Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
8Activity
×
P. 1
Aspek Pembelajaran Bahasa Indonesia

Aspek Pembelajaran Bahasa Indonesia

Ratings: (0)|Views: 5,871|Likes:
Published by Adhy Tau Nungaiya

More info:

Published by: Adhy Tau Nungaiya on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/16/2013

pdf

text

original

 
ASPEK-ASPEK PEMBELAJARAN BAHASAA.MENDENGARKAN
Mendengarkan atau menyimak merupakan bentuk komunikasi lisan yang bersifat reseptif.Mendengarkan dilakukan dengan atensi dan intensi. Pendengar harus memasang telinga baik-baik, memusatkan konsentrasi, dan menimbulkan suatu kebutuhan untuk memperolehinformasi. Hal ini berbeda dengan kegiatan mendengar yang berarti
dalam keadaan mampuatau dapat menangkap suatu bunyi/suara dengan telinga.
Meskipun demikian, mendengar danmendengarkan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.Kegiatan mendengarkan terdiri atas tindakan mendengar, memahami, dan mengapresiasi ataumenanggapi. Ada tiga tahapan penting dalam proses mendengarkan, yaitu:a
.tahap interpretasi 
: pendengar menafsirkan makna atau pesan yang terkandung dalaminformasi yang didengar;b.
tahap evaluasi 
: pendengar membuat penilaian atas informasi yang didengar danmengambil suatu keputusan;c.
tahap reaksi 
: pendengar melakukan suatu tindak lanjut sebagai bentuk respon atautanggapan atas informasi yang didengar.Mendengarkan merupakan tindakan aktif reseptif, pendengar tidak sekadar menerimainformasi, tetapi juga mengolah atau memprosesnya. Dalam proses pengolahan itu terjadiinteraksi aktif antara informasi yang diperoleh dengan informasi/pengetahuan awal yangdimiliki pendengar. Kemampuan pendengar memahami dan memproses informasi sangatdipengaruhi oleh tujuan mendengarkan serta wawasan yang dimiliki.Pembelajaran mendengarkan tidak disajikan secara terlepas, tetapi terpadu (
integrative
)dengan aspek-aspek pembelajaran bahasan yang lain, misalnya dikaitkan denganpembelajaran menulis dan berbicara. Hal ini sejalan dengan rambu-rambu yang terdapatdalam pengantar Standar Isi 2006 KTSP yang mengatakan bahwa pembelajaran bahasamencakup aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis yang dilaksanakan secaraterpadu dan dengan porsi yang seimbang.Kegiatan mendengarkan atau menyimak untuk siswa SMA dan MA sangat beragam.Berdasarkan bahan atau sumber simakan, kegiatan mendengarkan tersebut meliputi
mendengarkan siaran berita radio dan televisi, sambutan atau khotbah, pembicaraan dalamdiskusi atau seminar, wawancara, laporan lisan, cerita secara langsung atau rekaman, pementasan drama, pembacaan cerpen, pembacaan penggalan novel, pembacaan teksdrama,
dan
 pembacaan puisi.
Sedangkan berdasarkan tujuannya, pembelajaran mendengarkan dapat diidentifikasi sebagaiberikut.a.Mendengarkan untuk menangkap ide-ide pokok.b.Mendengarkan untuk menangkap detail-detail penting.c.Mendengarkan untuk memahami urutan peristiwa.d. Mendengarkan untuk membuat prediksi dengan mengembangkan daya imajinasi.e.Mendengarkan melakukan apresiasi karya sastra.Untuk mencapai hasil yang optimal, pembelajaran mendengarkan atau menyimak harusdikembangkan dengan berstrategi. Ada 3 tahap strategi pembelajaran menyimak yang harusdilewati, yaitu:
1
 
a.
tahap pramenyimak 
: guru membangkitkan skemata siswa, yaitu pengetahuan awal danpengalaman hidup siswa yang berhubungan dengan topik simakan. Hal ini bisa dilakukansecara visual dengan menunjukkan sebuah gambar yang menarik;b.
tahap menyimak 
: secara garis besar meliputi proses interpretasi/memahami danmengevaluasinya;c.
tahap pascamenyimak:
yaitu tahap pengukuhan atas pengetahuan baru yang diraih siswa,dilanjutkan dengan memotivasi dan memfasilitasi siswa untuk melakukan reaksi positif baiksecara lisan dan tertulis
B.BERBICARA
Keterampilan berbahasa ada 4, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Darike-4 keterampilan berbahasa tersebut, yang paling menonjol pemakaiannya di masyarakatadalah berbicara. Pembelajaran keterampilan berbicara di SMA dan MA bertujuan melatih danmengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan bahasa secara lisan untukmengemukakan pendapat, perasaan, menjalin komunikasi, dan melakukan interaksi sosialdengan anggota masyarakat yang lainKompetensi berbicara yang ingin dicapai mencakup kemampuan
melafalkan secara tepat (menggunakan artikulasi secara tepat), memilih kata (diksi), menggunakan intonasi dan irama,berbicara untuk mengemukakan pendapat, berbicara untuk menyampaikan informasi,berbicara untuk berinteraks dan berdiskusi,
serta
berbicara untuk menyampaikan hasil reproduksi.
Secara umum, keterampilan berbicara dibedakan menjadi berdiskusi, berpidato, wawancara,memberikan tanggapan, menyampaikan informasi, menceritakan suatu peristiwa, danberbicara sastraa. Berdiskusiadalah suatu cara bertukar pendapat antara dua orang atau lebih untuk memperolehkesepakatan atau keputusan bersama. Yang termasuk dalam kegiatan berdiskusi adalahdiskusi kelompok, diskusi panel,
workshop
/ lokakarya, rapat kerja, seminar, konferensi,kongres, simposium, kolokium, sarasehan, cawan ikan (
fish bowl 
), dan debat.b. Berpidatoadalah penyampaian uraian secara lisan tentang suatu hal di depan umum, Langkah-langkah persiapan berpidato adalah sebagai berikut.1.Menentukan topik.2.Menentukan maksud/tujuan.3.Menganalisis situasi dan pendengar.4.Memilih dan merumuskan topik ke dalam ide-ide yang lebih terperinci.5.Mengumpulkan bahan.6.Memahami dan menghayati materi.7.Latihan berpidato.c. Wawancaraadalah suatu cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepadaseseorang (narasumber). Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus disiapkan terlebihdahulu, disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan.d. Memberikan tanggapan
 
adalah kegiatan menyampaikan pendapat tentang sesuatu yang merupakan tanggapan,persetujuan, ketidaksetujuan, kritik, atau dukungan terhadap sesuatu.
2
 
e. Menyampaikan informasiadalah kegiatan memberikan informasi atau berita tentang sesuatu kepada orang lain. Ada tiga hal penting dalam penyampaian informasi, yaitu: keakuratan, kelengkapan, dankejelasan.f. Menceritakan suatu peristiwaadalah kegiatan berbicara yang dilakukan untuk menceritakan kesan pembicara tentangsesuatu atau suatu peristiwa.g. Berbicara sastraYang dimaksud dengan berbicara sastra adalah kegiatan berbicara yang berkaitan dengankarya sastra. Pengembangan kemampuan berbicara sastra meliputi berbalas pantun,musikalisasi puisi, mendongeng, dramatisasi/bermain peran berdasarkan naskah,menceritakan kembali isi cerpen, dan menanggapi secara lisan pementasan karya sastra.Masalah ini secara khusus akan dibicarakan pada aspek sastra.Sasaran penilaian keterampilan berbicara adalahsebagai berikut.1. Topik: kemampuan memilih, menentukan dan memahami topik2. Retorika: kemampuan menyusun dan menyampaikan topik3. Kebahasaan: a. kemampuan menggunakan bahasa bakub. keterampilan menggunakan bahasa secara efektif dan pragmatis4. Sikap/aspek non-bahasa : mimik, pantomimik, suara.
C.MEMBACA
Semakin derasnya arus informasi membuat kemampuan membaca menjadi suatu kemutlakanuntuk dimiliki. Tanpa kemampuan membaca yang baik, niscaya siswa akan kedodoranmengakses informasi yang melimpah tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran membaca yangefisien dan efektif mendapat perhatian besar dalam Standar Isi 2006 KTSP di semua jenjang.Membaca secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses memahami pesan atau informasiyang terkandung dalam suatu teks. Membaca dilakukan untuk berbagai maksud dan denganberbagai cara. Antara maksud dan cara tersebut terdapat hubungan erat. Pemilihan caramembaca mana yang akan digunakan didasarkan pada tujuan yang hendak dicapai. Untuksekadar mendapatkan kesan umum dan informasi pokok suatu teks, tidak perlu membacasecara intensif, tetapi cukup secara sekilas (
skimming 
).Perlu ditekankan bahwa dalam pembelajaran membaca, terdapat perbedaan antaraketerampilan
membaca
dan
membacakan
.
Hal ini terkait dengan tanggung jawab yang harusdipikul pembaca. Pada saat membacakan, pembaca harus memerhatikan faktor-faktor pentingyang dapat memengaruhi ketersampaian pesan/ informasi. Pembaca harus memerhatikanpelafalan/ artikulasi, lagu kalimat, intonasi, jeda, dan sebagainyangga informasi yangdisampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh orang lain.Tak kalah penting untuk diperhatikan dalam pembelajaran membaca adalah pemilihan teksbacaan. Pemilihan teks bacaan harus memerhatikan tingkat kemampuan dan kondisi siswa,alokasi waktu, tema, dan kebutuhan siswa sendiri. Guru tidak wajib menggunakan teks yangada dalam buku teks. Dengan alasan tertentu, teks bisa diganti dengan teks lain yang lebihrelevan dengan kondisi lokal dan kebutuhan siswa. Ada berbagai jenis keterampilan membaca yang dikembangkan dalam pembelajaran bahasa,yaitu membaca teknik/nyaring, membaca intensif, membaca ekstensif, membaca cepat, danmembaca indah.
3

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
H4k1m3 liked this
nico liked this
Zahra Hafizhah liked this
Kumir Kan liked this
bujay liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->