Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MITOS-MITOS LOKAL BERHADAPAN DENGAN MITOS-MITOS GLOBAL: SUATU REFLEKSI TENTANG EKSISTENSI MITOS TIMOR-DAWAN

MITOS-MITOS LOKAL BERHADAPAN DENGAN MITOS-MITOS GLOBAL: SUATU REFLEKSI TENTANG EKSISTENSI MITOS TIMOR-DAWAN

Ratings: (0)|Views: 1,384|Likes:
Published by ymanhitu
Sebuah tulisan yang berisikan refleksi tentang realitas mitos-mitos lokal (khususnya mitos-mitos Timor-Dawan) yang berhadapan dengan mitos-mitos global
Sebuah tulisan yang berisikan refleksi tentang realitas mitos-mitos lokal (khususnya mitos-mitos Timor-Dawan) yang berhadapan dengan mitos-mitos global

More info:

Published by: ymanhitu on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/23/2013

pdf

text

original

 
1
MITOS-MITOS LOKAL BERHADAPAN DENGAN MITOS-MITOS GLOBAL:SUATU REFLEKSI TENTANG EKSISTENSI MITOS TIMOR-DAWAN
Yohanes Manhitu
 
PENDAHULUAN
Kita hidup di sebuah zaman, di mana isu-isu global terus-menerus meneroboshampir seluruh aspek kehidupan manusia di berbagai belahan dunia, termasuk pelosok-pelosok negeri kita yang sebelumnya terisolasi dari pengaruh dunia luar. Disadari atautidak, isu-isu tersebut kini menjadi konsumsi kita sehari-hari sebagai topik pembicaraan,dari tingkat obrolan di meja makan atau di warung kopi yang memicu debat kusir, hinggaulasan mendalam dan menyeluruh di media televisi oleh pakar-pakar berkelas dunia. Adaisu yang menarik perhatian dan menggairahkan semangat hidup yang sedang surut. Adapula juga yang membebani pikiran kita, terlebih jika isu-isu itu menimbulkankekhawatiran dan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Istilah
Global Village
(Dusun Global) yang selalu dihubungkan denganMarshallMcLuhan
1
,
 
yang populer melalui dua bukunya yang masing-masing berjudul
 (1962) dan 
 (1964) membangkitkan kesadaran bahwa kita hidup di suatu dunia yang seolah-seolahsemakin menyempit. Di era kemajuan teknologi informasi ini, kita seakan-akan hidup didusun yang sama walaupun mungkin tidak sempat berhadapan muka. Dan di dusun yangsama, banyak hal terus melekat pada kelompok tertentu dan dianggap sebagai hal-halyang bersifat lokal. Dan ada pula hal-hal yang telah diterima dan diyakini bersama, baik secara sukarela maupun terpaksa,
dan diberi label ‟global‟
, yang tidak jarang mendesak hal-hal yang berlabel
lokal
sehingga semakin kehilangan ruang hidup.Kehadiran dusun global dengan arus globalisasinya itu setali tiga uang dengandua sisi mata uang. Di satu sisi, kita boleh berbesar hati bahwa kita telah menjadi wargaglobal dengan kemungkinan akses antarbangsa yang lebih luas dan bahkan sangat luashingga nyaris tak terbatas. Ini suatu hal yang barangkali tidak pernah dibayangkansebelumnya dan merupakan anugerah ilahi melalui tangan-tangan kreatif manusia yangpatut disyukuri. Tetapi di sisi lain, kita harus sungguh-sungguh arif-bijaksana dalammenyikapi kemungkinan hanyutnya banyak aset budaya lokal oleh arus globalisasi yangkian deras. Sebagai suatu bangsa yang berkebudayaan adiluhung yang sangat menjunjungtinggi moto Bhinneka Tunggal Ika dengan memajukan ketunggalikaan tanpamengorbankan kebhinekaan, kita patut mengaktifkan radar kearifan kita dalam menyikapikecenderungan-kecenderungan global yang muncul dari waktu ke waktu, yang dapatmenimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat lokal. Salah satu dampak negatif globalisasi terhadap kehidupan masyarakat lokal adalah tergesernya peranan
Yohanes Manhitu adalah penulis, penerjemah, peminat bahasa dan sastra, pengajar lepas bahasa Spanyoldan Tetun (Timor-Leste). Tulisan-tulisannya dapat dibaca dihttp://ymanhitu.blogspot.comdanhttp://ymanhitu-works.blogspot.com.Pertanyaan-pertanyaan tentang makalah ini dapat dikirimkan kealamat
e-mail
1
Marshall McLuhanadalah seorang filsuf Kanada yang kadang-
kadang dianggap sebagai ”bapak duniamaya”. Silakan baca lebih lengkap di 
 
2mitos-mitos lokal, yang mau tidak mau berhadapan dengan mitos-mitos global yangmenerobos berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat melalui berbagai mediakomunikasi, misalnya televisi, yang mudah diakses berbagai lapisan masyarakat.Makalah ini dimaksudkan untuk secara sekilas menyoroti
realitas ‟konflik‟ yang
terjadi antara mitos-mitos lokal dan mitos-mitos global di masyarakat Dawan, yangberdiam di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.Tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa realitas yang mirip atau sama juga dapatditemukan di daerah-daerah lain di Indonesia, khususnya di Timor Barat (NTT).
ARTI ’MITOS’, ’LOKAL’, DAN ’GLOBAL’
 
Berikut ini adalah arti mitos lokal dan mitos global menurut kamus:a. MitosSecara etimologis,
“mitos”
berasal dari kata Yunani
mythos
yang berartiomongan, pikiran, kisah, atau dongeng yang tidak diketahui asal-usulnya.
2
Menurut
Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English, Sixth Edition
 
(OxfordUniversity Press, 2000),
myth
(mitos) berarti (1)
a story from ancient times, especiallyone that was told to explain natural events or to describe the early history of a people
 (suatu cerita dari zaman purbakala, khususnya yang diceritakan untuk menjelaskankejadian-kejadian alam atau untuk menggambarkan sejarah awal suatu bangsa) (2)
something that many people believe but that does not exist or is false
(sesuatu yangdiyakini banyak orang tetapi tidak ada atau tidak benar).b. Lokal
Berarti „di suatu tempat‟ atau
 
„setempat‟.
(KBBI, 1999). Dalam hal ini masyarakatTimor-Dawan, khususnya yang mendiami wilayah Timor Tengah Utara (TTU).c. GlobalKBBI menyebutkan dua
definisi kata ‟global‟: (1) secara umum dan keseluruhan
(2) bersangkut-paut, mengenai, ke ruang lingkup dunia. Dalam hal ini, meliputi seluruhdunia tetapi berada di luar wilayah kehidupan masyarakat Dawan (TTU).
MITOS-MITOS LOKAL DAN MITOS-MITOS GLOBAL
Berlandaskan makna kamus di atas, dapat dirumuskan bahwa mitos-mitos lokaladalah cerita-cerita tentang asal-usul atau kejadian alam masyarakat setempat atau hal-halyang diyakini masyarakat di suatu tempat walaupun belum terbukti benar. Sedangkanmitos-mitos global adalah hal-hal yang diyakini secara umum atau menyeluruh danmencakup seluruh dunia meskipun kebenarannya belum terbukti.
2
Dikutip dari Online Etymology Dictionary <http://www.etymonline.com/index.php?term=myth>
 
3Berikut ini, kita akan melihat beberapa contoh mitos masyarakat Dawan (
 Atoin- Metô
) dan posisinya di hadapan mitos-mitos atau keyakinan global. Untuk memudahkanpembahasannya, mitos-mitos tersebut kita bagi kedalam beberapa kelompok.
1. Lingkungan Keluarga
a.
 
Kisah kepahlawanan para leluhur: Setiap keluarga di Timor (Dawan) mempunyaikisah tentang kepahlawan para leluhurnya dan keberanian mereka mengarungilautan dan mengatasi berbagai kesulitan hingga tiba di tanah Timor. Kisah sepertiini sangat penting untuk memelihara harkat, martabat, dan semangat juang suatukeluarga (besar). Tetapi sekarang kisah-kisah ini tampaknya kalah populer dengankisah-kisah pahlawan impor yang menjadi representasi mitos global.b.
 
A
dalah ‟keramat‟ sehin
gga tidak boleh menggoyang kaki saat duduk di kursi(karena ibu/bapak akan meninggal), menengadah ketika seorang perempuanmenaiki tangga ke atau sedang berada di loteng (karena bisa buta), menyanyiketika makan (tidak bisa menakar persediaan pangan), menggaris-garis dengantujuan untuk bermain saja
(bisa membuat ‟empunya tanah‟ m
urka), duduk di pintu(bisa sulit bernapas), bermain-main air secara berlebihan (bisa ditelan buaya), dll.Semua mitos ini harus dipandang sebagai ajaran moral dengan metode lama yangtetap mengandung kebenaran bila ditafsirkan dengan konteks lama pula. Arusglobal yang ikuti pola pikir serba rasional bisa begitu saja menggerus semua ini.c.
 
Lelaki memegang kapak, perempuan memegang pemintal atau pria membuat,wanita memelihara. Ini mitos lokal yang menunjukkan pembagian tugastradisional di dalam rumah tangga demi kesejahteraan bersama, tanpa bermaksudmendiskriminasikan jenis kelamin tertentu. Meskipun demikian, tidak dapatdipungkiri bahwa terjadi penafsiran yang tergesa-gesa dan keliru sehinggaperempuan sering diposisikan secara inferior. Mitos global lebih menekankankesederajatan hampir dalam segala aspek kehidupan dan bisa mengabaikan nilai-nilai lokal sehingga menghasilkan loncatan yang terkesan mendadak dan sangat jauh. Dewasa ini banyak keluarga di Timor, khususnya TTU, yang terpaksa harustercerai-berai karena para ibu rumah tangga meninggalkan anak-anak dan suamimereka untuk menjadi TKW di luar negeri. Ini juga akibat tekanan ekonomisesuai dengan tuntutan global.
2. Lingkungan Alam
a.
 
Tanah itu ada empunya (
naijane nmuî in tuan
): Karena mitos ini, orang Timorpada masa silam sangat menghormati tanah dan segala isinya. Setiap penggaliantanah dengan kedalaman tertentu, misalnya untuk kuburan, akan didahului doa
‟membuka
 
tanah‟. Orang yakin bahwa menggali tanah tanpa tujuan yang jelas
sama dengan melukai bumi. Tetapi pada era globalisasi ini sudah berapa banyak lupa yang diderita pertiwi, khususnya di Timor, dan lebih khusus lagi TTU?b.
 
Batu dan pohon berpenunggu (
 fatu nok in tuan, haube nok in tuan
): Tidak setiapbatu, bukit, atau gunung bisa didaki semau-maunya. Begitu pula, tidak setiappohon bisa dipanjat, apalagi ditebang. Karena ada empunya, orang tidak bolehberbuat sekehendak hatinya, sebab akibatnya bisa fatal. Mitos ini harus dipandang

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Maria Christy liked this
Sony Ase liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->