Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
obat

obat

Ratings: (0)|Views: 313 |Likes:
Published by dr.Angga Fajri

More info:

Published by: dr.Angga Fajri on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2014

pdf

text

original

 
KSR 600MG TAB@100
Kandungan
KC1.
Indikasi
Pencegahan & pengobatan hipokalemia.
Kontra Indikasi
Gagal ginjal lanjut, peny Addison yg tak diobati, dehidrasi akut, hiperkalemia, obstruksi GI.
Efek Samping
Mual, muntah, nyeri abdomen, diare. Jarang tukak sal cerna.
Perhatian
Gagal jantung kongestif, ggn fungsi ginjal
Dosis
1-2 tab 2-3 x1hr.
Interaksi
Diuretik hemat kalium, siklosporin, ACE inhibitor meningkatkan resiko hiperkalemia.
Kemasan
Tab salut selaput lepas lambat 600mg x 100.
 
Farmakologi antihipertensi
Hipertensi adalah suatu keadaan medis di mana terjadi peningkatan tekanan darahmelebihi normal. Di seluruh dunia hipertensi telah menjadi suatu penyakit yangdihubungkan dengan angka morbiditas, mortalitas serta biaya (cost) yang tinggi dimasyarakat. Hipertensi juga merupakan faktor risiko penting, yang dapatdimodifikasi, untuk penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung kongestif,gagal ginjal dan penyakit arteri periferal. Untuk mempermudah pembelajaran danpenanganan, hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan tingginya tekanan darahdan etiologinya
KlasifikasiSistol (mmHg)Diastol (mmHg)Normal
<120 <80
Prehipertensi
120-139 80-90
Hipertensi tingkat 1
140-159 90-100
Hipertensi tingkat 2
>160 >100
(Klasifikasi tekanan darah untuk usia 18 tahun atau lebih berdasarkan JNC VII,2003).
Berdasarkan etiologinya hipertensi dapat dibagi menjadi hipertensi esensial danhipertensi sekunder:1.Hipertensi esensial/hipertensi primer/hipertensi idiopatik adalah hipertensitanpa kelainan dasar patologi yang jelas, lebih dari 90% kasus merupakanhipertensi esensial. Penyebabnya meliputi faktor genetik (kepekaan terhadapnatrium, stress, dll) dan faktor lingkungan (gaya hidup, stress emosi, dll)
2.
Hipertensi sekunder meliputi 5-10% kasus. Dapat berupa hipertensikardiovaskuler (peningkatan resistensi perifer akibat aterosklerosis), hipertensiginjal (oklusi arteri renalis atau penyakit jaringan ginjal), hipertensi endokrin(feokromositoma dan sindrom Conn) dan hipertensi neurogenik (akibat lesi saraf,
 
menyebabkan gangguan di pusat kontrol, baroreseptor atau penurunan alirandarah ke otak).[2]Hipertensi lama dan/atau berat dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakanorgan pada jantung (hipertrofik ventrikel kiri), otak (strok akibat pecah pembuluhdarah cerebral), ginjal (penyakit ginjal kronik, gagal ginjal), mata dan pembuluhdarah perifer.Tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk menurunkan mortalitas dan morbiditaskardiovaskular. Target tekanan darah yang ingin dicapai bila penderita tidakmemiliki kelainan penyerta adalah <140/90 mmHg, sedangkan pasien dengandiabetes melitus atau kelainan ginjal tekanan darah harus diturunkan di bawah130/80 mmHg.Strategi pengobatan hipertensi dimulai dengan perubahan gaya hidup, diet rendahgaram, berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, aktivitas fisik yangteratur, dan penurunan berat badan bagi pasien obesitas. Perubahan gaya hiduptersebut dapat dicoba sampai 12 bulan bagi penderita hipertensi tingkat 1 tanpafaktor risiko dan kerusakan organ. Sedangkan bila penderita memiliki kelainanpenyerta (seperti gagal jantung, pasca infark miokard, penyakit jantung koroner,diabetes melitus, stroke) maka terapi farmakologi/obat-obatan harus dimulai lebihdini mulai dari hipertensi tingkat 1.Berdasarkan
The Joint National Committee on prevention, detection, evaluation,and treatment of high blood pressure (JNC) VII 
pada tahun 2003, tatalaksanahipertensi secara farmakologis dibagi menjadi dua lini:
1.
Lini pertama meliputi diuretik, penyekat reseptor beta adrenergik (β-blocker),ACE inhibitor, penghambat reseptor angiotensin (ARB), dan antagoniskalsium/
calcium channel blocker.
2.Lini kedua meliputi penghambat saraf adrenergik, penghambatadrenoreseptor alpha (α-blocker), dan vasodilator.
Diuretik
Diuretik bekerja dengan meningkatkan ekskresi natrium, air, dan klorida sehinggamenurunakn volume darah dan cairan ekstraseluler. Akibatnya terjadi penurunancurah jantung dan tekanan darah. Beberapa diuretik juga bekerja denganmennurunkan resistensi perifer sehingga memperkuat efek hipotensinya.1. Golongan tiazidGolongan ini bekerja dengan menghambat simporter Na-Cl di tubulus distal ginjal,sehingga meningkatkan eksresi Na
+
dan Cl
-
. Prototipe golongan ini adalahhidroklorotiazid (HCT). Selain itu juga terdapat bendroflumetazid, indapamid dlldengan waktu paruh yang berbeda-beda. HCT sendiri memiliki waktu paruh 10-12 jam. Sampai saat ini tiazid merupakan obat utama dalam terapi hipertensi.Umumnya efek hipotensi tiazid baru terlihat setelah 2-3 hari dan mencapaimaksimum setelah 2-4 minggu. Efek samping dari tiazid antara lain hipokalemia,hiponatremia, hipomagnesemia, hiperkalsemia dan hiperurisemia. Tiazid juga dapatmenyebabkan hiperlipidemia, hiperglikemia dan kurang efektif pada pasien dengangangguan fungsi ginjal. Ex hidrokiorotiazid, bendroflumetiazid,

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Lie-lim Caem liked this
Junod Juned liked this
Armen Abu Awwab liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->