Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
14Activity
×
P. 1
LAPORAN

LAPORAN

Ratings: (0)|Views: 5,060|Likes:
Published by Rachmania Budiati

More info:

Published by: Rachmania Budiati on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Konsep paradigma sehat di dalam pembangunan kesehatan adalah pembangunan kesehatan yang lebih memprioritaskan upaya promotif dan preventif dibandingkan kuratif dan rehabilitatif. Program imunisasi merupakansalah satu upaya preventif yang telah terbukti sangat efektif menurunkan angkakesakitan dan kematian serta kecacatan pada bayi dan balita.Saat ini, kegiatan imunisasi merupakan salah satu kegiatan prioritasKementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai salah satu bentuk nyatakomitmen pemerintah untuk mencapai
 Millenium Development Goals
(MDGs).Tujuan utama kegiatan imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan dankematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). PD3Iadalah penyakit-penyakit menular yang sangat potensial untuk menimbulkanwabah dan kematian terutama balita seperti Hepatitis B, TB (Tuberkulosis),DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus), Polio, dan Campak. Menurut data terakhir WHO, kematian balita sebesar 1,4 juta jiwa per tahun akibat Penyakit yangDapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), misalnya tetanus 198.000 (14%), dancampak 540.000 (38%). Penyakit tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, poliomyelitis, dan campak mengakibatkan kematian sekitar 4 juta anak terutama di Negara berkembang. Tanpa imunisasi sekitar 3 dari 100 anak akanmeninggal dunia karena penyakit campak, dan 2 dari 100 anak akan meninggaldunia karena batuk reja serta 1 dari 100 anak akan meninggal karena penyakittetanus. Dari setiap 200.000 anak, 1 anak akan menderita penyakit polio.Berdasarkan laporan WHO, 87 negara dari 193 anggotanya memiliki angkakejadian hepatitis B kronis yang tinggi (≥ 8 %). Pada 2006, 50 % dari 135 juta bayi baru lahir di dunia berisiko terinfeksi hepatitis B sehingga berpotensimenjadi hepatitis kronis B yang dapat berakibat kanker hati.Di Amerika Serikat, penyebaran virus polio liar berhenti sekitar 1979,sementara di Eropa virus tersebut sudah hilang sejak 1991.1
 
Pada tahun 2000 di seluruh dunia dilaporkan 30.000 kasus Difteri dan 3.000orang (10 %) diantaranya meninggal karena Difteri. Sedangkan untuk kasus pertusis diperkirakan 39 juta kasus terjadi dan 297.000 kasus berdampak padakematian di dunia.Indonesia sendiri, UNICEF mencatat sekitar 30.000 - 40.000 anak diIndonesia setiap tahun meninggal karena serangan campak, ini berarti setiapdua puluh menit seorang anak Indonesia meninggal karena campak. Virushepatitis B ditemukan pada 2,1 - 0,7 % ibu hamil. Penularan hepatitis B pada bayi baru lahir saat persalinan dari ibu pengidap penyakit hepatitis B berisikotinggi (sampai dengan 90 %) selanjutnya bayi akan menjadi hepatitis B kronisdan dapat menderita kanker hati kelak. Vaksinasi polio dilakukan sejak 1980,sehingga sepanjang kurun waktu 1995 sampai 2005 tidak ditemukan kasus poliomyelitis. Namun, sejak Maret 2005, ditemukan penderita di Desa Girijaya,kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan 307 anak cacat seumur hidup. Dengan adanya vaksinasi polio rutin dan vaksin tambahandi seluruh Indonesia melalui Pekan Imunisasi Nasional, penyebaran virus dapatdihentikan sehingga sejak 2006 sampai sekarang tidak ditemukan lagi kasus polio baru. Angka kejadian TB masih tinggi, Indonesia menempati urutanketiga setelah India dan Cina. Diperkirakan penderita tuberculosis tahun 2006sekitar 234 orang per 100.000 penduduk. Sedangkan menurut WHO, 175.000orang di Indonesia setiap tahun meninggal dunia karena tuberculosis danterdapat 450.000 kasus baru setiap tahun. Menurut laporan di beberapa RumahSakit di Indonesia, kematian penderita Difteri berkisar 32,5 % - 37,14 %.Indikator keberhasilan pelaksanaan imunisasi diukur dengan pencapaian
Universal Child Immunization
(UCI) desa/kelurahan, yaitu minimal 80% bayidi desa/ kelurahan telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Persentase pencapaian UCI di tingkat desa/kelurahan di Indonesia dari tahun 2004 sampaitahun 2008 cenderung mengalami fluktuasi. Pada tahun 2004 (69,43 %), 2005(76,23 %), 2006 (73,26 %), 2007 (71,18 %), dan 2008 (74,02 %) (Depkes,2008).2
 
Kementerian Kesehatan menargetkan pada tahun 2014 seluruhdesa/kelurahan mencapai 100% UCI atau 90% dari seluruh bayi didesa/kelurahan tersebut memperoleh imunisasi dasar lengkap yang terdiri dariBCG, Hepatitis B, DPT-HB, Polio dan campak. Guna mecapai target 100%UCI desa/kelurahan pada tahun 2014 perlu dilakukan berbagai upaya percepatan melalui Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional untuk mencapaiUCI (GAIN UCI) seperti yang telah ditetapkan dalam Keputusan KementerianKesehatan Republik Indonesia Nomer : 482/MENKES/SK/IV/2010 tentangGerakan Akselarasi Imunisasi Nasional Universal Child Immunization 2010-2014 (GAIN UCI 2010-2014). GAIN UCI merupakan upaya terpadu berbagaisektor terkait dari tingkat Pusat sampai Daerah untuk mengatasi hambatan sertamemberikan dukungan untuk keberhasilan pencapaian UCI desa/kelurahan.Berdasarkan angka kematian balita akibat PD3I yang ada, maka masihsangat diperlukan upaya-upaya dari instasi kesehatan untuk meningkatkan program imunisasi demi terwujudnya eradikasi penyakit terkait PD3I,mengingat masih banyak desa yang merupakan kantong rentan terhadap penyakit khususnya kawasan terisolir. Keberhasilan pelaksanaan programimunisasi sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari semua elemenmasyarakat dan tak lepas dari peran petugas pelayanan kesehataan setempat.Penting bagi mahasiswa FK UNS sebagai calon tenaga medis untumempelajari dasar-dasar imunisasi di tempat pelayanan kesehatan sebagai bekal nantinya saat terjun di tengah-tengah masyarakat.
B.Tujuan
1.Tujuan umum3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->