Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
1
I.
 
PENDAHULUAN
 
1.1
 
Latar Belakang
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesejahteraan masyarakatmenyebabkan tingginya kebutuhan pangan. Penggunaan dan pengalihfungsian lahan pertanianmenjadi pemukiman dan industri mengurangi jumlah lahan produktif. Jumlah lahan yang semakinsempit dan kebutuhan pangan yang terus meningkat mendorong untuk dilakukan budidaya pertaniansecara efektif dan efisien.Saat ini masyarakat telah memiliki kesadaran yang tinggi terhadap keamanan pangan. Bahanmakanan yang dikonsumsi dipilih secara selektif untuk kesehatan jangka panjang. Tingginyapermintaan tersebut mendorong peningkatan pertumbuhan industri pertanian . Perkembangan industripertanian juga terjadi pada kegiatan budidaya. Untuk bahan pangan tertentu seperti buah dan sayuran,kegiatan budidaya mengarah pada pemakaian
greenhouse
. Budidaya pertanian dalam
greenhouse
 dapat mengurangi ketidakpastian dan memperbesar harapan perolehan keuntungan yang banyak.Lingkungan dalam
greenhouse
dapat dengan mudah diatur dibandingkan lingkungan luar. Hasil yangdiperoleh dapat memiliki kualitas yang lebih baik sehingga dapat memenuhi permintaan masyarakatterhadap kualitas pangan yang lebih baik.Perkembangan penggunaan
greenhouse
mempengaruhi kebutuhan tenaga kerja. Untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh kegiatan pemanenan. Buah yangakan dipanen harus dipanen tepat waktu dengan tingkat kematangan tertentu. Buah yang dihasilkandalam suatu pohon tidak matang dalam waktu bersamaan sehingga pemanenan perlu dilakukan secaraselektif. Pemanenan hanya dilakukan pada buah yang telah matang sedangkan buah yang belummatang dibiarkan dipohon. Pemanenan yang kurang tepat akan mempengaruhi kualitas hasil produksiyang dapat menurunkan harga jual. Pemanenan dengan tenaga manusia sering kali diperoleh tingkatkematangan buah yang tidak seragam oleh karena itu dibutuhkan suatu alat yang bisa melakukan
 pemanenan secara selektif. Ketidakseragaman terjadi karena perbedaan “rasa” atau sensitifitas
pancaindera. Perbedaan sensitifitas pancaindera antara orang yang satu dan lainnya berbedatergantung pada pengalaman orang tersebut dalam menentukan kematangan. Sensitifitas pancaindera juga dapat dipengaruhi oleh keadaan orang yang sama, misalnya saat sehat dan sakit, atau saat fit danlelah. Untuk menjamin kualitas tersebut maka muncul ide untuk membuat robot pemanen.
Robot pemanen diharapkan mampu memanen dengan “cerdas” yaitu memanen buah sesuai
dengan tingkat kematangan yang diharapkan. Tentunya robot perlu diberi kecerdasan buatan
(artificial intelligence)
sehingga mampu berpikir sendiri dalam menerjemahkan dan menjalankanperintah. Hal lain yang dibutuhkan yaitu sensor yang dapat berfungsi sebagai pengindera. Kriteriatingkat kematangan diuji dengan sensor-sensor sehingga diperoleh nilai kematangan dalam angka
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more