory basically is aimed toequantity of Coal Resources and the quality. The data is useful for strategic national planning for utilization as well as National Coal Database. This data also could be useful either for regionalgovernment or coal companies.The inventory can be divided in to a systemic prosppection, preliminary exploration in provincialborder area secondary data collection and random checking. Until years 2002, systemic inventory of South Sumatra Basin has completed a final phase and it is reported the resources found is of 21,335,612,000 tons in aproximate. This year the sistematic prospecting program focused on Kutai Basin, East Kalimantan and initiated the exploration program on Bontang and Sungai Santan quadrangles. The program reported coal resources of 
 346.531.737 
ton from both areas.The preliminary exploration in the provincial border areas were carried out in four locations :Sungai Dareh, Lubuk Sikaping, Rengat and Tamiang Layang.
 
Kolokium Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Minera (DIM) TA. 2002
5 - 1
 
 
 
1.
 
PENDAHULUAN
1.1
 
Latar Belakang
Salah satu kebijaksanaan pemerintah dibidangenergi adalah inventarisasi dan eksplorasi sumberdaya energi untuk menge tahui sumber daya yangada. Sebagaimana diketahui bahwa batubara adalahsalah satu sumber energi alternatif yang sangatberperan dalam beberapa dekade terakhir ini.Sebagai implementasi dari kebijaksanaan tersebut,maka pemerintah memandang perlu melakukaninventarisasi sumber daya batubara secara terusmenerus agar dapat mengetahui potensi yangterkandung didaerah yang diselidiki. Pada TahunAnggaran 2002 telah dipilih beberapa daerah untuk diinventarisasi.Untuk melaksanakan kebijaksanaan peme rintahdan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya makaDirektorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral - SubDirektorat Batu bara telah melakukan inventarisasidan evaluasi endapan batubara di daerahpenyelidikan. Daerah inventarisasi dan evaluasimeliputi penyelidikan secara bersistem padabeberapa wilayah cekungan geologi di Indonesiadan pada wilayah yang menyangkut lintas propinsi.
1.2
 
T u j u a n
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk melakukaninventarisasi keberadaan endapan batubara didaerah penyelidikan dengan tujuan untuk mengetahui potensi sumber daya batubara danevaluasi akan penyebaran endapan batubara secaralateral baik korelasi antar singkapan maupun lapisanserta formasi pembawa batubara
(coal bearing formation)
. Disamping itu, potensi dan kualitas darisumber daya batubara tersebut, dapat diman faatkansebagai sumber energi. Hasil dari penyelidikan inidiharapkan dapat menjadi dasar pemikiran akanpentingnya sumber daya bagi kepentingan Daerahdan Nasional. Kemudian data tersebut jugadibutuhkan untuk penyempurnaan dan penambahandata sumber potensi energi bagi kepentingandatabase dan pemutakhiran data secara digital, agardapat dimanfaatkan bagi semua pihak yangberkepentingan, yang di lakukan secara siste matisdan terpadu dalam suatu rangkaian sistem SIG(Sistem Informasi Geografis) dan informasiendapan bahan galian di Indonesia.
1.3
 
K e g i a t a n
Pada Tahun Anggaran 2002 inventarisasidilaksanakan pada beberapa wilayah lintaspropinsi dan inventarisasi bersistem dalambeberapa cekungan geologi di Indonesia.Pelaksanaan kegiatan berupa inventarisasipenyelidian umum (survei), pemetaan bahangalian, pengikatan titik ikat dan lintasan,pemboran inti, analisa laboratorium (fisika dankimia) dari conto batuan dan inventarisasi datasekunder serta uji petik pada daerah tertentu.Keseluruhan penyelidikan dibiayai olehAnggaran DIK-S dan PIEBGMI tahun 2002.
2.
 
DAERAH PENYELIDIKAN
Daerah penyelidikan disusun berdasarkankriteria jenis kegiatan, yaitu InventarisasiBersistem, Inventarisasi Lintas Propinsi,Inventarisasi Data Sekunder dan Uji Petik a.
 
Inventarisasi Bersistem
 Inventarisasi
 
pada penyelidikan initermasuk ke dalam
Cekungan SumateraSelatan
sebagai
tahap akhir 
daripenyelidikan cekungan bersistem daricekungan tersebut, secara wilayah administratif terdiri atas :Daerah Tanjung Lubuk, Kabupaten OganKomering Ilir dan Kabupaten OganKomering Ilir dan Daerah Pagar Dewa,Kabupaten Ogan Komering Ilir ProvinsiSumatera Selatan (Gambar 1).Dalam
Cekungan Kutai
sebagai
tahapawal
dari penyelidikan cekunganbersistem, secara wilayah administratif terdiri atas :Daerah Sungai Santan, Kabupaten KutaiTimur dan Kabupaten Kutai Kartanegara,dan Daerah Bontang, Kabupaten KutaiKartanegara, Kutai Timur dan KotaBontang, Provinsi Kalimantan Timur(Gambar 2).Sedang batas koordinat dari semuawilayah penyelidikan di atas adalahsebagai berikut :
CEKUNGAN SUMATERA SELATANTanjung Lubuk
;
 
Secara
 
geografismenempati
 
3
o
30’00” sampai 3
o
45’ 00”Lintang Selatan
 
dan
 
104
o
45’00” sampai
Kolokium Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Minera (DIM) TA. 2002
5 - 2
 
 
105
o
00’00” Bujur Timur yang menempatiLembar Peta Bakosurtanal No.1012-34.
Pagar Dewa
;
 
Secara geografismenempati
 
3
o
30’00” sampai 03
o
45’00”Lintang Selatan dan 105
o
00’00” sampai105
o
15’00” Bujur Timur yang menempatiLembar Peta Bakosurtanal No.1112-13
CEKUNGAN KUTAISungai Santan
; Secara
 
geografismenempati
 
0
o
00’00” sampai 0
o
15’00”Lintang Utara dan 117
o
00’00” sampai117
o
15’00” Bujur Timur yang menempatiLembar Peta Bakosurtanal No.1916-11.
Bontang
; Secara
 
geografis menempati
 
0
o
00’00” sampai 0
o
15’00” Lintang Utaradan 117
o
15’00” sampai 117
o
15’30” BujurTimur yang menempati Lembar PetaBakosurtanal No.1916-12.b.
 
Inventarisasi Lintas Propinsi
 Inventarisasi
 
pada penyelidikan inimencakup 4 daerah yang secaraaministartif meliputi ;Daerah Sungai Dareh, KabupatenSawahlunto-Sijunjung, Provinsi SumateraBarat dan Kabupaten Kuantan-Singingi,Provinsi Riau. Daerah Lubuk Sikaping,Kabupaten Pasaman, Provinsi SumateraBarat dan Kabupaten Rokan Hulu,Provinsi Riau. Daerah Rengat,Pegunungan TigaPuluh, KabupatenIndragiri Hulu, Provinsi Raiu danKabupaten Tanjung Jabung, ProvinsiJambi. Daerah TamiangLayang,Kabupaten Barito Selatan, ProvinsiKalimantan Tengah dan KabupatenTabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.Sedang batas koordinat dari semuawilayah penyelidikan di atas adalahsebagai berikut :
Sungai Dareh
;
 
Secara
 
geografismenempati
 
0
o
45´00” sampai 1º 00’00”Lintang Selatan dan 101º 40´00” sampai101º 55´00” Bujur Timur yang menempatiLembar Peta Bakosurtanal No. 0815-13dan 0815-32.
Lubuk Sikaping
; Secara
 
geografismenempati
 
0
o
25´00” sampai 0º 40’00”Lintang Utara dan 100º 15´00” sampai100º 30´00” Bujur Timur yang menempatiLembar Peta Jantop AD No. 1226-II.
Rengat (Pegunungan Tigapuluh)
;Secara
 
geografis menempati
 
0
o
52´00”sampai 1º 07’00” Lintang Selatan dan102º 39´00” sampai 103º 00´00” BujurTimur yang menempati Lembar PetaBakosurtanal No. 0914-53, 0914-54,0914-21 dan 0915-22. 
TamiangLayang
; Secara
 
geografismenempati
 
1
o
54´00” sampai 2º 10’00”Lintang Selatan dan 115º 10´00” sampai115º 26´00” Bujur Timur yang menempatiLembar Peta Bakosurtanal No. 1714-31dan 1714-32.c.
 
Inventarisasi Data Sekunderdan Uji Petik
 Penyelidikan ini secara administratif dilaksanakan di Daerah Ngurit, KabupatenBarito Selatan, Provinsi KalimantanTengah. Dengan batas koordinat secarageografis adalah : 0
o
41´23” Linatng Utarasampai 2º 34’08” Lintang Selatan dan113º 18´33” sampai 115º 43´38” BujurTimur. 
3.
 
HASIL PENYELIDIKAN
a.
 
Inventarisasi Bersistem CekunganSumatera Selatan3.1.1
 
Geologi Regional
Berdasarkan kerangka tektonik Indonesia Bagian Barat yang telahdiuraikan oleh Koesoemadinata danPulunggono, 1974; daerah penelitianterletak dibagian pinggir dangkalan didalam cekungan pendalaman belakang
(“back deep”).
 Daerah Cekungan Sumatera Selatan dibagimenjadi depresi Jambi di utara, SubCekungan Palembang Tengah dan SubCekungan Palembang Selatan atau DepresiLematang, masing-masing dipisahkan olehtinggian batuan dasar
(“basement”)
(Gambar 3)
.
 Di daerah Sumatera Selatan terdapat 3(tiga) antiklinorium utama, dari selatan keutara : Antiklinorium Muara Enim,Antiklinorium Pendopo Benakat danAntiklinorium Palembang. Daerahpenyelidikan dalam hal ini terletak padawilayah Antiklinorium Palembang bagianutara dengan arah umum sumbu berarahbarat laut – tenggara yang sesuai dengan
Kolokium Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Minera (DIM) TA. 2002
5 - 3
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->