PROPINSI BENGKULU SAAT INI
Propinsi Bengkulu memiliki luas 19.788,7 km2 (1.978.870 hektar), dengan jumlahpenduduk
1.570.645
jiwa (Tahun 2004), 504.424 jiwa berada dalam kemiskinan (Tahun2002), dengan 9 Kabupaten/kota, 60 Kecamatan, 1164 Desa. Wilayah Propinsi Bengkulumemanjang dari perbatasan Lampung hingga Sumatera Barat dengan rentang sekitar 567 km,dengan waktu tempuh menggunakan jalan darat sekitar 10 jam.Dari 9 Kabupaten/kota, hanya Kota Bengkulu yang tidak dikategorikan Kawasantertinggal, sehingga Propinsi Bengkulu dapat diaktegorikan
Propinsi yang tertinggal
.Sebagai gambaran untuk menyatakan kemakmuran suatu wilayah adalah salah satuindikatornya adalah PDRB per kapita. Berdasarkan data tahun 2002 PDRB Propinsi Bengkuluhanya
Rp. 3.284.863
, sedangkan PDRB perkapita nasional sudah mencapai
Rp. 7.592.019
. Artinya tingkat kesejahteraan/kemakmuran Propinsi Bengkulu jauh dibawah tingkatkemakmuran propinsi lain.Dari laporan dan Kajian Bank Indonesia tentang Ekonomi Regional Propinsi Bengkuluterungkap beberap fakta bahwa:
•
Dalam Tahun 2004 dari dana di APBD (APBD Propinsi + Kabupaten/Kota) sebesarRp. 1.358.321.000, yang dialokasikan untuk biaya rutin sebesar 81.98%, sedangkan untuk biaya pembangunan hanya 18.02% (Rp. 244.769.444)
•
Dari biaya rutin tersebut rata-rata 80% digunakan untuk belanja pegawai
•
PDRB Propinsi Bengkulu 2004 ditentukan oleh sektor Pertanian sebesar 31.43%, ini artinyaperekonomian Bengkulu masih ditentukan oleh sektor primer (pertanian). Sedangkansektor jasa-jasa 17.39%, perdagangan dan hotel 17,36%, sektor pengangkutan dankomunikasi sebesar 15.56%, yang lainnya hanya 18.27% (pertambangan, industri, listrik,air minum, bangunan dan keuangan).
•
Perkembangan PDRB berdasarkan jenis penggunaannya yang mencerminkan tingkatpermintaan daerah menunjukkan bahwa sebagian besar dana yang tersedia digunakanuntuk pengeluaran konsumsi Rumah Tangga 61.52%, konsumsi pemerintah 20.39%,Investasi hanya 11.73% . Hal ini mengindikasikan perputaran ekonomi Bengkulu lebihbanyak digerakan oleh tingkat konsumsi dibandingkan investasi.
•
Peninggkatan tingkat konsumsi sebagai penggerak roda perekonomian, namunpermasalahan utama ekonomi di daerah ini adalah sebagian besar produk yangdiperdagangkan berasal dari luar daerah sehingga
trickle down effect
dana sebesar itusecara
multiplier effect
banyak mengalir ke daerah lain
•
Perkembangan ekspor propinsi Bengkulu memperlihat peranan sektor pertanian adalahkaret dan minyak sawit (CPO), Karet dengan porsi 62.27% dari total ekspor. Dari 2003 s/d2004 kegiatan import hampir nihil, artinya kebutuhan masih dapat dipenuhi dari dalamnegeri
PERMASALAHAN PROPINSI BENGKULU
Berapa hal yang mendasar yang hingga kini masih menjadi permasalahan di PropinsiBengkulu adalah:
•
Isolasi (Transfortasi: darat, udara, laut dan Telekomunikasi)
•
Sumber Daya Manusia masih rendah sehingga sulit di ajak/digerakkan; kultur/prilaku),
•
Sumber Daya Alam (belum terindentifikasi secara detil baik posisi, defosit, menguntungkanatau tidak)
•
Potensi Unggulan belum teridentifikasi dan belum tercermin pada APBD (kalau Renstramisalnya Agribisnis dan Agroindustri semesti APBD pun harus mencerminkan hal tersebut)
Add a Comment