RELUNG INOVASI DALAM MEMBANGUN BENGKULU
(MENUJU DAERAH YANG MEMILIKI DAYA TARIK INVESTASI)
Oleh:
Ir. Usman Yassin, M.Si
Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu
PENDAHULUAN
Sesuai dengan amanat UUD 1945, pemerintah daerah berwenang mengatur danmengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.Pemberian otonomi bertujuan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakatmelalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Otonomidaerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsipdemokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dankeanekaragaman daerah dalam sistem NKRI.Prinsip otonomi seluas-luasnya adalah daerah diberikan kewenangan danmengatur urusan pemerintahan diluar urusan Pemerintah pusat yang diatur dalam UU.Seiring dengan itu penyelenggaraan otonomi daerah harus selalu berorientasi padapeningkatan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingan danaspirasi yang tumbuh dalam masyarakat (Bukan nafsu dan keingianan sang penguasasaja). Selain itu juga harus menjamin keserasian hubungan antara Daerah denganDaerah lainnya, artinya mampu membangun kerjasama antar Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan mencegah ketimpangan antar Daerah, agartidak terjadi
backwash effect
. Ada dua tujuan utama yang ingin dicapai melalui kebijakan desentralisasi yaitutujuan politik dan tujuan administratif. Tujuan politik akan memposisikan Pemda sebagaimedium pendidikan politik bagi masyarakat di tingkat lokal dan secara agregat akanberkontribusi pada pendidikan politik secara nasional untuk mempercepat terwujudnya
civil society
. Sedangkan tujuan administratif akan memposisikan Pemda sebagai unitpemerintahan di tingkat lokal yang berfungsi untuk menyediakan pelayanan masyarakatsecara efektif, efisien dan ekonomis. Agar Daerah dapat menentukan isi otonomi yang sesuai dengan kebutuhanwarganya, maka diperlukan adanya assessment atau penilaian atas isi otonomi Daerahuntuk melaksanakan pelayanan kebutuhan dasar (
basic services
) dan kewenangan untuk pengembangan usaha ekonomi masyarakat. Dengan demikian Daerah akan terhindaruntuk melakukan urusan-urusan yang kurang relevan dengan kebutuhan warganya dantidak terperangkap untuk melakukan urusan-urusan atas pertimbangan pendapatansemata.
KONDISI UMUM PROVINSI BENGKULU
Provinsi Bengkulu terdiri atas 8 kabupaten dan 1 kota, setelah pemekaran terdiridari 93 kecamatan, 119 Kelurahan dan 1.120 desa, dengan luas wilayah 1.978.870 ha, jumlah penduduk akhir tahun 2005 sebanyak 1.598.177 jiwa, dengan tingkat kepadatansebesar 81 jiwa /km
2
.Dalam hal kependudukan dan kemiskinan, diperoleh gambaran bahwa rata-ratatingkat pertumbuhan penduduk tahun 2000-2005 adalah sebesar 0,46%/tahun dengansebaran penduduk tidak merata. Kepadatan penduduk tertinggi ada di Kota Bengkuluyang mencapai 1.905 jiwa/km2 dan terendah di Kabupaten Mukomuko, yaitu 32 jiwa/km2. Sedangkan, tingkat pengganguran cenderung tidak berkurang yang padatahun 2005 mencapai 6,15%. Begitu pula dengan tingkat kemiskinan yang meningkat
Add a Comment