Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Regulasi Kemasan Bahan Pangan

Jurnal Regulasi Kemasan Bahan Pangan

Ratings: (0)|Views: 601 |Likes:
Published by Redi NenG's Fauzi

More info:

Published by: Redi NenG's Fauzi on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

 
REGULASI KEMASAN BAHAN PANGAN
Millaty Hanifah, Nilan Tanti Renita , Nuha Inayah , Redi Ahmad Fauzi, Santi Muliyanti 
 
, Jeni Zhillullahi 
Jurusan Pendidikan KimiA FPMIPA UPI 2012
ABSTRAK 
Saat ini regulasi kemasan bahan pangan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas bahan pangnan. Didalam pengemasan bahan pangan terdapat dua macam wadah, yaitu wadahutama atau wadah yang langsung berhubungan dengan bahan pangan dan wadah kedua atauwadah yang tidak langsung berhubungan dengan bahan pangan. Manfaat pengemasan bagi bahan pangan adalah untuk melindungi bahan pangan dari kontaminasi bakteri atau mikrobayang berarti melindunginya terhadap mikroorganisme dan kotoran serta terhadap gigitanserangga atau binatang pengerat lainnya. Dan juga dapat melindungi kandungan airnya berarti bahwa makanan didalamnya tidak boleh menyerap air dari atmosfer dan juga tidak boleh berkurang kadar airnya. Bahan kemasan harus memenuhi syarat-syarat seperti bahan tidak toksik, harus cocok dengan bahan yang dikemas, harus menjamin sanitasi dan syarat-syaratkesehatan, dapat mencegah kepalsuan, kemudahan membuka dan menutup, kemuadahan dankeamanan dalam mengeluarkan isi, kemudahan pembuangan kemasan bekas, ukuran, bentuk dan berat harus sesuai, serta harus memenuhi syarat-syarat yaitu kemasan yang ditujukan untuk daerah tropis mempunyai syarat yang berbeda dari kemasan yang ditujukan untuk daerahsubtropis atau daerah dingin. Adanya pengemasan dapat membantu untuk mencegah ataumengurangi terjadinya kerusakan-kerusakan. Berbagai jenis bahan digunakan untuk keperluankemasan, diantaranya adalah bahan-bahan dari logam, kayu, gelas, kertas, papan, kertas.Kata Kunci : Pengemasan, syarat Pengemasan, manfaat pengemasan.
PENDAHULUAN
Pengertian umum dari kemasanadalah suatu benda yang digunakan untuk wadah atau tempat yang dikemas dan dapatmemberikan perlindungan sesuai dengantujuannya. Adanya kemasan yang dapatmembantu mencegah/mengurangikerusakan, melindungi bahan yang ada didalamnya dari pencemaran serta gangguanfisik seperti gesekan, benturan dan getaran.Dari segi promosi kemasan berfungsisebagai perangsang atau daya tarik pembeli.Bahan kemasan yang umum untu pengemasan produk hasil pertanian untuk tujuan pengangkutan atau distribusi adalahkayu, serat goni, plastik, kertas dangelombang karton. Hasil-hasil pertanianyang dapat dimakan oleh manusia berasaldari sumber hewani dan nabati. Hasil pertanian itu dapat dikonsumsi dalam bentuk bahan mentah atau matang.Persiapan suatu hasil pertanian menjadi bentuk yang dapat dimakan melibatkan
 
 pengolahan. Di dalam proses pengolahanmakanan terjadi perubahan-perubahan fisik maupun kimiawi yang dikehendaki atautidak dikehendaki. Disamping itu setelahmelalui proses pengolahan, makanan taditidak tetap stabil, dia akan terus mengalami perubahan, sehingga sangat diperlukan pemilihan pengemasan yang tepat untuk itusehingga masa simpan bahan pangan dapatditingkatkan dan nilai gizi bahan panganmasih dapat dipertahankan.Undang-undang Kemasan PanganPasal 16(1) Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarangmenggunakan bahan apapun sebagaikemasan pangan yang dinyatakan terlarangdari atau yang dapat melepaskan cemaranyang merugikan atau membahayakankesehatan manusia.(2) Pengemasan pangan yangdiedarkan dilakukan melalui tata cara yangdapat menghindarkan terjadinya kerusakandan atau pencemaran.(3) Pemerintah menetapkan bahanyang dilarang digunakan sebagai kemasan pangan dan tata cara pengemasan pangantertentu yang diperdagangkan.Pasal 17Bahan yang akan digunakan sebagaikemasan pangan, tetapi belum diketahuidampaknya bagi kesehatan manusia, wajibterlebih dahulu diperiksa keamanannya, dan penggunaannya bagi pangan yangdiedarkan dilakukan setelah memperoleh persetujuan Pemerintah.Pasal 18(1) Setiap orang dilarang membukakemasan akhir pangan untuk dikemaskembali dan diperdagangkan.(2) Ketentuan sebagaimanadimaksud pada ayat (1) tidak berlakuterhadap pangan yang pengadaannya dalam jumlah besar dan lazim dikemas kembalidalam jumlah kecil untuk diperdagangkanlebih lanjut.Pasal 19Ketentuan sebagaimana dimaksuddalam Pasal 16, Pasal 17, dan Pasal 18ditetapkan lebih lanjut dengan PeraturanPemerintah.
TINJAUAN PUSTAKA
Didalam pengemasan bahan panganterdapat dua macam wadah, yaitu wadahutama atau wadah yang langsung berhubungan dengan bahan pangan danwadah kedua atau wadah yang tidalangsung berhubungan dengan bahan pangan. Wadah utama harus bersifat non
 
toksik dan inert sehingga tidak terjadireaksi kimia yang dapat menyebabkan perubahan warna, flavour dan perubahanlainnya. Selain itu, untuk wadah utama biasanya diperlukan syarat-syarat tertentu bergantung pada jenis makanannya,misalnya melindungi makanan darikontaminasi, melindungi kandungan air danlemaknya, mencegah masuknya bau dangas, melindungi makanan dari sinamatahari, tahan terhadap tekanan atau benturan dan transparan (Winarno, 1983).Melindungi bahan pangan darikontaminasi berarti melindunginyaterhadap mikroorganisme dan kotoran sertaterhadap gigitan serangga atau binatang pengerat lainnya. Melindungi kandunganairnya berarti bahwa makanan didalamnyatidak boleh menyerap air dari atmosfer dan juga tidak boleh berkurang kadar airnya.Jadi wadahnya harus kedap air.Perlindungan terhadap bau dan gasdimaksudkan supaya bau atau gas yangtidak diinginkan tidak dapat masuk melaluiwadah tersebut dan jangan sampaimerembes keluar melalui wadah. Wadahyang rusak karena tekanan atau benturandapat menyebabkan makanan di dalamnya juga rusak dalam arti berubah bentuknya(Winarno, 1983).Pengemasan komoditi hortikulturaadalah suatu usaha menempatkan komoditisegar ke dalam suatu wadah yangmemenuhi syarat sehingga mutunya tetapatau hanya mengalami sedikit penurunan pada saat diterima oleh konsumen akhir dengan nilai pasar yang tetap tinggi.Dengan pengemasan, komoditi dapatdilindungi dari kerusakan, benturanmekanis, fisik, kimia dan mikrobiologisselama pengangkutan, penyimpanan dan pemasaran (Sacharow dan Griffin, 1980).Pada bagian luar kemasan biasanyadilengkapi dengan etiket (label) dan hiasan(dekorasi) yang bertujuan untuk: a)memberikan kemudahan dalammengidentifikasikan produk yang dikemas,seperti jenis dan kuantitasnya, b)memberikan informasi tentang meredagang dan kualitasnya, c) menari perhatian pembeli, d) memberikanketerangan pada pembeli tentang caramenggunakan produk yang dikemas(Sacharow dan Griffin, 1980).Menurut Erliza dan Sutedja (1987) bahan kemasan harus mempunyai syarat-syarat yaitu tidak toksik, harus cocodengan bahan yang dikemas, harusmenjamin sanitasi dan syarat-syaratkesehatan, dapat mencegah kepalsuan,kemudahan membuka dan menutup,kemuadahan dan keamanan dalammengeluarkan isi, kemudahan pembuangankemasan bekas, ukuran, bentuk dan beratharus sesuai, serta harus memenuhi syarat-syarat yaitu kemasan yang ditujukan untuk 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->