Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dalam bidang perikanan

Dalam bidang perikanan

Ratings: (0)|Views: 1,765 |Likes:
Published by trie_aras

More info:

Published by: trie_aras on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
Dalam bidang perikanan, kebutuhan adanya penerapan teknologi sangat dinantikan, mengingatadanya penangkapan ikan yang melebihi potensi lestari (over fishing), banyaknya terumbukarang yang rusak dan dengan adanyapeningkatan konsumsi ikan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sarwono mengakuiadanyakebutuhan penerapan teknologi, tetapi ia juga mengakui adanya ketakutan padadampak penerapan teknologi tinggi.Penelitian bioteknologi dalam bidang perikanan, diutamakan pada tiga kelompok, yaitu:akuakultur, pemanfaatan produksi alam dan prosesingbahan makanan yang bernilai ekonomitinggi. Pengembangan bioteknologi di bidang akuakulturmeliputi seleksi, hibridasi, rekayasakromosom dan pendekatan biologi molekuler sepertitransgenik sangat dibutuhkan untuk menyediakan benih dan induk ikan.
Penelitian bioteknologi dalam bidang perikanan, di utamakan pada tiga kelompok,yaitu: akuakultur,pemanfaatan produksi alam dan prosesing bahan makanan yang bernilaiekonomi tinggi. Pengembanganbioteknologi di bidang akuakultur meliputi seleksi, hibridasi,rekayasa kromosom dan pendekatan biologimolekuler seperti transgenik sangat dibutuhkanuntuk menyediakan benih dan induk ikan.Padaakuakultur, program peningkatan sistem kekebalan ikan telah dilakukan denganmenggunakan vaksin,imunostimulan, probiotik dan bioremediasi. Vaksin dapat memacuproduksi antibiotik spesifik dan hanyaefektif untuk mencegah satu patogen tertentu.Imunostimulan merupakan teknik meningkatkankekebalan yang non spesifik, misalnyalipopolysaccharide dan B-glucan yang telah diterapkan untuk ikandan udang di Indonesia.Probiotik diaplikasikan pada pakan atau dalam lingkungan perairan budidayasebagaipenyeimbang mikroba dalam pencernaan dan lingkungan perairan.Pada tahun 1980 penelitiantransgenik pada ikan telah dimulai dengan mengintroduksi gentertentu kepada organisme hidup lainnyaserta mengamati fungsinya secara in vitro. Dalamteknik ini, gen asing hasil isolasi diinjeksi secara makroke dalam telur untuk memproduksigalur ikan yang mengandung gen asing tersebut. Hal-hal yang perludiperhatikan dalampembuatan ikan transgenik, yaitu: 1) isolasi gen (clone DNA) yang akan diinjeksi padatelur,2) identifikasi gen pada anak ikan yang telah mendapatkan injeksi gen asing tadi, dan 3)keragamandari turunan ikan yang diinjeksi gen asing tersebut.
Enzim yang dihasilkan dari bakteri laut merupakan bahan penting dalam bioteknologi karenasifatnya yang sangat spesifik dan jarang ditemukan pada daerah darat. Beberapa merupakanorganisme yang resisten terhadap garam yang merupakan hal yang sangat spesifik diperlukandalam proses industri. Sebagai contoh enzim protease ekstraseluler yang merupakan bahanpenting dan dapat digunakan dalam industri deterjen dan industri bahan pembersih seperti padapencucian membran
reverse-osmosis 
. Jenis bakteri
Vibrio 
spp., yang dikenal sebagai salahsatu penyebab penyakit pada ikan dan udang ternyata menghasilkan berbagai macam enzim
 
protease ekstraseluler.
Vibrio alginolyticus 
, menghasilkan 6 jenis protease, termasuk didalamnya enzim yang tidak umum yaitu enzim yang tahan terhadap deterjen dan enzim
alkaline serine exoprotease 
. Bakteri ini juga menghasilkan
collagenase 
, yaitu suatu jenis enzim yangdapat diaplikasikan dalam berbagai industri dan penerapan komersial, termasuk di dalamnyakemampuan dalam mendispersi sel-sel dalam kultur jaringan.
Alteromonasspp 
, yang diisolasidari laut juga dilaporkan beberapa jenis di antaranya mampu menghasilkan enzim proteaseyang memiliki kemampuan dalam proses penghambatan pertumbuhan beberapa jenis bakterilainnya. Bahan inhibitor yang diidentifikasi ternyata mengandung dua bahan penting yaitumarinostatin yang dibangun dari 12 sampai 14 asam-asam amino, sedangkan bahan lainnyadikenal sebagai monostatin yang dibangun dari
glycoprotein 
(Imada, 2000). Enzim
alkaline serine protease 
yang termasuk dalam famili subtilisin juga ditemukan di beberapa jenis bakterilaut, antara lain pada bakteri laut
psychrophilic 
yang hidup di laut dengan suhu rendah/dingin(Alfredsson,
et al 
., 1995).
Potensi Sumberdaya Laut
 Indonesia yang memiliki panjang pantai 81.000 km; 17.508 pulau; dan luas laut terbesar
 
di
duniayaitu 5,8 juta km
2
wilayah laut/perairan, dihuni oleh kekayaan biota perairan yang besar, berupalebih dari 2.000 jenis ikan; 850 jenis
sponge
, 910 jenis koral dan 4.500 jenis ikan karang atau20% jenis ikan dunia (Subiyanto dan Djohani, 2000), merupakan wilayah pusat kekayaanbiodiversitas dunia. Sebagai negara dengan
marine biodiversity
terbesar
di
dunia (Allen, 2003),Indonesia memiliki potensi Industri bioteknologi
kelautan
terbesar
di
dunia. Potensi nilaiekonomi industri bioteknologi
kelautan
sangatlah besar yaitu sekitar 4 kali lebih besar dariindustri semikonduktor (
 Information Technology
) dunia pada tahun 2002 (Ministry of MaritimeAffairs and Fisheries, Republic of Korea, 2002).
).
 
Bioteknologi dan Perkembangannya
 Bioteknologi merupakanpemanfaatan prinsip
 – 
prinsip ilmiah dan kerekayasaan terhadaporganisme, sistem atau proses biologis untuk menghasilkan dan atau meningkatkan potensiorganisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.Bioteknologi merupakan.cabang ilmu biologi yang relatif baru dibanding disiplin ilmu lainnya,meski demikian
 
bidang
ini mampu berkembang pesat seiring ditemukannya teknik dan peralatanmodern seperti (PCR)
Polymerase Chain Reaction
,
Sequencer 
, dan
 Microarray
serta berbagaiperalatan lain yang berukuran nano. Dalam perkembangannya, bioteknologi diterapkan padaberbagai
 
bidang
kehidupan seperti lingkungan, pertanian, perikanan,
kelautan
, peternakan,farmasi dan kedokteran yang terkait dengan upaya pemanfaatan sumberdaya hayati.Berkembangnya bioteknologi membuka peluang besar dalam transfer gen tanpa batas, baik antarspesies maupun antar famili bahkan antar kelompok takson yang lebih jauh.Para ahli biologi (dan disiplin ilmu lainnya) telah lama mengetahui manfaat keanekaragamanhayati bagi kehidupan, dan telah dilakukan berbagai upaya untuk optimasi pemanfaatannya.Dengan berkembangnya bioteknologi, upaya pemanfaatan keanekaragaman hayati dapat lebihleluasa dan diharapkan lebih optimal dengan resiko kerusakan lingkungan seminimal mungkin.Upaya untuk pencarian sumberdaya hayati terutama sumber daya genetik dan materi biologi
 
lainnya untuk kepentingan komersial dikenal sebagi “
 Bioprospeksi”
(Moeljopawiro 1999;Muchtar 2001; Anonim 2007). Bioprospeksi bertujuan mengidentifikasi dan mengoleksi spesies-spesies yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara komersial, terutama denganmemanfaatkan teknik bioteknologi, sehingga dapat memberikan nilai tambah komersial.Berkembangnya kegiatan bioprospeksi akan makin mengintensifkan penelitian bioteknologiuntuk memacu perkembangan industri. Industri berbasis bioteknologi berkembang pesat
 
di
 negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, Denmark, Swedia, Jerman, dan negara-negara Eropa Barat lainnya. Dari 25 perusahaan farmasi ternama
di
dunia, 10
di
antaranyamemanfaatkan hasil bioprospeksi pada hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme (Firn 2005;Wikipedia 2007). Pada tahun 1995, perdagangan obat-obatan dunia dari bioprospeksimemberikan pendapatan $US14 miliar. Peningkatan ekonomi neto sebagai dampak darikomersialisasi bioprospeksi khususnya
bidang
pertanian
di
Amerika Serikat mencapai $US1,50miliar pada tahun 2001, dan meningkat menjadi hampir $US2 miliar pada tahun 2003 (Muchtar2001). Oleh karena itu, kita harus dengan segera mengembangkan diri agar mampu mengusaibioteknologi dan agar mampu mensejajarkan diri dengan negara-negara lain yang telah majudalam
aplikasi
bioteknologinya agar nantinya mampu memanfaatkan dan melindungisumberdaya genetik yang kita miliki sebagai aset masa depan bangsa.
Penerapan Bioteknologi dalam pemanfaatan sumberdaya laut di Indonesia
 Fakta bahwa laut adalah bagian dunia yang menutup hampir 70% planet bumi ini, namunternyata belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan berkembangan bioteknologi diharapkanpemanfaatan sumber daya laut lebih optimal. Oleh karena itu tidak mengherankan bila banyak negara berani berinvestasi secara besar-besaran dalam pengembangan bioteknologi
 
kelautan
.USA telah menghabiskan dana riset dalam
bidang
bioteknologi
kelautan
dan perikanan mulaitahun 1984 diperkirakan sebesar $181 juta dan telah menghasilkan sekitar 170 paten. SementaraJepang, telah menghabiskan dana tidak kurang dari $200 juta melalui Kementerian Perdagangandan Industri Internasional yang mendorong berdirinya dua pusat riset Bioteknologi
Kelautan
 (Attaway
and 
Grimes, 1995). Jepang menempatkan perhatiannya pada riset bioteknologi
 
kelautan
dan perikanan bukan hanya dalam rangka mendata potensi sumberdaya
di
wilayah lautJepang saja tetapi telah meluas ke daerah lain yang telah dilengkapi dengan kapal riset
Sohgen-maru
dengan tonase 3.200 ton. Semua usaha ini menandakan adanya perhatian bahwaBioteknologi
Kelautan
 
merupakan “
the greatest remaining technological and industrial frontier 
” dalam menjawab tantangan abad ini. Pengharapan terhadap pemanfaatan sumberdaya
laut memang sangat besar, sebagaimana yang dinyatakan oleh
Federal Coordinating Council for Science, Engineering and Technology
, Washington D.C. (1992) dalam
 Biotechnology for 21
st 
 century
, sebagai berikut “
 A national vision for development of marine biotechnology will lead toapplication useful to many industries, and ultimately, the American consumer and world markets
”. Pernyataan ini sejalan dengan apa yang telah dihasilkan oleh USA, bahwa dengan
kekuatan bioteknologi
 
kelautan
USA mampu meraup devisa sebesar $40 miliar/tahun.Harapan peran bioteknologi dalam optimalisasi pemanfaatan sumberdaya laut
di
Indonesiatidaklah berlebihan, karena dari laut tersimpan potensi perikanan dan organisme perairan lainnyayang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan, pakan, obat-obatan dan material baru. Ikan,udang, kerang dan produk perikanan lainnya merupakan penyedia bahan pangan dunia yangpenting dan cenderung terus mengalami peningkatan. Seperti diketahui bahwa sumber proteinhewani yang tinggi terdapat pada ikan contohnya : omega 3. Bahkan kebutuhan konsumsipangan dari laut diperkirakan akan mengalami peningkatan yang tajam sekitar 70% pada kurun

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Unny Sb liked this
Linda Noviana liked this
Imoet Binti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->