Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Larutan Baku Primer Dan Sekunder

Larutan Baku Primer Dan Sekunder

Ratings: (0)|Views: 653|Likes:
Published by Erida Voel Bon

More info:

Published by: Erida Voel Bon on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/26/2013

pdf

text

original

 
Larutan Baku Primer dan Sekunder
Larutan baku adalah larutan yang konsentrasinya sudah diketahui dengan pasti. Larutan bakubiasanya ditempatkan pada alat yang namanya buret, yang sekaligus berfungsi sebagai alat ukurvolume larutan baku. Larutan yang akan ditentukan konsentrasinya atau kadarnya, diukurvolumenya dengan menggunakan pipet seukuran/ gondok(pipet volumetri) dan ditempatkan diErlenmeyer. Larutan baku ini ada 2 jenis yaitu larutan baku primer dan larutan baku sekunder.Mengapa larutan baku ada 2 jenis? Apa perbedaan antara larutan baku primer dan sekunder ini?Zat seperti apakah yang dapat digolongkan sebagai larutan baku primer dan sekunder.Larutan baku dapat dibuat dengan cara penimbangan zatnya lalu dilarutkan dalam sejumlahpelarut(air). Larutan baku ini sangat bergantung pada jenis zat yang ditimbangnya/dibuat.Larutan yang dibuat dari zat yang memenuhi syarat-syarat tertentu disebut larutan baku primer.Syarat agar suatu zat menjadi zat baku primer adalah:1. memiliki tingkat kemurnian yang tinggi;2. kering, tidak terpengaruh oleh udara/lingkungan(zat tersebut stabil);3. mudah larut dalam air;4. mempunyai massa ekivalen yang tinggi.Larutan baku primer biasanya dibuat hanya sedikit, penimbangan yang dilakukanpun harus teliti,dan dilarutkan dengan volume yang akurat. Pembuatan larutan baku primer ini biasanyadilakukan dalam labu ukur yang volumenya tertentu. Zat yang dapat dibuat sebagai larutan bakuprimer adalah asam oksalat{C2H2O4 2H2O), Boraks(Na2B4O710 H2O), asambenzoat(C6H5COOH). Larutan baku sekunder adalah larutan baku yang zat terlarutnya tidak harus zat yang tingkat kemurniannya tinggi. Larutan baku sekunder ini konsentrasinyaditentukan berdasarkan standarisasi dengan cara titrasi terhadap larutan baku primer. Sebagailarutan baku sekunder dapat digunakan larutan basa atau asam dari senyawa anorganik misalnyaNaOH, HCl. Larutan baku sekunder ini umumnya tidak stabil sehingga perlu distandarisasi ulangsetiap minggu.Konsentrasi larutan baku yang digunakan dapat berupa molaritas(jumlah mol zat terlarut dalamsatu liter larutan) dan normalitas(jumlah ekivalen zat terlarut dalam satu liter larutan). Satuanmolaritas merupakan satuan dasar yang digunakan secara internasional, sedangkan satuannormalitas biasa juga dilakukan dalam analisis karena dapat memudahkan perhitungan. Di atastelah dikatakan bahwa yang akan dibahas hanyalah reaksi asam-basa, jadi harus diingat, bahwaekivalen asam atau basa berhubungan dengan jumlah ion hidrogen atau ion hidroksil. Sebagaicatatan kembali pernyataan satu ekivalen asam adalah sejumlah ) dan
asam yang dapatmenghasilkan satu mol ion hidrogen(H+ atau H3O satu ekivalen basa adalah sejumlah basa yangdapat menghasilkan satu mol ion hidroksil( OH-) atau sejumlah basa yang dapat menetralkansatu mol ).
ion hidrogen(H+ atau H3O
 
Titik Ekivalensi dan Titik Akhir
 Proses titrimetri atau titrasi terjadi jika larutan baku ditambahkan pada larutan yang akandianalisis sampai reaksi selesai dengan sempurna secara kuantitatif. Larutan yang akan dianalisisdisebut sebagai larutan titrasi sedangkan larutan baku disebut juga larutan penitrasi. Reaksi padapenentuan ini harus sederhana yang berarti dapat dinyatakan sebagai persamaan reaksi, reaksiberjalan cepat, dan reaksi harus tercapai secara kuantitatif yang berarti reaksi sempurna kalautitik ekivalensi tercapai. Titik ekivalien adalah titik kesetaraan yaitu suatu akhir reaksi secarateoritis di mana reaksi berjalan secara stoikiometri.Penentuan titik ekivalen biasanya sukar untuk ditentukan oleh mata terutama untuk larutan yangtidak berwarna, padahal kesempurnaan reaksi harus dapat diamati dan dideteksi setiapperubahannya. Untuk menentukan perubahan ini maka kita dapat menggunakan bahan penolongyang dapat membantu untuk mengamati perubahan tersebut. Bahan yang membantu pengamatanini disebut sebagai indikator.Indikator harus dapat menunjukkan perubahan yang nyata, pada saat reaksi antara larutan yangdititrasi dan larutan penitrasi sudah sempurna. Perubahan nyata yang ditunjukkan indikatordisebut sebagai titik akhir titrasi. Perubahan nyata dari indikator dapat ditunjukkan denganperubahan warna yang jelas dari indikator. Secara ideal titik akhir titrasi harus sama dengan titik ekivalen, pada kenyataannya keadaan ini sulit untuk dicapai karenanya pasti ada perbedaanantara kedua titik tersebut. Perbedaan titik akhirtitrasi dan titik ekivalen disebut kesalahan tittrasi. Kesalahan titrasi harus dibuat sekecil mungkinagar kesalahan perhitungan tidak terlalu besar. Untuk reaksi asam basa maka indikatornyadisebut indikator asam-basa.
Indikator Asam -Basa
 Indikator asam basa adalah suatu zat elektrolit yang sangat lemah, dapat merupakan senyawaasam, basa, dan atau garam organik yang memiliki warna berbeda pada larutan asam dan basa.Perbedaan warna pada larutan asam dan larutan basa merupakan karakteristik dari indikator,yang perubahannya tiba-tiba tetapi menempati interval(range) pH kecil. Di bawah ini diberikantebel beberapa indikator asam basa yang umum digunakan dalam titrasi beserta perubahan warnayang terjadi. Contoh ini pernah diberikan pada modul menyiapkan bahan dan alat sesuaikeperluan dengan judul nama dan sifat bahan.PERUBAHAN WARNA DAN RANGE PH DARI BEBERAPA INDIKATOR ASAM-BASANo. Nama indikator Range pH Warna dalam Asam Basa1. Timol biru(asam) 1,2
 – 
2,8 Merah Kuning2. Metil jingga 3,1
 – 
4,4 Merah Jingga3. Brom kresol hijau 3,8
 – 
5,4 Kuning Biru4. Metil merah 4,2
 – 
6,3 Merah Kuning5. Brom timol biru 6,0
 – 
7,6 Kuning Biru6. Timol biru(basa) 8,0
 – 
9,6 Kuning Biru7. Fenolftalein 8,3
 – 
10,0 Tidak berwarna Merah
Membuat Larutan Indikator
 Larutan indikator asam basa sebagai larutan stok biasanya mengandung 0,5
 – 
1 gram zat
 
indikator dalam 1 L pelarut, jika zat indikator ini larut dalam air maka pelarut digunakan air.Contoh zat indikator yang larut dalam air adalah garam-garam natrium dari senyawa organik.Umumnya pelarut untuk zat indikator ini digunakan alkohol 50 %, 70 %, 90 %. Cara membuatlarutan indikator stok adalah sebagai berikut. Siapkan alat dan bahan( gelas kimia kecil, gelasukur, batang pengaduk, dan botol tetes)1. Larutan indikator metil jinggaTimbang 0,5 gram metil jingga dan larutkan dalam 100 cm3 alkohol 50 %, sambil diaduk-aduk,setelah larut masukkan dalam botol tetes(dapat dilakukan seperti membuat larutan kerja).2. Larutan indikator metil merahTimbang 0,5 gram metil merah dan larutkan dalam 100 cm3 alkohol 70 %, sambil diaduk-aduk,setelah larut masukkan dalam botol tetes.3. Larutan indikator fenolftaleinTimbang 0,5 gram fenolftalein dan larutkan dalam 100 cm3 alkohol 90 %, sambil diaduk-aduk,setelah larut masukkan dalam botol tetes.
Membuat Larutan Baku Sekunder
 Larutan baku sekunder untuk reaksi netralisasi pada umumnya berupa larutan basa atau larutanasam dari senyawa anorganik. Larutan ini dapat dibuat dengan cara menimbang basa ataumengencerkan larutan asam yang pekat, lalu larutan ini distandarkan dengan larutan baku primer.Larutan basa yang umum digunakan sebagai larutan baku sekunder adalah larutan NaOH 0,1 M,sedangkan larutan asamnya adalah larutan asam klorida HCl atau asam sulfat(H2SO4) 0,1 M.Konsentrasi larutan asam pekat dari HCl adalah 10,5
 – 
12 M, sedangkan untuk asamsulfat(H2SO4) adalah 18 M. HCl adalah suatu gas yang kelarutannya dalam air sangatdipengaruhi oleh suhu. Larutan basa yang digunakan sebagai larutan baku sekunder harus larutanbasa yang bebas karbonat. Cara membuat larutan ini sama seperti membuat larutan kerja hanyakonsentrasi yang digunakan antara 0,1
 – 
0,25 M(molar) atau N(normal). Cara membuat larutanbaku sekunder adalah sebagai berikut.1. Pembuatan larutan baku asamLarutan baku asam yang dibuat adalah larutan asam klorida 0,1 M. Larutan ini dibuat dengancara pengenceran larutan asam klorida pekat. Dari perhitungan pengenceran dapat dihitung
 banyaknya HCL 36 % dengan massa jenisnya (ρ)nya 1,09 gram/cm3 yang digunakan untuk 
membuat 1 L larutan baku sekunder HCl 0,1 M adalah sebanyak: 9,3 cm3 .
• Siapkan alat dan bahan( gelasuku
r besar, gelas ukur kecil, batang pengaduk, dan botol reagen,botol semprot).
• Sembilan koma tiga cm3 HCl pekat ini dituangkan dan diukur dalam gelas ukur kecil(10 cm3),
kemudiandituangkan dalam gelas ukur yang lebih besar (1 L) yang telah berisi sedikit air(± 200cm3+).
• Bilas gelas ukur kecil bekas HCl pekat tadi, lalu tuangkan air bilasan ini ke dalam gelas uku
besar dan isi kembali gelas ukur besar ini sampai batas 1 L.
• Lalu tuangkan larutan dalam gelas ukur ini ke dalam botol reagen 1 L. Aduk 
-aduk larutandalam botol agar tercampur sempurna.
• Lakukan juga pembuatan larutan bakyu sekunder untuk larutan asam sulfat.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->