Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Biografi Punakawan

Biografi Punakawan

Ratings: (0)|Views: 740 |Likes:
Published by danielserafinus
Punokawan merupakan bagian dari dunia wayang yang hanya ada di Indonesia, karena di dalam cerita asli pewayangan di India tidak ada tokoh Punokawan. Sedangkan kesenian wayang sendiri sudah ada sejak sebelum kesenian Hindu masuk ke Indonesia dan melekat begitu kuat dalam kesenian Jawa.
Asal usul kesenian wayang adalah kesenian yang mula-mula sekali diciptakan oleh raja Jayabaya dari kerajaan Mamenang/Kediri. Sekitar abad ke 10 raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar . Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada candi Penataran di Blitar. Cerita Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.
Maka sejak saat itu kegiatan penciptaan wayang semakin berkembang. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia sejak abad ke- 10 tersebut. Diantaranya berupa naskah kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuno yang ditulis pada masa pemerintahan Raja Dyah Balitung (898 –910), kitab ini merupakan terjemahan dari kitab Ramayana karangan pujangga India Waalmiki yang selanjutnya mengalami penambahan falsafah Jawa. Contoh lain adalah karya Empu Kanwa Kakawin Arjunawiwaha, yang merupakan gubahan yang berinduk pada kitab Mahabarata.
Masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-13 memberi pengaruh pada perkembangan wayang di Indonesia, terutama pada falsafah wayang yang semakin diperkaya dengan hadirnya falsafah-falsafah baru.
Punokawan merupakan bagian dari dunia wayang yang hanya ada di Indonesia, karena di dalam cerita asli pewayangan di India tidak ada tokoh Punokawan. Sedangkan kesenian wayang sendiri sudah ada sejak sebelum kesenian Hindu masuk ke Indonesia dan melekat begitu kuat dalam kesenian Jawa.
Asal usul kesenian wayang adalah kesenian yang mula-mula sekali diciptakan oleh raja Jayabaya dari kerajaan Mamenang/Kediri. Sekitar abad ke 10 raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar . Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada candi Penataran di Blitar. Cerita Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.
Maka sejak saat itu kegiatan penciptaan wayang semakin berkembang. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia sejak abad ke- 10 tersebut. Diantaranya berupa naskah kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuno yang ditulis pada masa pemerintahan Raja Dyah Balitung (898 –910), kitab ini merupakan terjemahan dari kitab Ramayana karangan pujangga India Waalmiki yang selanjutnya mengalami penambahan falsafah Jawa. Contoh lain adalah karya Empu Kanwa Kakawin Arjunawiwaha, yang merupakan gubahan yang berinduk pada kitab Mahabarata.
Masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-13 memberi pengaruh pada perkembangan wayang di Indonesia, terutama pada falsafah wayang yang semakin diperkaya dengan hadirnya falsafah-falsafah baru.

More info:

Published by: danielserafinus on Jun 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2013

pdf

text

original

 
Dafar IsiKata Pengantar...................................................................................................iSemar.................................................................................................................iiGareng..............................................................................................................iiiPetruk................................................................................................................iv Bagong...............................................................................................................v Dafar Pustaka.................................................................................................vi
 
 
Kata Pengantar
 Wayang merupakan warisan asli budaya bangsa Indonesia,merupakan cerminan dari kehidupan rakyat Indonesia dan salah sa-tunya adalah tokoh pewayangan Punokawan yang merupakan bagiandari dunia wayang yang hanya ada di Indonesia, karena di dalamce-rita asli pewayangan di India tidak ada tokoh Punokawan. Sedang-kan kesenian wayang sendiri sudah ada sejak sebelum kebudayaanHindu masuk ke Indonesia dan melekat begitu kuat dalam kebu-dayaan Jawa.Tentang asal usul wayang Purwa disebutkan bahwakesenian wayang mula-mula sekali diciptkan oleh raja Jayabayadari kerajaan Mamenang/Kediri. Sekitar abad ke 10 raja Jayabayaberusaha menciptakan gambaran dariroh leluhurnya dan digoreskandi atas daun lontar. Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru darigambaran relief cerita Ramayana pada candi Penataran di Blitar.Maka sejak saat itu kegiatan penciptaan wayang semakin berkem-bang. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulisoleh para pujangga Indonesia sejak abad ke- 10 tersebut. Diantaran- ya berupa naskah kitab Ramayana Kakawin berbahasa Jawa Kuno yangditulis pada masa pemerintahan Raja Dyah Balitung (898 –910), kitabini merupakan terjemahan dari kitab Ramayana karangan pujanggaIndia Waalmiki yang selanjutnya mengalami penambahan falsafahJawa. Contoh lain adalah karya Empu Kanwa Kakawin Arjunawiwaha, yang merupakan gubahan yang berinduk pada kitab Mahabarata. Mas-uknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-13 memberi pengaruhpada perkembangan wayang di Indonesia,

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->