Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kemitraan Pemda Dan Pelayanan Publik

Kemitraan Pemda Dan Pelayanan Publik

Ratings: (0)|Views: 289 |Likes:
Published by Sigit Pramulia

More info:

Published by: Sigit Pramulia on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

 
SINERGI
KA JIAN BISNIS DAN MANAJEMEN
 
Vol. 9 No. 1, Januari 2007Hal. 53 - 67
53
 
ISSN : 1410 - 9018
KEMITRAAN PEMERINTAH DAERAHDAN EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK
Mahmudi
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia
Abstract
 Local government partnership is one of the strategic issues that recently adoptevastly by developed countries as well as developing countries. The trend of outsourcing or contracting out several public services to private sector or third sector increases in recent decade. As a part of the New Public Management doctrine, local government partnership isanother form of market oriented in providing public service in order to make better service,efficiency and effectiveness (value for money). There are many schemes for local government  partnership that each of them contain potential benefits and risks or losses, so specialassessment, well designed and planning is needed by government official before making decision.
 
 Keywords:
kemitraan, pelayanan publik, efisiensi, dan efektivitas
 
PENDAHULUAN
Undang-Undang No. 32 Tahun2004 tentang Pemerintahan Daerah yangmerupakan pengganti UU No. 22 Tahun1999 memberikan kewenangan yang lebihluas bagi pemerintah daerah untuk mengaturdan mengelola sendiri urusan daerah menu-rut asas otonomi dan tugas pembantuan yangdiarahkan untuk mempercepat terwujudnyakesejahteraan masyarakat melalui pening-katan pelayanan, pemberdayaan dan peranserta masyarakat serta peningkatan dayasaing daerah. Untuk mencapai tujuan terse-but, pemerintah daerah dapat mengembang-kan kerjasama melalui program kemitraanbaik dengan pemerintah daerah lainnya ataudengan sektor swasta dan sektor ketiga.Kerjasama dengan pemerintahdaerah lain terutama daerah sekitarnya yangberbatasan langsung merupakan kewajibanyang diamanatkan undang-undang yang pe-laksanaannya dapat diwujudkan dalam ben-tuk badan kerjasama yang diatur dengankeputusan bersama. Badan kerjasama antar-daerah yang ada antara lain Badan Kerja-sama Kabupaten Seluruh Indonesia (BKKSI),Badan Kerjasama Pimpinan DPRD Propinsise-Indonesia, Asosiasi Pemerintah PropinsiSeluruh Indonesia (APPSI), Asosiasi Peme-rintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI),Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia(ADEKSI), dan Asosiasi DPRD KabupatenSeluruh Indonesia (ADKASI) yang namanyaakan menyesuaikan menjadi Badan Kerja-sama. Kerjasama antardaerah di tingkat re-gional juga dapat dilakukan dengan mem-bentuk wadah badan kerjasama sendiri, mi-salnya PAWONSARI untuk mewadahi ker- jasama antardaerah Kabupaten Pacitan,Wonogiri, dan Wonosari; KARTAMANTULuntuk mewadahi kerjasama antardaerah KotaYogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabu-paten Bantul, dan sebagainya. Kerjasamaantardaerah tersebut sangat penting untuk meningkatkan sinergi daerah dan meng-hindari konflik kepentingan masing-masingdaerah yang kontraproduktif bagi upayapeningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.Kemitraan pemerintah daerah(
local government partnership
) merupakanprogram strategis yang penting dilakukandaerah sebab tidak mungkin seluruh per-masalahan pembangunan masyarakat dapatdiselesaikan oleh pemerintah daerah sendiri.
 
SINERGI
 
Vol. 9 No. 1, JANUARI 2007: 53 – 67
Berbagai permasalahan daerah berupa ke-miskinan, pengangguran, pendidikan, kese-hatan, sosial dan kemasyarakatan, saranaprasarana dan sebagainya tidaklah mampudiatasi melalui APBD saja. Oleh karena itu,perlu dikembangkan kemitraan antara pe-merintah daerah dengan berbagai pihak, baik sektor swasta dan sektor ketiga melaluiskema kemitraan pemerintah daerah. Pe-merintah daerah tidak harus berorientasiuntuk meningkatkan volume anggaran se-tinggi-tingginya, karena yang terpentingbagi pemerintah daerah bukanlah memper-besar volume APBD setinggi-tingginya,tetapi tercapainya kesejahteraan masyarakat.Bahkan yang lebih penting adalah bagai-mana pemerintah daerah dapat mendorongpartisipasi masyarakat yang lebih besardalam pembangunan daerah, mendorongberkembangnya sektor swasta serta men-ciptakan iklim yang kondusif bagi investoruntuk berinvestasi di daerah.Yang diperlukan saat ini adalahbagaimana pemerintah daerah mampu men-dorong dan menggerakkan sektor swasta danmasyarakat itu sendiri untuk melakukanpembangunan di daerah. Hal itu di sampingakan mendorong meningkatnya partisipasimasyarakat dalam pembangunan juga akanmenumbuhkembangkan sektor swasta.Dampak selanjutnya adalah meningkatnyakemandirian perekonomian daerah, per-baikan infrastruktur pelayanan publik,meningkatkan kesejahteraan masyarakat,dan terbentuknya masyarakat yang berdikari(
self help community
). Pembangunan infra-struktur publik tidak harus dilakukan olehpemerintah sendiri melalui APBD, tetapidapat melibatkan pihak swasta dan swadayamasyarakat melalui program kemitraan(Muhammad dan Mahmudi, 2006).
POLA KEMITRAAN PEMERINTAHDAERAH
Jika mengacu pada teori barangpublik, maka pada dasarnya pelayanan pu-blik merupakan tanggungjawab pemerintahdalam menyediakannya, sedangkan untuk barang privat sektor swastalah yang menye-diakan. Namun dalam kenyataannya ter-dapat beberapa barang campuran, yaitubarang semi publik (
quasi public goods
) dansemi privat (
quasi private goods
). Pelayananpublik meliputi penyediaan barang publik murni, semi publik, dan semi privat. Untuk kategori barang campuran ini, baik sektorpublik maupun swasta dapat sama-samamenyediakan. Oleh karena itu untuk me-ningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaya-nan publik, pemerintah daerah dapat me-lakukan program kemitraan dengan sektorswasta (
 public private partnership
) atau bisa juga bekerjasama dengan sektor ketiga yaitudengan organisasi nonprofit dan LSM(Mardiasmo, 2002).Kemitraan Pemerintah-Swasta(
Public Private Partnership
) merupakansuatu model kemitraan yang didasarkanpada rerangka penyedia terbaik (
 Best Sourcing
). Dengan rerangka
 Best Sourcing
 tersebut pemerintah dapat mendorong sektorswasta untuk terlibat dalam memberikanpelayanan publik tertentu yang mana hal ituakan lebih meningkatkan efisiensi dan efek-tivitas pelayanan (
value for money
) danmemberikan
win-win solution
baik bagi pe-merintah maupun pihak swasta. Bentuk kerjasama pemerintah dengan swasta bisaberupa kontrak kerja, tender penyediaanbarang atau jasa, atau bisa juga berupa
 Business Process Outsourcing
(OECD,1997, Sciulli, 1998). Model kemitraan yangdapat diadopsi antara lain:1.
 
Kontrak pelayanan (
service contract 
)2.
 
Kontrak pengelolaan (
management contract 
)3.
 
Kontrak sewa (
lease contract 
)4.
 
Bangun-kelola-alih milik (
 Build,Operate and Transfer 
)5.
 
Bangun-kelola-miliki-alih milik (
 Build,Operate, Own, and Transfer 
)6.
 
Konsesi (
concession
)
54
 
 
Kemitraan Pemerintah Daerah dan Efektivitas Pelayanan Publik,
(Mahmudi)
 
Gambar 1:
HubunganKemitraan Sektor Publik, Sektor Swasta, dan Sektor Ketiga
Unit KerjaPenyediaLayanan
Pemerintah
Nonpemerintah:
Swasta dan Sektor Ketiga
Unit BisnisPemerintah(BUMN/BUMD)
PelayananPublikKEMITRAAN KEMITRAAN
Variasi bentuk kemitraan pemerin-tah-swasta (KPS) dapat dilihat dalam 3(tiga) hal, yaitu: (a) tingkat alokasi risikoantara pemerintah dan swasta, (b) tingkatkebutuhan tenaga ahli pada masing-masingpihak, dan (c) implikasi potensial terhadaptingkat pembayaran. Selain itu, berbagaipilihan model kemitraan juga dipengaruhioleh: 1) aturan hukum dan ketentuan per-undangan, 2) struktur pasar penyedia (
sup- plier 
) barang dan jasa, 3) persyaratan kuali-tas dan efisiensi, dan 4) faktor politik (Cock,1996; Flynn, 1997; Bennet and Iossa, 2005)Berdasarkan variasi di atas, tingkatalokasi risiko antara pemerintah dan swastamerupakan pertimbangan penting dalammelakukan perjanjian KPS. Perjanjian lainberisi antara lain imbalan (
rewards
), investasidan tanggung jawab masing-masing pihak.
KEMITRAAN PEMERINTAH DAN
 NEW PUBLIC MANAGEMENT 
 
Salah satu doktrin
 New Public Management 
(NPM) menyatakan organisasisektor publik perlu mengadopsi mekanismepasar untuk menciptakan persaingan di ling-kungan internalnya. Tujuan menciptakanpersaingan di sektor publik tersebut adalahuntuk menghemat biaya (efisiensi) danmeningkatkan kualitas. Salah stu bentuk pengadopsian mekanisme pasar itu adalahdilakukan mekanisme kontrak, tender kom-petitif dalam rangka penghematan biaya danpeningkatan kualitas serta privatisasi. Untuk organisasi pemerintah, kontrak bisa dilaku-kan dengan pihak swasta, LSM, atau rela-wan (
volunteer 
). Beberapa tugas pelayananpublik tertentu yang menjadi tanggung jawab pemerintah sebenarnya bisa di-kontrakkan ke pihak swasta atau pihak ketiga untuk menanganinya, seperti pe-mungutan sampah, penarikan pajak, pe-rawatan dan pemeliharaan aset pemerintah,dan sebagainya. Pertimbangan yang perludilakukan adalah apabila dengan dikontrak-kan pemerintah bisa menghemat pengeluar-an dan memperoleh hasil yang lebihberkualitas, maka pengontrakan kerja adalahlebih baik. Selain itu, manfaat lainnyaadalah mendorong sektor swasta dan sektorketiga untuk berkembang (Mahmudi, 2005).
55
 

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sandika Chandra liked this
Moch Ali Mustafa liked this
Norhapni Said liked this
Dewo Aryanto liked this
Ari Wiyanto liked this
Ivan Stia Utama liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->