Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 
95
QAIDAH FIQHIYYAH DASAR
Agama Islam adalah agama Syariah artinya agama yang berdasarkan padahukum dalam melaksanakan ibadahnya. Sumberhukum Islam diambil
 pertama
dariAlkitab,
kedua
dari Al
 – 
Sunnah dan
ketiga
dari hasil Ijtihad. Hal ini seperti yangdijelaskan dalam sebuah hadits, saat Rasulullah bertanya pada seorang sahabta,Muadz , yaitu
 Berkata nabi Saw kepada Muadz ra. Ketika diutus ke Yaman. Bagaimana kamumemutuskan jika dihadapkan kepadamu satu keputusan? Ia menjawab, Aku akanmemutuskan dengan Kitab Allah. Nabi berkata, bagaimana jika tidak kamu temukandalam Kitab Allah? Ia menjawab aku akan putuskan dengan Sunnah rasulullah. Nabiberkata, Jika tidak kamu temukan dalam sunnah Rasulullah? Ia menjawab Aku akanberijtihad dengan pendapatku dan tidak akan menyia-nyiakan. Lalu Rasulullah
menepuk dadanya dan berkata “ Segala puji bagi Allah yang telah mencocokan(pendapat) seorang utusan dengan Rasulullah terhadap apa yang Rasulullah rido’i.
 
Ijtaihad sebagai sumberhukum yang ke tiga dapat didefinisikan :
 
 
 
96Ijtihad ialah mencurahkan segala kemampuan untuk memperoleh hukum syaradengan jalan
 Istinbath
( mengambil kesimpulan / penelitian) dari Kitab dab Sunnah.Dan ijtihad sebagai sumberhukum yang ke tiga didasarkan kepada sebuahhadits nabi :
 
Seseorang dapat berijtihad apabila dapat memenuhi syarat-syaratny adapunSyarat Ijtihad:! 1)Memahami Nash
 – 
nash al-kitab dan al-Sunnah 2).MemahamiIlmu
 – 
ilmu Bahasa Arab 3). Memahami Ilmu Ushul Fiqih. Orang yang berijtihaddisebut mujtahid, dan mujtahid itu memiliki tingkatan-tingkatan, dan macam-macamnya yaitu
 
1). Mujtahid fi al-
 syar’i, 2) Mujtahid Muntashib, 3)
.Mujtahid fi al- Madzhab, 4) Mujtahid Murajjih 5) mujtahid Muwazin, 6)Mujtahis Muhafizl, 7). Mujtahid muqallid.
Di dalam berijtihad seorang mujtahid hendaknya melakukan langkah-langkah.Adapun langkah-langkahnya, mengkaji dohir nash quran dan sunnah, lalu mafhumnya2) mengkaji pekerjaan Nabi, 3) takrir nabi, 4) Ijma shahabat, 5) QiyasDan jika mendapat kesulitan 6) Tawakuf / berpegang pada asalnyaQaidah-qaidah Fiqhiyyah adalah qaidah yang dibuat oleh para ahli Ijtihadyang diistinbath dari Alquran atau hadits Rasul untuk memudahkan dalam berijtihaduntuk menentukan sebuah keputusan hukum. Dan dalam kaitan ini qaidah itusangatlah penting sebagai suatu rumus atau patokan dalam berijtihad.
 
 
97
KAIDAH FIQHIYYAH TENTANG “NIAT
 Siapa yang mengharapkan pahala dunia pasti kami akan memberinya daridunia dan siapa yang mengharap pahala akhiraat kami akan memberinya dari padanyaSabda Nabi SAW : sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat dansesungguhnya seseorang tergantung apa yang ia niatkan
-
 
Siapa yang berutang ia berniat untuk membayarnya maka Allah akanmembayarnya pada hari kiamat, dan siapa yang berutang ia berniat untuk tidak 
membayarnya kemudian ia meninggal maka Allah berfirman ‘Sesungguhnya aku
akan mengambil hak hambaku kemudian diambil dari padanya (yang berutang)kebaikannya lalu di berikan pada kebaikan yang lain, jika ia tidak mempunyaikebaikan di ambil dari kejelekan yang lain lalu di bebankan kepadanya
-
 
Siapa yang datang ke tempat tidurnya ia berniat untuk shalat kepada Allah,kemudian matanya mengalahkan dia (tidur nyenyak) sampai pagi hari maka Allah
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more