/  13
 
Usman P 06205011
Sistem Pengelolaan Kawasan Konservasi Berkelanjutan (Studi Kasus Cagar Alam Danau Dusun Besar) 
 
1
PENDAHULUAN
1.
 
Latar Belakang
Cagar Alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnyamempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistem tertentu yang perlu dilindungidan perkembangannya berlangsung secara alami (UU No. 5 Tahun 1990).Kawasan Danau Dusun Besar adalah salah satu Cagar Alam yang ditetapkansejak tanggal 17 Juni 1936. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.602/Kpts-II/1992, ditetapkan sebagai Cagar Alam dengan nama Cagar Alam DanauDusun Besar (CADDB) seluas 577 ha, Register 61. (Usman, 2001 a).Penetapan kawasan konservasi bertujuan melindungi ekosistem dansumberdaya alam, serta proses-proses ekologi di dalamnya (Hardjasoemantri, 1993).Upaya memadukan pelestarian dan pengelolaan Sumber Daya Hayati dengankebijakan pembangunan yang bertumpu pada larangan bermukim disekitar atau didalam kawasan, terbukti tidak berhasil. Karena itu diperlukan sebuah upaya baruuntuk memadukan pelestarian kawasan dengan kebutuhan dan kegiatan ekonomimasyarakat setempat. Sepintas upaya tersebut memberikan harapan, namun tidak demikian kenyataannya. Salah satu penyebabnya, bahwa langkah-langkah ekonomidalam pengelolaan sumber daya alam, akhirnya malah menstimulasi penduduk untuk menguasai sumber daya alam dan masuk ke dalam kawasan, contohnya adalah kasusperambahan dan penguasaan Kawasan CADDB di Provinsi Bengkulu (Usman, 2001a)Kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu membangun jalan
Ring road 
yangmembelah Kawasan CADDB tahun 1991, telah memicu perambahan dari 3 KK menjadi 159 KK. Hal ini terjadi karena meningkatnya aksesibilitas ke dalam Kawasan.Pemerintahan Kota Bengkulu telah memperparah dengan mengizinkan pembangunanperumahan di daerah yang secara ekologis adalah daerah genangan dari daerahpenyangga Kawasan CADDB (Usman, 2001).Dari Tahun 1997 sampai 2005, Kerusakan Kawasan Cagar Alam bahkan telahmenimbulkan kerugian dan dampak secara langsung kepada petani yangmemanfaatkan air danau sebagai irigasi persawahan di hilirnya.
2.
 
Rumusan Masalah
Upaya pengelolaan dan pelestarian yang berkelanjutan akan sia-sia jika tidak disertai peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sumber daya alam.
 
Usman P 06205011
Sistem Pengelolaan Kawasan Konservasi Berkelanjutan (Studi Kasus Cagar Alam Danau Dusun Besar) 
 
2
Pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan tidak saja dapat memecahkan sebagianmasalah pendanaan dan tenaga, dalam lingkup lokal, namun sekaligus dapatmenanggulangi konflik yang mungkin terjadi, terutama penduduk asli ataumasyarakat adat lokal dengan pengelolaan kawasan.Peran
stakeholder 
dalam pengelolaan kawasan sering dilupakan, lebih bersifatinsedentil atau setelah ada gejolak dan tuntutan dari masyarakat. Kegiatanpengelolaan lebih banyak bertumpu pada pemerintah, yang mengeluarkan kebijakandan peraturan, yang pada implementasinya memiliki kelemahan. Dipihak lain jikadiserahkan kepada swasta masih banyak keserakahan daripada mengembangkanpengelolaan berkelanjutan. Sementara itu dikalangan masyarakat masih banyak yangbersikap tidak peduli terhadap kelestarian sumber daya alam.Penguatan masyarakat merupakan bagian terpenting dalam upaya pelestariansumber daya alam yang berkelanjutan. Masyarakat yang telah memiliki kesadarandan kepedulian akan dapat berfungsi secara mandiri menjaga kawasan danmengamankan lingkungannya, karena sumber ekonominya sangat tergantung dengankelestarian suatu Kawasan. Selain itu masyarakat akan mampu untuk bersikap kritisterhadap kebijakan atau tindakan pemerintah maupun pihak-pihak lain yang dapatmengancam sumber daya hayati yang menjadi milik bersama. Dengan demikianpartisipasi masyarakat adalah salah satu faktor kunci dari pengelolaan sumber dayahayati termasuk pengelolaan Cagar Alam Danau Dusun Besar (Usman, 2001 b)Dalam upaya mencapai tujuan tersebut salah satu cara adalah mengupayakaninisiasi proses perumusan kegiatan ditingkat simpul jaringan di masyarakat, denganbeberapa prioritas. Peranan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat dapatmengupayakan dan memberikan dukungan sinergi dalam masyarakat.Jika sebelumnya, pelaksanaan upaya pemberdayaan masyarakat lebih banyak dilakukan melalui proyek-proyek terpisah, maka selanjutnya lebih diupayakan melaluipendekatan suatu Sistem.
Sistem apakah yang cocok untuk melakukan upayapelestarian dan konservasi sebuah kawasan ?.3.
 
TUJUAN PENELITIANTujuan Utama Penelitian adalah
merumuskan kebijakan dan strategipengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan. Tujuan utama tersebutdapat dicapai melalui tujuan antara:
 
Usman P 06205011
Sistem Pengelolaan Kawasan Konservasi Berkelanjutan (Studi Kasus Cagar Alam Danau Dusun Besar) 
 
3
1.
 
Mengkaji dan mengidentifikasi potensi dan daya dukung sebagai bahanperencanaan pengelolaan kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar Bengkulu(CADDB)
 
2.
 
Mengindentifikasi presepsi dan prilaku masyarakat dan pihak terkait (
Multi Stakeholder 
) dalam pengelolaan Kawasan Konservasi CADDB3.
 
Menganalisis partisipasi masyarakat dan pihak terkait dalam kegiatanpengelolaan kawasan CADDB4.
 
Membangun model pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan
4. STAKEHOLDER 
1. Pemerintah Pusat2. Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu3. Pemerintah Daerah (Provinsi Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara)4. Bapedalda5. Dinas Kehutanan6. Dinas Pertanian7. Dinas Perikanan8. Dinas Perdagangan9. Dinas Pendapatan Daerah10. Dinas Perhubungan11. Petani (membutuhkan sumber air irigasi dari Danau)12. Nelayan (menangkap Ikan dari Danau)13. Pedagang (Disekitar Kawasan Danau)14. Lembaga Swadaya Masyarakat (WALHI dan Yayasan Lembak Bengkulu)15. Politisi16. Akadimisi17. Pengusaha18. Wisatawan/masyarakat
5. Analisis Kebutuhan
 Analisis kebutuhan para pihak (
Stake holder 
) yang terlibat dalam pengelolaandaerah penyangga dan kawasan CADDB Provinsi Bengkulu, yaitu:1.
 
Masyarakat, yaitu masyarakat yang penghasilannya mempunyai ketergantungandengan kelestarian kawasan CADBB dalam bentuk usaha pertanian, perikanan,dan pariwisata2.
 
Dinas dan instansi terkait, yaitu semua dinas dan instansi pemerintah pusat dandaerah yang mempunyai hubungan keterkaitan dengan pengelolaan kawasanCADBB berkelanjutan baik secara langsung maupun tidak langsung.3.
 
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap pengelolaan kawasanCADBB (WALHI dan Yayasan Lembak Bengkulu)

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...