Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Psikologi Perilaku Seksual Rah Madya - 08 Orientasi Seksual

Psikologi Perilaku Seksual Rah Madya - 08 Orientasi Seksual

Ratings: (0)|Views: 229|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Dwiki Ahsana Ramadhan on Jun 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2012

pdf

text

original

 
Mata Kuliah: Psikologi SeksualKuliah ke: 9Materi: Orientasi SeksualDosen: Rah Madya Handaya,M.Psi
Orientasi Seksual
Nevid, Rathus dan Rathus (1995) mendefinisikan orientasi seksual sebagaiberikut:
Sexual orientation is the directionality of one’s sexual interests – toward members of the same gender, the opposite gender, or both genders”.
Papalia (2004) mendefinisikan orientasi seksual sebagai:
“Focus of consistent sexual, romantic, and affectionate interest, either heterosexual, homosexual, or bisexual”.
Dari kedua definisi di atas terlihat bahwa orientasi seksual adalah arahketertarikan seksual, romantis dan kasih sayang terhadap jenis kelamin yangsama (homoseksual), berbeda (heteroseksual) atau keduanya (biseksual).Menurut Nevid, Rathus dan Rathus (1995), orientasi heteroseksualadalah ketertarikan secara erotis dan kecenderungan untuk membina hubungansecara romantis dengan orang yang berbeda jenis kelamin dengan dirinya.Orientasi homoseksual adalah ketertarikan secara erotis dan kecenderunganuntuk membina hubungan romantis dengan orang yang jenis kelaminnya sama.Sedangkan orientasi biseksual adalah ketertarikan secara erotis dankecenderungan untuk membina hubungan romantis dengan orang yang jeniskelaminnya berbeda dan juga dengan orang yang berjenis kelamin sama dengandirinya.
 
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Rah Madya Handaya M.PsiPSIKOLOGI PERILAKU SEKSUAL
1
 
A Continuum of Sexual OrientationsThe Kinsey Scale
Kinsey membagi kontinum orientasi seksual menjadi 7 titik:
Bisexuality
Mayoritas dari orang yang memiliki orientasi biseksual awalnya memilikihubungan heteroseksual sebelum mereka memasukkan unsur homoseksualitasdalam hidup mereka.Tipe BiseksualitasTerdapat beberapa tipe biseksual:
Bisexuality as a real orientation
-Orientasi biseksual dimiliki sejak lahir dan rasa ketertarikan terhadapke dua jenis kelamin berlangsung sampai masa dewasa.-Orang yang memiliki orientasi ini kemungkinan mempunyai lebih darisatu pasangan pada saat yang bersamaan-Beberapa riset menyatakan bahwa wanita cenderung lebih mudahuntuk berganti perilaku seksualnya (straight, bisexual, lesbian)dibandingkan pria.
 
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Rah Madya Handaya M.PsiPSIKOLOGI PERILAKU SEKSUAL
2
0 1 2 3 4 5 6 
Exclusivelyheterosexual withno homosexualPredominatelyheterosexual, butmore thanincidentallyhomosexualPredominatelyhomosexual, but morethan incidentallyheterosexualExclusivelyhomosexual withno heterosexualPredominatelyheterosexual, onlyincidentallyhomosexualEqually homosexualand heterosexualPredominatelyhomosexual, butincidentallyheterosexual
 
Bisexuality as a transitory orientation
-Perilaku biseksual ini bersifat sementara yang dilakukan oleh orangheteroseksual atau homoseksual, dan mereka akan kembali kepadaperilaku seksual sesuai dengan orientasi seksual mereka setelahperiode eksperimen selesai.-Misal: di penjara, sekolah asrama dengan 1 jenis kelamin
Bisexuality as a transitional orientation
-Terjadi saat seseorang “beralih” ke orientasi seksual yang lain danbertahan menjalani orientasi seksual tersebut.-Misal: seseorang yang telah lama menikah dan kemudian menjalanikehidupan sebagai seorang lesbian.
Bisexuality as a homosexual denial 
-Perilaku biseksual dipandang sebagai suatu usaha untuk menghindaridari stigma sebagai seorang homoseksual-Misal: menikah dengan lawan jenis namun tetap memiliki hubunganhomoseksual.
HOMOSEKSUALPengertian
Davison dan Neale (2001) menyatakan bahwa sampai tahun 1973, dalambuku
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders
(DSM),homoseksualitas, yang diartikan sebagai hasrat atau aktivitas seksual yangdiarahkan pada orang yang berjenis kelamin sama, masih dianggap sebagaipenyimpangan seksual. Pada tahun 1973,
Nomenclature Committee of the American Psychiatric Association
merekomendasikan untuk menghilangkankategori homoseksualitas sebagai penyimpangan dan menggantinya dengankategori gangguan orientasi seksual. Kategori ini adalah untuk orang-oranghomoseksual yang terganggu, mempunyai masalah, dan berharap untukmengubah orientasi seksual mereka.Dalam buku DSM-III, terdapat kategori homoseksualitas yang ego-distonik, yaitu orang yang mempunyai hasrat homoseksual, merasa hasratseksual ini merupakan masalah, dan berharap dapat menjadi heteroseksual.
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Rah Madya Handaya M.PsiPSIKOLOGI PERILAKU SEKSUAL
3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->