Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Biografi Singkat Pendiri Hizbut Tahrir

Biografi Singkat Pendiri Hizbut Tahrir

Ratings:

4.5

(6)
|Views: 356 |Likes:
Published by musa_iskandar
Biografi pengasas Hizbut Tahrir yakni Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani
Biografi pengasas Hizbut Tahrir yakni Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani

More info:

Published by: musa_iskandar on Jan 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

 
Biografi Singkat Pendiri Hizbut Tahrir SYAIKH TAQIYUDDIN AN-NABHANI
Pengantar Redaksi:
Sebelum membicarakan sejarah hidup beliau, perlu dipahami bahwa tulisan ini sama sekali tidakdimaksudkan untuk mengagungkan atau mengkultuskan beliau, karena tidak ada seorang pun yang bolehdiagungkan dan dikultuskan; juga tidak didasari fanatisme kelompok (
'ashabiyyah
), karena fanatismekelompok jelas telah diharamkan Allah Swt.Tulisan mengenai biografi beliau ini juga bukan untuk menumbuhkan sikap bahwa semua yangberasal dari beliau adalah pasti benar, karena beliau adalah manusia biasa, bisa benar dan bisa salah;bukan nabi/rasul yang
ma‘shûm
.Namun demikian, bukanlah sikap bijaksana jika hanya karena ketidaksukaan sebagian kalanganterhadap Hizbut Tahrir (HT) atau sosok An-Nabhani sebagai pendirinya, mendorong orang untuk bersikapapriori, bahkan buruk sangka, dan serta-merta menolak setiap pemikiran yang digagas oleh beliau. Dalamhal ini, akan lebih bijaksana jika kita mengingat kembali pesan Ali bin Abi Thalib kw. yaitu:
] ُهَلْَا ُفِرْعت ّقحا ْفِرْَأ ،جرِب ّقحا ْفِرْعت َ [
Janganlah engkau menilai kebenaran itu dari orangnya, tetapi kenalilah kebenaran itu,maka engkau akan mengenal orang yang mengembannya.
Karena itu, semua pemikiran dan hukum yang digali Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, sebagaimanayang digali para ulama lain, harus tetap didudukkan sebagai pemikiran dan hukum yang mesti kitakembalikan pada dalil-dalil syariat.Dalam kerangka berpikir semacam itulah, tulisan mengenai biografi singkat beliau dipaparkanberikut ini.Meski membidani lahirnya Hizbut Tahrir (HT) sebagai sebuah partai politik internasional yang telaheksis di berbagai belahan dunia, tulisan yang membahas Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani—seorang ulama,qadhi, pemikir, dan politikus ulung—sangat sedikit kita jumpai. Bukan hanya Syaikh An-Nabhani, bahkantulisan mengenai tokoh-tokoh HT yang lain juga jarang diungkap. Mengapa? Karena para penguasa Arabkhususnya dan negeri-negeri Muslim umumnya menganggap HT sebagai gerakan paling berbahaya bagikelangsungan kekuasaan mereka.Oleh karena itu, dengan kekuatan dan melalui tangan para anteknya, para penguasa itu berusahamengucilkan mereka; baik secara langsung maupun melalui 'boikot' media. Walhasil, An-Nabhani dan paratokoh HT yang lain hampir-hampir tidak populer di mata masyarakat. Sayangnya, popularitas seseorang—bukan keilmuan, dedikasi, dan perjuangannya—sering dianggap mewakili kredibilitasnya. Padahal,popularitas seseorang pada zaman kini tidak jarang sangat bergantung pada media dan kepentingan pihak-pihak yang mempopulerkannya.
Lebih dari sekadar mengucilkan, para penguasa itu bahkan menangkapi para pendiri dantokoh HT, berusaha menghentikan kegiatan HT, melarang aktivitas para syabâb (aktivis)-nya, dan menghapus jejaknya. HT mereka anggap jauh lebih berbahaya daripada Partai
 
Komunis. Ungkapan Taufiq Abdul Hadi (mantan Ketua Kabinet Yordania tahun 1953-an)menggambarkan hal itu. Ia pernah berujar:
Sesungguhnya (bagi penguasa), HT jauh lebih berbahaya daripada Partai Komunis
. Segenap kekuatandikerahkan untuk menghambat aktivitas dan pertumbuhannya. Hingga tatkala Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani wafat tahun 1977, seluruh media di negeri Arab dan Islam dilarang memuat barang secuil punkalimat belasungkawa.Saya ingat, waktu itu saya bersama Harian Ad-Dustûr dengan pemimpin redaksinya saat itu,sahabat saya Ustadz Mahmud asy-Syarif. Kami berupaya menyebarkan berita mengenai wafatnya SyaikhTaqiyuddin an-Nabhani meskipun hanya beberapa baris berita di pojok salah satu halaman. Semualarangan itu bermuara bukan hanya karena HT menyerukan Islam, tetapi karena HT khas dalam empat hal:(1) HT menyerukan untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam; (2) HT mengadopsi pemahaman-pemahaman Islam yang dijelaskan dalam banyak kitabnya seperti
Nizhâm al-Islâm, Nizhâm al-Iqtishâdi fî al-Islâm, Nizhâm al-Hukm al-Islâm
, dll; tidak menyerahkannya pada ijtihad masing-masing anggotanyadan ulama; (3) HT concern mewujudkan kesadaran politik atas dasar Islam; (4) Dalam aktivitasnya, HTbersandar pada bentuk organisasi kepartaian (
at-takattul al-hizbi 
), bukan pada kelompok sosial (
at-takattul al-jamâ‘i 
).
1
Kelahiran dan Pertumbuhan Syaikh An-Nabhani
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dilahirkan di Ijzim, masuk wilayah Haifa. Nama lengkap beliauadalah Muhammad Taqiyuddin bin Ibrahim bin Musthafa bin Ismail bin Yusuf an-Nabhani. Ayah beliauadalah seorang pengajar ilmu-ilmu syariat di Kementerian Pendidikan Palestina. Pendidikan awal beliauditerima dari ayah beliau. Di bawah bimbingan sang ayah, beliau sudah hapal al-Quran seluruhnyasebelum usia 13 tahun. Beliau juga mendapat pengajaran fikih dan bahasa Arab. Beliau menamatkanSekolah Dasar di kampungnya. Ibunda beliau juga menguasai beberapa cabang ilmu syariat yang diperolehdari kakek beliau, Syaikh Yusuf an-Nabhani.
2
 Beliau juga dibimbing dan diasuh oleh kakek beliau ini, Syaikh Yusuf bin Ismail bin Yusuf bin Ismailbin Hasan bin Muhammad Nashiruddin an-Nabhani; seorang qadhi, penyair, sastrawan, dan ulama besar.Sekembali dari menuntut ilmu di al-Azhar, Syaikh Yusuf kembali ke kota asal dan memberikan pengajaranagama di Aka. Beliau lalu menjabat qadhi di Qushbah Jenin, masuk wilayah Nablus. Beliau lalu pindah keKonstantinopel dan kemudian diangkat menjabat qadhi di Sinjiq, masuk wilayah Mosul. Selanjutnya beliaumenjabat Kepala Mahkamah al-Jaza di Ladziqiyah, kemudian di al-Quds. Selanjutnya, beliau menjabatKetua Mahkamah al-Huquq di Beirut.
3
 Beliau termasuk pelaku sejarah masa akhir Khilafah Utsmaniyah. Beliau berpendapat bahwaKhalifah Utsmaniyah merupakan penjaga agama dan akidah, simbol kesatuan kaum Muslim, danmempertahankan institusi umat. Beliau berseberangan dengan Muhammad Abduh dalam metode tafsir;Abduh menyerukan perlunya penakwilan nash dan agar tafsir merujuk pada tuntutan kondisi. Beliau jugaberseberangan dengan Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan murid-muridnya, yang menyerukanreformasi. Menurut beliau, tuntutan reformasi itu meniru Protestan. Dalam Islam tidak ada reformasi agama(seperti dalam pemahaman Protestan) itu. Beliau juga menentang gerakan misionaris dan sekolah-sekolahmisionaris yang mulai tersebar pada masa beliau.
4
 Karena itu, di samping seorang ulama yang faqih, Syaikh Yusuf an-Nabhani juga seorang politikusyang selalu memperhatikan dan mengurus urusan umat.Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani banyak diasuh dan dibimbing oleh sang kakek ini. Beliau banyakmenimba ilmu syariat dari sang kakek. Beliau banyak belajar dan memahami masalah-masalah politik yangpenting dari sang kakek, yang mengalami langsung dan memiliki hubungan erat dengan penguasaUtsmaniyah. Beliau juga sering mengikuti ceramah dan diskusi yang dibawakan oleh sang kakek.
5
 Walhasil, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani tumbuh dan berkembang dalam suasana keagamaanyang kental. Beliau juga sejak usia sangat dini telah bergelut dengan masalah-masalah politik. Semua itumemiliki pengarus besar dalam membentuk kepribadian beliau.
 
Melihat bakat kemampuan yang sangat besar dalam diri Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, sangkakek meyakinkan sang ayah agar mengirim Taqiyuddin remaja ke Al-Azhar untuk melanjutkan studi dalamilmu-ilmu syariat.
Pendidikan Beliau
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menamatkan pendidikan dasar di sekolah dasar negeri di Ijzim.Beliau kemudian melanjutkan ke sekolah menengah di Akka. Lalu beliau melanjutkan studi di TsanawiyahSyariah di Haifa. Sebelum menyelesaikannya, beliau pindah ke Kairo; melanjutkan studi di Tsanawiyah al-Azhar (setingkat SMU) pada tahun 1928. Pada tahun yang sama beliau meraih ijazah dengan predikatsangat memuaskan. Kemudian beliau melanjutkan studi di Kulliyah Dar al-Ulum yang merupakan cabang al-Azhar dan secara bersamaan beliau juga belajar di Universitas al-Azhar.Dengan sistem al-Azhar waktu itu, mahasiswa dapat memilih beberapa syaikh al-Azhar danmenghadiri halaqah-halaqah mereka mengenai bahasa Arab, fikih, ushul fikih, tafsir. hadis, tauhid, dan ilmu-ilmu syariat lainnya. Saat itu Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani memilih dan mengikuti halaqah para syaikh al-Azhar seperti yang dianjurkan sang kakek, Syaikh Yusuf an-Nabhani; di antaranya mengikuti halaqahSyaikh al-Hidhir (al-Akhdar) Husain.Pada tahun 1932 beliau lulus dari Kulliyah Dar al-‘Ulum dan juga menamatkan studi di al-Azhar as-Syarif.
6
Selama studi di dua Universitas ini beliau tampak menonjol dan istimewa dalam kecerdasan dankesungguhan. Beliau dikenal oleh teman sesama mahasiwa dan para pengajarnya sebagai sosok yangmemiliki kedalaman pemikiran, pendapat yang kuat, serta kekuatan argumentasi dalam setiap diskusi danforum pemikiran; juga memiliki keistimewaan dalam ketekunan, kesungguhan, dan besarnya perhatianuntuk memanfaatkan waktu guna menimba ilmu dan belajar.
7
Ijazah yang beliau raih di antaranya adalah: Ijazah Tsanawiyah al-Azhariyah; Ijazah al-Ghuraba’dari al-Azhar; Diploma Bahasa dan Sastra Arab dari Dar al-‘Ulum; Ijazah dalam Peradilan dari Ma‘had al-‘Alili al-Qadha’ (Sekolah Tinggi Peradilan), salah satu cabang al-Azhar. Pada tahun 1932 beliau meraih
Syahâdah al-‘Âlamiyyah
(Ijazah Internasional) Syariah dari Universitas al-Azhar as-Syarif dengan predikat
excellent 
.
8
Aktivitas-aktivitas Syaikh An-Nabhani
Setelah menyelesaikan studi di Dar al-‘Ulum dan al-Azhar, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani kembalike Palestina dan mulai mengajar di Sekolah Tsanawiyah Negeri (setingkat SMU) dan di sekolah-sekolahIslam di Haifa. Aktivitas mengajar ini beliau lakoni dari tahun 1932-1938. Pada tahun 1938 beliau beralihprofesi dengan berkarya di lapangan Peradilan. Hal itu karena beliau memandang bahwa pendidikan dansemua aktivitas yang terkait dengan kurikulum telah banyak dipengaruhi Barat sehingga telah banyakmenyimpang. Sebaliknya, bidang peradilan relatif lebih terjaga. Karenanya, beliau mengajukanpermohonan untuk bekerja di Mahkamah Syariah.Banyak sejawat beliau semasa di al-Azhar yang bekerja di Peradilan. Dengan bantuan mereka,pada tahun 1938 beliau mulai menjabat Sekretaris Mahkamah di Bissan, lalu pindah ke Taberriya. Sesuaidengan pendidikannya, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani mengajukan permohonan untuk menjadi qadhi.Majelis al-Islami al-A'la lalu menyetujuinya dan memindahkan beliau ke Mahkamah Syariah di Haifa untukmenjabat Kepala Sekretaris (
Bâsy Kâtib
).Pada tahun 1940, beliau diangkat sebagai asisten (
musyâwir 
) qadhi sampai tahun 1945. Padatahun ini beliau diangkat sebagai qadhi di Ramalah sampai tahun 1948. Pada tahun ini pula beliau terpaksaeksodus ke Syria akibat Palestina jatuh ke tangan Yahudi.Tidak lama, pada tahun ini pula, sejawat beliau, Ustadz Anwar al-Khatib, mengirim surat memintabeliau agar kembali ke Palestina untuk menjabat qadhi di al-Quds (Yerusalem). Dengan demikian, sejaktahun 1948 ini Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menjabat qadhi di Mahkamah Syariah di al-Quds (Yerusalem).

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Alfi Simbolon liked this
Syam SAntai SAja liked this
Jhon Hasibuan liked this
rea_capriks liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->