Usman P 06205011
Sistem Pengelolaan Kawasan Konservasi Berkelanjutan (Studi Kasus Cagar Alam Danau Dusun Besar)
3
1.
Mengkaji dan mengidentifikasi potensi dan daya dukung sebagai bahanperencanaan pengelolaan kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar Bengkulu(CADDB)
2.
Mengindentifikasi presepsi dan prilaku masyarakat dan pihak terkait (
Multi Stakeholder
) dalam pengelolaan Kawasan Konservasi CADDB3.
Menganalisis partisipasi masyarakat dan pihak terkait dalam kegiatanpengelolaan kawasan CADDB4.
Membangun model pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan
4. STAKEHOLDER
1. Pemerintah Pusat2. Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu3. Pemerintah Daerah (Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara)4. Bapedalda5. Dinas Kehutanan6. Dinas Pertanian7. Dinas Perikanan8. Dinas Perdagangan9. Dinas Pendapatan Daerah10. Dinas Perhubungan11. Petani (membutuhkan sumber air irigasi dari Danau)12. Nelayan (menangkap Ikan dari Danau)13. Pedagang (Disekitar Kawasan Danau)14. Lembaga Swadaya Masyarakat (WALHI dan Yayasan Lembak Bengkulu)15. Politisi16. Akadimisi17. Pengusaha18. Wisatawan/masyarakat
5. Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan para pihak (
Stake holder
) yang terlibat dalam pengelolaandaerah penyangga dan kawasan CADDB Provinsi Bengkulu, yaitu:1.
Masyarakat, yaitu masyarakat yang penghasilannya mempunyai ketergantungandengan kelestarian kawasan CADBB dalam bentuk usaha pertanian, perikanan,dan pariwisata2.
Dinas dan instansi terkait, yaitu semua dinas dan instansi pemerintah pusat dandaerah yang mempunyai hubungan keterkaitan dengan pengelolaan kawasanCADBB berkelanjutan baik secara langsung maupun tidak langsung.3.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap pengelolaan kawasanCADBB (WALHI dan Yayasan Lembak Bengkulu)
Add a Comment