Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gizi Pada Kehamilan

Gizi Pada Kehamilan

Ratings: (0)|Views: 339|Likes:

More info:

Published by: Peppy Petis Kepala Ikan on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/13/2012

pdf

text

original

 
GIZI PADA KEHAMILAN
Terkait Anemia Defisiensi Besi
dr. I Wayan Gede Sutadarma, MGizi
PENDAHULUAN
Faktor gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan ibu hamil, pertumbuhan dan perkembangan janin, persalinan dan risiko komplikasi yang terjadi selamakehamilan.
1
Status gizi sebelum kehamilan, salah satunya berat badan yang ideal, merupakanfaktor kunci yang akan mempengaruhi kesehatan ibu hamil secara umum. Pengaturanmakanan dan gaya hidup sehat pada kehamilan dapat menurunkan risiko komplikasi selamakehamilan dan persalinan.
2,3
 Selama kehamilan akan terjadi perubahan fisiologis untuk menjaga kesehatan ibu dantumbuh kembang janin. Beberapa perubahan tersebut antara lain 1) perubahan fisiologissaluran cerna meliputi nafsu makan meningkat walaupun kadang disertai mual dan muntah, penurunan motilitas saluran cerna akibat penurunan kadar progesteron sehingga terjadi penurunan kadar motilin (hormon yang menstimulasi otot polos saluran cerna), 2)metabolisme basal mulai meningkat yang terjadi akibat peningkatan kebutuhan dankonsumsi oksigen dan mencapai 15-20% pada akhir kehamilan.
1,2
Berat badan lahir yang normal dipengaruhi oleh peningkatan berat badan selamakehamilan. Rekomendasi
The Institute of Medicine
menyatakan peningkatan berat badanselama kehamilan berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) sebelum kehamilan seperti padatabel berikut.
1-3
Tabel 1. Rekomendasi Peningkatan Berat Badan Selama Kehamilan
1
IMT Sebelum Kehamilan(kg/m
2
)Peningkatan Total BeratBadan (kg)Rata-rata PeningkatanBerat Badan (kg/minggu)
a
<19.812.5-180.519.8-26.011.5-160.4>26.0-29.07-11.50.3>29.07 
a
trimester kedua dan ketiga
Peningkatan berat badan yang tidak adekuat berhubungan dengan gangguan pertumbuhan janin, meningkatkan risiko persalinan, dan malnutrisi setelah lahir.
2,3
 
KEBUTUHAN ZAT GIZI
Untuk menunjang kesehatan ibu hamil dan pertumbuhan janin, diperlukan asupanmakronutrien dan mikronutrien yang adekuat selama kehamilan. Kebutuhan zat gizi ibuhamil di Indonesia berpedoman pada angka kecukupan gizi (AKG) Indonsia tahun 2004.
4
 
Kebutuhan makronutrien meliputi kalori, protein dan lemak. Kalori diperlukan untuk mencukupi kebutuhan tumbuh kembang janin dan membentuk jaringan penunjang selamakehamilan dengan rata-rata tambahan kebutuhan kalori per hari sebesar 100 kkal untuk trimester pertama dan sebesar 300 kkal untuk trimester kedua dan ketiga. Protein diperlukanuntuk membentuk struktur sel dan jaringan serta penyusun enzim. Kebutuhan protein selamakehamilan rata-rata ditambah sebesar 17 gram per hari. Kebutuhan protein meningkatterutama pada trimester ketiga. Lemak merupakan salah satu sumber energi tubuh dansebagai pelarut vitamin larut lemak. Kebutuhan lemak tergantung pada kebutuhan energiuntuk peningkatan berat badan. Kebutuhan lemak meliputi asam lemak esensial jenis
long chain polyunsaturated fatty acid 
(LC PUFA) antara lain asam linoleat dan asam linolenat.
1-4
Kebutuhan mikronutrien meliputi vitamin larut air dan larut lemak sertamakromineral dan mikromineral. Asam folat diperlukan terutama untuk mencegah terjadinya
neural tube defec
(NTD). Kebutuhan asam folat ditambahkan sebesar 200 mcg darikebutuhan sebelum hamil sebesar 400 mcg. Kolin mutlak diperlukan dari bahan makanansebesar 450 mg per hari karena bersifat esensial, yang digunakan untuk pembentukkanmembran sel, transmisi impul saraf, dan sumber gugus metil. Vitamin B6 diperlukan untuk mengurangi gangguan mual dan muntah. Rata-rata tambahan kebutuhan vitamin B6 sebesar 0.4 mg per hari dari kebutuhan sebelum hamil sebesar 1.3 mg per hari. Pemberian tambahanasam askorbat sebesar 10 mg per hari dari kebutuhan sebelum hamil. Asam askorbat dapatdiberikan diberikan bersama dengan besi untuk meningkatkan bioavailabilitas besi.
1-4
Rata-rata tambahan kebutuhan vitamin A sebesar 300 RE dari kebutuhan sebelumhamil sebesar 500 RE. Konsumsi vitamin A berlebihan dari diet harus memerlukan pengawasan yang ketat karena memiliki risiko terjadinya kecacatan janin. Kebutuhanvitamin D, E, dan K tidak mengalami perubahan selama kehamilan.Kebutuhan kalsium mengalami peningkatan sebesar 150 mg per hari dari kebutuhansebelum hamil sebesar 800-1000 mg per hari. Hormon
human chorionic somatomammotropin
akan meningkatkan resorspsi tulang sedangkan hormon estrogen akanmenghambatnya. Kebutuhan magnesium dan fosfor tidak mengalami perubahan selamakehamilan. Seng diperlukan sebagai kofaktor pada sebagian besar metabolisme tubuh. Rata-rata tambahan kebutuhan seng terus meningkat sampai trimester ketiga sebesar 9 mg per hari. Pemberian asupan besi akan mempengaruhi absorpsi seng karena kedua mineraltersebut bersifat kompetitif inhibitor, dimana absorpsi besi lebih besar dibandingkan seng.Iodium diperlukan dalam pembentukkan tiroksin yang berperan mengatur metabolisme
 
makronutrien. Rata-rata tambahan kebutuhan iodium sebesar 50 mcg per hari selamakehamilan.
1-4
 Pemberian suplementasi vitamin dan mineral diindikasikan pada keadaan defisiensi,namun selama ini suplementasi tetap diberikan pada ibu hamil untuk menjamin kecukupanmikronutrien selama kehamilan.
1-3
Salah satu mikronutrien yang diberikan adalah zat besi(Fe) dan akan dibahas lebih lanjut mengenai aspek gizi besi.
BESI (Fe)
Besi bebas terdapat dalam dua bentuk yaitu ferro (Fe
2+
) dan ferri (Fe
3+
). Konversi kedua bentuk tersebut relatif mudah. Pada konsentrasi oksigen tinggi, umumnya besi dalam bentuk ferri karena terikat hemoglobin sedangkan pada proses transport transmembran, deposisidalam bentuk feritin dan sintesis heme, besi dalam bentuk ferro.
5
Dalam tubuh, besidiperlukan untuk pembentukkan kompleks besi sulfur dan heme. Kompleks besi sulfur diperlukan dalam kompleks enzim yang berperan dalam metabolisme energi. Heme tersusunatas cincin porfirin dengan atom besi di sentral cincin yang berperan mengangkut oksigen pada hemoglobin dalam eritrosit dan mioglobin dalam otot.
5,6
Rata-rata kadar besi dalam tubuh sebesar 3-4 gram. Sebagian besar 2 gram)terdapat dalam bentuk hemoglobin dan sebagian kecil (± 130 mg) dalam bentuk mioglobin.Simpanan besi dalam tubuh terutama terdapat dalam hati dalam bentuk feritin danhemosiderin.
6,7
Dalam plasma, transferin mengangkut 3 mg besi untuk dibawa ke sumsumtulang untuk eritropoesis dan mencapai 24 mg per hari. Sistem retikuloendoplasma akanmendegradasi besi dari eritrosit untuk dibawa kembali ke sumsum tulang untuk eritropoesis.
7
Bahan Makanan Sumber
Tabel 2. Bahan Makanan Sumber Besi
8
Bahan MakananKandungan Besi (mg)
Daging23.8Sereal18.0Kedelai8.8Kacang8.3Beras8.0Bayam6.4Hamburger5.9Hati sapi5.2Susu formula1.2Bahan makanan sumber besi didapatkan dari produk hewani dan nabati. Besi yang bersumber dari bahan makanan terdiri atas besi heme dan besi non heme. Berdasarkan tabel

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->