Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
51298051-Bilirubin

51298051-Bilirubin

Ratings: (0)|Views: 63 |Likes:
Published by Muhammad Febriandi

More info:

Published by: Muhammad Febriandi on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2013

pdf

text

original

 
 Posted by Riswanto on Sunday, December 13, 2009 Labels:  Pengumpulan Spesimen 
Dalam kegiatan pengumpulan sampel darah dikenal istilah
phlebotomy 
yang berarti prosesmengeluarkan darah. Dalam praktek laboratorium klinik, ada 3 macam cara memperoleh darah,yaitu : melalui tusukan vena (
venipuncture 
), tusukan kulit (
skinpuncture 
) dan tusukan arteri ataunadi. Venipuncture adalah cara yang paling umum dilakukan, oleh karena itu istilah phlebotomysering dikaitkan dengan venipuncture.
PENGAMBILAN DARAH VENA
 Pada pengambilan darah vena (
venipuncture 
), contoh darah umumnya diambildari vena
median cubital 
, pada anterior lengan (sisi dalam lipatan siku). Vena ini terletak dekatdengan permukaan kulit, cukup besar, dan tidak ada pasokan saraf besar. Apabila tidakmemungkinkan, vena
chepalica 
atau vena
basilica 
bisa menjadi pilihan berikutnya. Venipuncturepada vena basilica harus dilakukan dengan hati-hati karena letaknya berdekatan denganarteri
brachialis 
dan syaraf median.Jika vena cephalica dan basilica ternyata tidak bisa digunakan, maka pengambilan darah dapatdilakukan di vena di daerah pergelangan tangan. Lakukan pengambilan dengan dengan sangat hati-hati dan menggunakan jarum yang ukurannya lebih kecil.Lokasi yang tidak diperbolehkan diambil darah adalah :
 
 
Lengan pada sisi mastectomy
 
Daerah edema
 
Hematoma
 
Daerah dimana darah sedang ditransfusikan
 
Daerah bekas luka
 
Daerah dengan cannula, fistula atau cangkokan vascular
 
Daerah intra-vena lines Pengambilan darah di daerah ini dapat menyebabkan darah menjadilebih encer dan dapat meningkatkan atau menurunkan kadar zat tertentu.Ada dua cara dalam pengambilan darah vena, yaitu cara manual dan cara vakum. Cara manualdilakukan dengan menggunakan alat suntik (
syring 
), sedangkan cara vakum dengan menggunakantabung vakum (
vacutainer 
).Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah vena adalah :
 
Pemasangan turniket (tali pembendung)
o
 
pemasangan dalam waktu lama dan terlalu keras dapat menyebabkanhemokonsentrasi (peningkatan nilai hematokrit/PCV dan elemen sel), peningkatankadar substrat (protein total, AST, besi, kolesterol, lipid total)
o
 
melepas turniket sesudah jarum dilepas dapat menyebabkan hematoma
 
Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan masukknyaudara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah.
 
Penusukan
o
 
penusukan yang tidak sekali kena menyebabkan masuknya cairan jaringan sehinggadapat mengaktifkan pembekuan. Di samping itu, penusukan yang berkali-kali jugaberpotensi menyebabkan hematoma.
o
 
tutukan jarum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan darahbocor dengan akibat hematoma
 
Kulit yang ditusuk masih basah oleh alkohol menyebabkan hemolisis sampel akibatkontaminasi oleh alcohol, rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketikadilakukan penusukan.
 
 Posted by Riswanto on Wednesday, December 23, 2009 Labels: Tes Kimia Darah 
Bilirubin adalah pigmen kuning yang berasal dari perombakan heme dari hemoglobin dalam prosespemecahan eritrosit oleh sel retikuloendotel. Di samping itu sekitar 20% bilirubin berasal dariperombakan zat-zat lain. Sel retikuloendotel membuat bilirubin tidak larut dalam air; bilirubin yangdisekresikan dalam darah harus diikatkan kepada albumin untuk diangkut dalam plasma menujuhati. Di dalam hati, hepatosit melepaskan ikatan itu dan mengkonjugasinya dengan asam glukoronatsehingga bersifat larut air. Proses konjugasi ini melibatkan enzim glukoroniltransferase.Bilirubin terkonjugasi (bilirubin glukoronida atau hepatobilirubin) masuk ke saluran empedu dandiekskresikan ke usus. Selanjutnya flora usus akan mengubahnya menjadi urobilinogen dan dibuangmelalui feses serta sebagian kecil melalui urin. Bilirubin terkonjugasi bereaksi cepat dengan asamsulfanilat yang terdiazotasi membentuk azobilirubin (reaksi van den Bergh), karena itu seringdinamakan bilirubin direk atau bilirubin langsung.Bilirubin tak terkonjugasi (hematobilirubin) yang merupakan bilirubin bebas yang terikat albuminharus lebih dulu dicampur dengan alkohol, kafein atau pelarut lain sebelum dapat bereaksi, karenaitu dinamakan bilirubin indirek atau bilirubin tidak langsung.Peningkatan kadar bilirubin direk menunjukkan adanya gangguan pada hati (kerusakan sel hati)atau saluran empedu (batu atau tumor). Bilirubin terkonjugasi tidak dapat keluar dari empedumenuju usus sehingga akan masuk kembali dan terabsorbsi ke dalam aliran darah.Peningkatan kadar bilirubin indirek sering dikaitkan dengan peningkatan destruksi eritrosit(hemolisis), seperti pada penyakit hemolitik oleh autoimun, transfusi, atau eritroblastosis fatalis.Peningkatan destruksi eritrosit tidak diimbangi dengan kecepatan kunjugasi dan ekskresi ke saluranempedu sehingga terjadi peningkatan kadar bilirubin indirek.Hati bayi yang baru lahir belum berkembang sempurna sehingga jika kadar bilirubin yang ditemukansangat tinggi, bayi akan mengalami kerusakan neurologis permanen yang lazim disebut kenikterus.Kadar bilirubin (total) pada bayi baru lahir bisa mencapai 12 mg/dl; kadar yang menimbulkankepanikan adalah > 15 mg/dl. Ikterik kerap nampak jika kadar bilirubin mencapai > 3 mg/dl.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->