Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
101Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem filsafat pancasila

Sistem filsafat pancasila

Ratings:

4.45

(20)
|Views: 56,147|Likes:
Untuk mendownload bisa ke alamat ini!

http://bit.ly/cLssap
Untuk mendownload bisa ke alamat ini!

http://bit.ly/cLssap

More info:

Published by: iyandri tiluk wahyono on Jan 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/21/2013

pdf

text

original

 
SISTEM FILSAFAT PANCASILASEBAGAI SISTEM IDEOLOGI NASIONAL INDONESIA
(PEMBUDAYAAN DAN TANTANGANNYA DALAM GLOBALISASI-LIBERALISASI-POSTMODERNISME
*
)LATAR BELAKANG
Sesungguhnya bangsa Indonesia diberkati dengan berbagai
keunggulan
, baik 
natural
(alam nusantara yang amat luas, strategis, kaya SDA, subur, indah dan nyaman alamnya);maupun
nilai kultural
(budaya yang kaya dan filsafat
theisme-religious
); serta SDM yangkuantitas-kualitas unggul (bangsa : petani-nelayan-pelaut-ksatria/pejuang yang ulet).Dengan luas nusantara 17.584 pulau (3 juta km
2
daratan, dan 12 juta km
2
lautan) berkat
Wawasan Nusantara
(+ 200 mil ZEE)
disilang benua
dan
samudera
. Nusantara NKRI beradadi
pintu gerbang
Trans-Pasifik sebagai multi-lintas budaya modern --- sedangkan trans-Atlantik,sebagai masa lalu lintas dunia, terutama kaum kolonialisme-imperialisme! ---. Mungkinkah,trans-Pasifik yang demikian vital-strategis dimanfaatkan
neo-imperialisme
bagi
supremasiideologi liberalisme-kapitalisme
(negara adidaya USA dan UE)
demi politik neo-ultra-imperialisme dalam abad XXI dalam dinamika postmodernisme!
 Menyaksikan praktek dan budaya (elite dan pemerintahan reformasi) NKRI yangmengalami
degradasi nasional
, kita wajib meningkatkan
kewaspadaan nasional
dengan
wawasan visioner
 
dan arif-kenegarawanan
. Kita perlu (
mendesak 
) untuk meng-
audit
reformasi : mulai amandemen UUD 45, praktek 
demokrasi-liberal
, dan
ekonomi-liberal
dalam praktek 
memuja
kebebasan (=neo-liberalisme) atas nama
demokrasi
(
demokrasi-liberal)
dan
HAM
(semoga : bukan
HAM-HAMPA
sebagai yang dipraktekkan negara adidaya USA-UEdengan menjajah Irak, Afghanistan; mengancam Korea Utara dan Iran.... ? semoga untuk memasuki Kebangkitan Nasional 100 tahun ke-2, kita sungguh-sungguh
meningkatkankesadaran nasional, kerukunan nasional dan kebanggan nasional demi integritas bangsadalam NKRI sebagai sistem kenegaraan Pancasila.
 
I.SISTEM FILSAFAT (SISTEM IDEOLOGI) SEBAGAI SISTEM KENEGARAAN
Sebagai nilai peradaban awal dan puncak pemikiran budaya umat manusia, diakui berwujud
nilai filsafat
. Nilai filsafat menjangkau kesemestaan (fisika dan metafisika; alamsemesta sampai Tuhan Maha Pencipta semesta). Kebenaran filsafat diakui bersifatfundamental dan hakiki; karenanya dijadikan
filsafat hidup
(
Weltanschauung 
); yangdipraktekkan sepanjang sejarah bangsa. Karenanya, nilai fundamental ini menjiwai bangsaitu, sebagai
 jiwa bangsa
(
Volksgeist 
,
 jatidiri nasional
).Sejak perkembangan awal nilai-nilai filsafat, diakui bersumber dan berpusat di Timur Tengah sekitar 6000–600 sM (Radhakrishnan 1953 : 11), dan sekitar 5000- 1000 sM (Avey1961 : 3-7). Rekaman sejarah filsafat demikian, mengandung makna bahwa nilai filsafatsinergis dengan nilai-nilai Ketuhanan dan Keagamaan. Bukankah, semua
agama langit
(
 supernatural religions : Yahudi, Christiani dan Islam
) berpusat di Timur Tengah.Baru, sekitar (650 – 600 sM) diYunani mulai berkembang ajaran filsafat sebagai cikal- bakal ajaran filsafat Barat, yang dipuja sebagai landasan peradaban modern.
*
)
 
= Makalah disajikan dalam Seminar Dasar Negara Pancasila sebagai Ideologi Nasional,diselenggarakan PERMAHI, 21 Agustus 2008 di Surabaya.
 
 MNS–Lab. Pancasila UM-2008
1
 
Sejarah budaya dan peradaban umat manusia menyaksikan bagaimana semua bangsadi semua benua menjadi penganut berbagai sistem filsafat, baik yang dijiwai nilai-nilai moralkeagamaan (
theisme-religious
) maupun nilai non-religious (
 sekular, atheisme
). Tegasnya,umat manusia atau bangsa-bangsa senantiasa menegakkan nilai-nilai peradabannya dijiwai,dilandasi dan dipandu oleh nilai-nilai
religious
atau
non-religious
.Sampai abad XXI, peradaban mengakui sistem filsafat (dan atau sistem ideologi) telah berkembang dalam berbagai
sistem kenegaraan;
terutama :
theokratisme, kapitalisme-liberalisme
(dari
sistem filsafat natural law
);
zionisme,
 
sosialisme, marxisme-komunisme-atheisme
;
naziisme-fascisme
;
fundamentalisme
, dan
Pancasila
! Inilah
sistem ideologi,
yang
dijadikan sistem kenegaraan;
telah berkembang dalam kehidupandunia internasional modern yang berpacu merebut
supremasi
ideologi nasional masing-masing (misal : perang dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur 1950-1990). NKRI dengan berbagai negara Asia-Afrika bersikap bebas-aktif, dalam makna tidak memihak antar ideologi negara adidaya --- antara Amerika Serikat dan Sekutunya berhadapandengan Uni Soviet dan Sekutunya ---. Bangkitlah kekuatan ke-3 dalam panggung politik dunia; terkenal sebagai kekuatan negara-negara non-blok (= GNB atau gerakan non-blok).Bagaimana wajah politik negara-negara masa depan, amat ditentukan oleh ideologimana yang memiliki otoritas dan supremasi atas berbagai ideologi dunia modern.Berdasarkan analisis normatif filosofis-ideologis diatas, khasanah ilmu politimengakui adanya sistem kenegaraan dengan predikat berdasarkan sistem ideologi : negarakapitalisme-liberalisme, negara sosialisme, negara zionisme Israel; negara komunisme; dansebagainya ... wajarlah
NKRI dinamakan sistem kenegaraan Pancasila.
Jadi, tiap bangsa berbudaya dan beradab menegakkan sistem kenegaraannya berdasarkan suatu
sistem filsafat
, dan atau
sistem ideologi
; yang terjabar dan ditegakkandalam UUD (konstitusi) negara.Bagaimana identitas dan integritas sistem kenegaraannya itu, memancarkan ajaran dan nilaifundamental sistem filsafat dan atau sistem ideologi negaranya. Identitas, integritas dankeunggulan sistem filsafat dan atau ideologi --- selanjutnya kita namakan
ideologi negara
---terpancar dari asas bagaimana bangsa itu menghargai kedudukan, potensi dan martabatmanusia sebagai subyek di dalam negara.
II.DASAR-DASAR AJARAN FILSAFAT TENTANG HAM DAN TEORI NEGARA
Sesungguhnya
teori negara
fokus kepada apa dan bagaimana
kekuasaan
(
kedaulatan
) di dalam negara ditegakkan. Bagaimana hakekat kekuasaan atau kedaulatan didalam negara, ditentukan oleh
ajaran filsafat
bagaimana
kedudukan, potensi dan martabatmanusia di dalam kehidupan manusia
--- dalam alam, dalam masyarakat dan dalam negara---. Berkembanglah ajaran tentang
hak asasi manusia
 
(HAM)
. Kemudian, berdasarkan pandangan tentang HAM ini dikembangkan
teori negara
yang
berpusat kepada teorikedaulatan
.Bagaimana manusia mengerti dan menghargai martabat manusia, khasanah ilmu pengetahuan mengajarkan
filsafat manusia
dan
filsafat hak asasi manusia
(HAM). Budayadan kepustakaan modern terutama mengajarkan beberapa sistem filsafat yang membahasajaran tentang hak asasi manusia --- selanjutnya kita sebut HAM --- ialah ajaran
teori
 
hukumalam
(Natural Law Theory, atau filsafat hukum alam) sebagai
dianut negara-negara Baratmodern
, dengan
ideologi : liberalisme-kapitalisme.
Juga dari dunia Barat lahir ajaran filsafat
idealisme murni
dari tokoh filosof GeorgeWilhelm Hegel (1770-1831) dengan
teori kedaulatan Tuhan
(
theokratisme
) --- yangkemudian dijiplak oleh Karl Marx (1818-1883) menjadi
teori kedaulatan negara, etatisme
 MNS–Lab. Pancasila UM-2008
2
 
--- sebagai dianut
negara-negara komunis
dengan asas kolektivitisme (komunitas,kebersamaan rakyat
tanpa
kelas sosial) ---semua rakyat warganegara sama dan sederajatdalam status abdi negara, yang melaksanakan
misi
sebagai
pekerja
: buruh, tani, nelayan, pedagang, prajurit, polisi, guru, profesional .... semua demi kerja / karya --- ! Karena itulah,dinegara komunis diakui
aksioma
: bahwa
negara adalah milik rakyat
,
kaum pekerja
(baca :
kaum buruh
). Demikian pula, semua kekayaan dalam negara (pabrik, perusahaan,kantor) adalah milik rakyat, milik negara ---
tidak diakui
adanya milik individu / pribadi;atau milik kaum modal / kapitalis; atau kaum ningrat / feudal atau borjuis --- ! Mereka, kaumkapitalis adalah musuh rakyat, musuh negara ! Fenomena demikian ialah
antithesa
dalam
dialektika
ideologi
marxisme-komunisme-atheisme
yang harus
diperangi melalui revolusi
oleh penganut ideologi komunisme !
A.Ajaran Sistem Filsafat Pancasila sebagai Sistem Ideologi Nasional ditegakkansebagai Sistem Kenegaraan Pancasila
Ajaran filsafat Pancasila baik sebagai
filsafat hidup
(
Weltanschauung, Volksgeist
),maupun sebagai
dasar negara
(filsafat negara,
ideologi negara
,
ideologi nasional
) berfungsi sebagai
 jiwa bangsa
dan
 jatidiri nasional
. Secara kenegaraan (konstitusional )
nilai Pancasila
adalah
asas kerohanian bangsa
, dan
 jiwa UUD negara
--- in casu
UUDProklamasi 1945;
b u k a n
UUD 2002 / Amandemen ---! Karena, UUD amandemenmengalami
distorsi filosofis-ideologis
--- sehingga melahirkan berbagai
kontroversial
 bahkan
degradasi nasional
dan
degradasi mental
dan
moral
!---. Pelopor dan elitereformasi, termasuk pendukung berkewajiban untuk melaksanakan
a u d i t 
 
nasional
atas praktek dan budaya sosial-politik-ekonomi dalam era reformasi, sehingga kondisinasional tetap dalam keterpurukan multi-dimensional !Silahkan, kita
mawas diri
dengan merenungkan bagaimana integritas nasional dalamtantangan konflik horisontal, praktek negara federal; juga praktek oligarchy, plutocracy,dan anarchisme!
HAM berdasarkan Ajaran Sistem Filsafat Pancasila
Filsafat Pancasila memberikan kedudukan tinggi dan mulia atas potensi danmartabat manusia (sila I-II, IV dan V); karenanya ajaran HAM berdasarkan Pancasila
dijiwai
dan dilandasi
asas normatif theisme-religious
:1.Bahwa HAM adalah karunia dan
anugerah
Maha Pencipta (sila I dan II); sekaligus
amanat 
untuk dinikmati dan disyukuri oleh umat manusia.2.Bahwa menegakkan
 HAM 
senantiasa berdasarkan
asas keseimbangan
dengan
kewajiban asasi manusia
(KAM). Artinya, HAM akan tegak hanya berkat (umat)manusia menunaikan
 KAM 
sebagai amanat Maha Pencipta, sebagai integritas moralmartabat manusia.3.
 Kewajiban asasi manusia
(KAM) berdasarkan filsafat Pancasila, ialah:a.Manusia wajib mengakui
 sumber 
(HAM: life, liberty, property) adalah TuhanMaha Pencipta (sila I) yang menganugerahkan dan mengamanatkan potensikepribadian jasmani-rohani sebagai martabat (luhur) kemanusiaan. b.Manusia wajib mengakui dan menerima
kedaulatan
Maha Pencipta atassemesta, termasuk atas nasib dan takdir manusia; danc.Manusia wajib berterima kasih dan berkhidmat kepada Maha Pencipta, atasanugerah dan amanat yang dipercayakan kepada (kepribadian) manusia.Tegaknya ajaran HAM ditentukan oleh tegaknya
asas keseimbangan HAM dan KAM
;sekaligus sebagai derajat (kualitas) moral dan martabat (luhur) manusia.
 
 MNS–Lab. Pancasila UM-2008
3

Activity (101)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tinna Sirait liked this
Titie Ismail liked this
Thex Budha Budha liked this
Dhea Imueetzzt liked this
Erik Bae liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->