Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
26Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Pareto

Analisis Pareto

Ratings: (0)|Views: 1,079 |Likes:
Published by Ilham Jumadil

More info:

Published by: Ilham Jumadil on Jun 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

 
II.TEORI1.METODE ABC
Melaksanakan manajemen operasi di suatu perusahaan berarti menggunakan seluruhsumber daya yang dimiliki perusahaan, antara lain bahan baku untuk diubah menjadi barang jadi yang bisa bermanfaat. Untuk dapat mengelola persediaan bahan baku agar dapat memenuhikebutuhan jumlah bahan baku pada waktu yang tepat, serta jumlah biaya yang rendah, makadiperlukan suatu sistem pengendalian persediaan yang baik diperusahaan. Mengendalikan persediaan yang tepat bukanlah hal mudah. Apabila jumlah persediaan terlalu besar mengakibatkan meningkatnya biaya penyimpanan, dan resiko kerusakan baramg lebih besar,namun apabila persediaan terlalu sedikit mangakibatkan resiko terjadinya kekurangan persediaan. Assauri (1993) menyebutkan bahwa pengendalian persediaan bahan baku oleh perusahaan mempunyai tujuan untuk (1) menghindari agar jangan sampai terjadi kehabisan bahan baku pada perusahaan, sehingga proses produksi dapat terus berjalan, (2) menghindari pemesanan bahan baku yang berlebih, dan (3) menghindari pembelian bahan dalam kuantitaskecil dengan frekuensi pemesanan yang sering, sehingga biaya pemesanan menjadi tinggi(Assauri, 1993).Pengendalian persediaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain denganmenggunakan analisis nilai persediaan. Dalam analisis ini, persediaan dibedakan berdasarkannilai investasi yang terpakai dalam satu periode. Biasanya, persediaan dibedakan dalam tigakelas, yaitu A, B, dan C sehingga analisis ini dikenal sebagai klasifikasi ABC. Analisis ABCdiperkenalkan oleh HF Dickie pada tahun 1950-an (Herjanto, 2007).Analisis ABC disebut juga sebagai analisis Pareto atau hukum Pareto 80/20 adalah salahsatu metode yang digunakan dalam manajemen logistik untuk membagi kelompok barangmenjadi tiga yaitu A, B dan C. Kelompok A merupakan barang dengan jumlah item sekitar 20% tapi mempunyai nilai investasi sekitar 80% dari nilai investasi total, kelompok Bmerupakan barang dengan jumlah item sekitar 30% tapi mempunyai nilai investasi sekitar 15%dari nilai investasi total, sedangkan kelompok C merupakan barang dengan jumlah item sekitar 50% tapi mempunyai nilai investasi sekitar 5% dari nilai investasi total. Dengan pengelompokan tersebut maka cara pengelolaan masing-masing akan lebih mudah, sehingga perencanaan, pengendalian fisik, keandalan pemasok dan pengurangan besar stok pengaman
 
dapat menjadi lebih baik (Wong, 2004).Aturan ini akan membantu seseorang untuk bekerja lebih fokus pada elemen-elemen yang bernilai tinggi (grup A) dan memberikan kontrol yg secukupnya untuk elemen-elemen yg bernilai rendah (B dan C). Prinsip ABC ini bisa digunakan dalam pengelolaan pembelian,inventori, penjualan, dokumen, asset, dan lain-lain. Analisis berbagai jenis barang/item yangmemiliki berbagai kepentingan dan harus ditangani atau dikontrol secara berbeda. Ini adalah bentuk analisis Pareto di mana barang-barang (seperti kegiatan, pelanggan, dokumen, persediaan barang, penjualan wilayah) dikelompokkan menjadi tiga kategori (A, B, dan C)dalam rangka kepentingan ini item tersebut diperkirakan. 'Item A' adalah sangat penting, 'itemB' yang penting, 'item C' yang sedikit penting (Admin, 2009).Pada bidang Inventory, pendekatan Hukum Pareto ini menjelaskan : 20 % dari produk yang dihasilkan perusahaan menghasilkan 80% pendapatan bagi perusahaan. Ketika ditelaahlebih ke dalam, fakta bisa 10% produk menghasilkan 70% penjualan dan ini diklasifikasikan keA. Kemudian 80% dari jumlah produk menghasilkan 20% penjualan (masuk kelompok C) dan10% dari jumlah produk menghasilkan 10% penjualan (masuk kelompok B) (Admin, 2009).Padahal dari segi biaya pergudangan dan administrasi yang ditimbulkannya, bisa terjadikelompok C menimbulkan biaya 80%, karena terlalu banyak penumpukan, retur, danadministrasi yang bolak-balik. Di sini hasil dari ABC analysis memberikan rekomendasitindakan untuk meminimumkan resiko pergudangan dan pada saat yang sama meningkatkanfokus pada produk-produk kriteria A dan B (Admin, 2009).Kelompok A adalah kelompok yang sangat kritis sehingga perlu pengontrolan secara ketat,dibandingkan kelompok B yang kurang kritis, sedangkan kelompok C mempunyai dampak yang kecil terhadap aktivitas gudang dan keuangan. Terhadap persediaan di IFRS maka yangdimaksud kelompok A adalah kelompok obat yang harganya mahal, maka harus dikendalikansecara ketat yaitu dengan membuat laporan penggunaan dan sisanya secara rinci agar dapatdilakukan monitoring secara terus menerus. Oleh karena itu disimpan secara rapat agar tidak mudah dicuri bila perlu dalam persediaan pengadaannya sedikit atau tidak ada sama sekalishingga tidak ada dalam penyimpanan. Sedangkan pengendalian obat untuk kelompok B tidak seketat kelompok A. Meskipun demikian laporan penggunaan dan sisa obatnya dilaporkansecara rinci untuk dilakukan monitoring secara berkala pada setiap 1-3 bulan sekali. Cara penyimpanannya disesuaikan dengan jenis obat dan perlakuannya. Pengendalian obat untuk 
 
kelompok C dapat lebih longgar pencatatan dan pelaporannya tidak sesering kelompok Bdengan sekali-kali dilakukan monitoring dan persediaan dapat dilakukan untuk 2-6 bulandengan penyimpanan biasa sesuai dengan jenis perlakuan obat (Shofari, 2007).Tabel Pengendalian Barang Berdasar Analisis ABC(Shofari, 2007)Prinsip ABC ini dapat diterapkan dalam pengelolaan pembelian, inventori, penjualan dansebagainya. Dalam organisasi penjualan, analisis ini dapat memberikan informasi terhadap produk-produk utama yang memberikan revenue terbesar bagi perusahaan. Pihak manajemendapat meneruskan konsentrasi terhadap produk ini, sambil mencari strategi untuk mendongkrak  penjualan kelompok B (Mohanta, 2005).2.
METODE VEN
Analisa juga dapat dilakukan dengan metode VEN (Vital, Esensialdan Non Esensial)untuk koreksi terhadap aspek terapi, yaitu dengan menggolongkan obat kedalam tiga kategori.Kategori V atau vital yaitu obat yang harus ada yang diperlukan untuk menyelamatkankehidupan, kategori E atau essensial yaitu obat yang terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit atau mengurangi pasienan, kategori N atau non essensial yaitu meliputi berbagai

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->