Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
66311753 Hirarki Hukum RI

66311753 Hirarki Hukum RI

Ratings: (0)|Views: 812|Likes:
Published by Willy Pratama

More info:

Published by: Willy Pratama on Jun 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/18/2012

pdf

text

original

 
HIRARKI PERUNDANGAN-UNDANGAN RI
BerdasarkanKetetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No.I/MPR/2003tentang
 Peninjauan Terhadap Materi dan Status Hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusya waratan Rakyat  Republik Indonesia Tahun 1960 Sampai Dengan Tahun 2002
(selanjutnyadisingkat TAPMPR No.I/MPR/2003) yang berisi peninjauan kembali (
legislative review
) terhadap lebihdari 130 TAP MPR (S) dalam Pasal 4 TAP MPR tersebutdikatakan bahwa antara lain :
TAP MPR No. III/MPR/2000 tetap berlaku sampai dengan terbentuknya undang-undang.
 Menjadi pertanyaan kita UU apa yang akan menggantikannya. Berdasarkan penapsiransebagaimana tersebut diatas, maka UU yang dimaksud menurut hemat penulis ada duayaitu : UU tentang Mahkamah Konstitusi(UU No. 24/2003) dan UU tentang PembentukanPeraturan Perundang-undangandisingkat UU-P3 (UU No. 10/2004). Setelah lahirnya UU-P3 sebagai pengganti(bukan mencabut) TAP MPR No. III/MPR/2000, maka berdasarkanPasal 7 UU-P3 danPenjelasannya ditambah juga interpretasi seperti diatas, maka jenis dantataurutan/susunan (hirarki) peraturan perundang-undangan sekarang adalah sebagaiberikut:1.UUD-RI (tanpaembel-embel 1945, karena esensinya sudah berubah sama sekali setelahdilakukanamandemen sebanyak empat kali dibandingkan dengan UUD 1945, dan perubahan yangterjadi lebih dari 90%, sehingga menurut Penulis lebih baik disebutUndang-Undang Dasar Republik Indonesia, disingkat (UUD-RI);2.TAP MPR (ke depanmungkin tidak akan dikeluarkan lagi bentuk TAP MPR sebagai jenis peraturanperundang-undangan karena MPR bukan lagi sebagai lembaga tertingginegarapemegang kedaulatan rakyat melainkan sekedar sebagai lembaga negarayangbersifat “forum” yang eksis kalau ada
 joint session
antara DPR dan DPD);3.Undang-undang(UU)/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu);4.PeraturanPemerintah (PP);5.Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan lembaga negara atau organ/badan negarayangdianggap sederajat dengan Presiden antara lain : Peraturan Kepala BPK,PeraturanBank Indonesia, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), PeraturanMahkamah Agung,Peraturan Mahkamah Konstitusi, Peraturan Komisi Yudisial,
 
6. Peraturan Menteri(Permen) sepanjang diperintahkan atau didelegasikan secara tegas oleh peraturanperundang-undangan di atasnya.7.Peraturan KepalaLPND/Komisi/Badan/atau Peraturan Ditjen suatu Departemen,sepanjangdiperintahkan atau didelegasikan secara tegas oleh peraturan perundang-undangandi atasnya;8.Peraturan DaerahPropinsi;9.PeraturanGubernur Propinsi;10.Peraturan Daerah Kabupaten/Kota;11.Peraturan Bupati/Walikota;12.Peraturan Desa (Perdesa).Dasar hukum pembentukan peraturanperundang-undangan tingkat daerah ini di sampingTAP MPR No. III/MPR/2000adalah Pasal 18 ayat (1) huruf d UU No.22/1999 tentangPemerintahan Daerah(untuk Perda), Pasal 72 UU No.22/1999 untuk Keputusan KepalaDaerah yang bersifat pengaturan (
regeling),
dan Pasal 104 dan Pasal 105 UUNo.22/1999untuk Peraturan Desa (yang sejenis misalnya Nagari). Sekarang UUNo.22/1999 telahdiganti dengan UU No.32/2004. Pasal-pasal yang berkaitan dengan pembentukan Perdaadalah Pasal 136 s/d Pasal 147 UU No.32/2004. Disamping itu secara konstitusional Perdadan peraturan-peraturan lain untuk menjalankan otonomi daerah mendapatkan dasakonstitusionalnya dalam Pasal 18 ayat (6) UUD-RI yang berbunyi :
 Pemerintah daerahberhak menetapka nperaturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakanotonomi dan tugas pembantuan.
Tata cara pembentukan perundang-undangan di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan.
 
Di dalamnya termuat hirarki atau tata urut peraturan perundangundangan yang berlaku diIndonesia. Yaitu;1. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2. Undang undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undangundang;3. Peraturan Pemerintah;4. Peraturan Presiden;5. Peraturan Lembaga Negara Non Pemerintah;6. Peraturan Menteri;7. Peraturan Lembaga Negara Non Departemen;8. Peraturan Daerah;9. Peraturan Gubernur;10. 10.Peraturan Bupati/Walikota;11. Peraturan Kepala Desa.Ketentuan tersebut tersurat dalam Pasal Pasa 7 ayat (1) UU No. 10 Tahun 2004 tentangPembentukan Peraturan Perundangundangan yang berbunyi:(1) Jenis dan hierarki Peraturan Perundangndangan adalah sebagai berikut:a. UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; b. UndangUndang/ Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang;c. Peraturan Pemerintah;d. Peraturan Presiden;e. Peraturan Daerah.(2) Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e meliputi:a. Peraturan Daerah provinsi dibuat oleh dewan perwakilan rakyat daerah provinsi bersamadengan gubernur; b. Peraturan Daerah kabupaten/kota dibuat oleh dewan perwakilan rakyat daerahkabupaten/kota bersamabupati/walikota;c. Peraturan Desa/peraturan yang setingkat, dibuat oleh badan perwakilan desa atau namalainnya bersama dengan kepala desa atau nama lainnya. Dalam suatu sistem hukum, peraturanperaturan hukum dikehendaki tidak ada yang bertentangan satu sama lain. Sesuaidengan toeri hirarki hukum, makaasas peraturan perundanganundangan menyatakan bahwa peraturan hukum yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangundangan di atasnya sebagaimana asas hukum “Lex Superior Derogat LegiInfriori”. Asas hukum ini mengisyaratkan ketika terjadi konflik antara peraturan perundangundangan yang lebih tinggi dengan peraturan perundangundanganyang lebih rendah, maka aturan yang lebih tinggi berdasar hirarkinya harus didahulukandan aturan yang lebih rendah harus disisihkanSumber:http://id.shvoong.com/law-and-politics/criminal-law/2169829-hirarki-peraturan- perundangundangan-di-indonesia/#ixzz1ozpOQ3vo

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->