Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diversifikasi pangan

Diversifikasi pangan

Ratings: (0)|Views: 47 |Likes:

More info:

Published by: Afriliani Tri Lestari on Jun 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2012

pdf

text

original

 
Diversifikasi pangan adalah suatu proses perkembangan dalam pemanfaatan danpenyediaan pangan ke arah yang semakin beragam. Manfaat diversifikasi padasisi konsumsi adalah semakin beragamnya asupan zat gizi, baik makro maupunmikro, untuk menunjang pertumbuhan, daya tahan, dan produktivitas fisikmasyarakat.Maxwell and Frankenberger 1992 mendefinisikan Kerawanan pangan kronis adalah ketidak mampuanuntuk memperoleh kebutuhan pangan setiap saat, sedangkan kerawanan pangan sementara adalahkerawanan pangan yang terjadi secara sementara yang diakibatkan karena masalah kekeringan banjir,bencana, maupun konflik sosial.Ketahanan PanganMengacu kepada Undang-Undang Pangan No.7 Tahun 1996 ketahanan pangan merupakan kondisiterpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secaracukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. USAID (1992) mendefinisikankondisi ketika semua orang pada setiap saat mempunyai akses secara fisik dan ekonomi untukmemperoleh kebutuhan konsumsinya untuk hidup sehat dan produktif. FAO (1997) mengartikan situasidimana semua rumah tangga mempunyai akses baik fisik maupun ekonomi untuk memperoleh panganbagi seluruh anggota keluarganya, dimana rumah tangga tidak beresiko mengalami kehilangan keduaakses tersebut.Tiga definisi diatas mewakili kondisi dan permasalahan pangan di Karimunjawa. kebijakan yang sudahdilakukan oleh Pemprov untuk penanganan pangan perlu mendapatkan support dan arahan dariberbagai pihak agar mendapatkan sebuah kebijakan yang integral, termasuk kajian dan penelitianindependen yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi dan kalangan LSM selama ini.Kebijakan Strategis
 
Hasil penelitian dan kajian yang dilakukan penulis sebagai bahan tesis magister menunjukkan bahwaberdasarkan data Kecamatan Karimunjawa Dalam Angka tahun 2009, jumlah penduduk di KecamatanKarimunjawa adalah 10.210 orang. Dengan mengambil asumsi rata
 –
rata kebutuhan beras per kapitaper tahun 125 kg beras (Husodo, 2006), maka dibutuhkan 1.276.250 Kg beras atau 1.276,25 ton berasper tahun di Kepulauan Karimunjawa.Sementara itu pada kondisi saat ini, dengan luas sawah total 32 hektar dan yang baru produktif dimanfaatkan adalah 9 hektar, estimasi produksi beras yang dapat dihasilkan oleh KepulauanKarimunjawa hanya sekitar 24,3 ton per tahun atau hanya sekitar 1,9 persen dari kebutuhan beraspenduduk di Kecamatan Karimunjawa. Dari data ini terlihat bahwa memang kondisi sumberdaya lokalmemang tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan panganJumlah cadangan bahan pangan (beras) yang dimiliki penduduk untuk mencukupi kebutuhankeluarganya dengan estimasi kebutuhan beras per kapita per hari adalah 0,34 Kg beras, maka stok berasdalam 1 bulan yang harus ada di masyarakat Karimunjawa idealnya adalah 104 ton. Namun dari hasilpengolahan data hasil survey, jumlah stok beras di masyarakat hanya sekitar 47,4 ton atau hanyatersedia 45% saja dari total kebutuhan untuk masyarakat dalam satu bulan.Menggunakan analisis SWOT menunjukkan ada tiga strategi yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisipangan di Kepualauan Karimunjawa, yaitu Strategi Pemantapan ketersediaan pangan, StrategiPemantapan Diversifikasi konsumsi pangan, Strategi Pemantapan Distribusi pangan berbasis potensilokal.Pertama, Strategi pemantapan ketersedian pangan meliputi peningkatan cadangan pangan masyarakatmenjelang musim barat, perwilayahan komoditas pangan sesuai dengan potensi, pemantapaninfrastruktur produksi pertanian,, optimalisasi lahan yang ada, baik sawah, ladang, pekarangan, kebundan kolam/tambak yang ada. Langkah operasional strategi ini bisa dilakukan melalui programpembangunan Lumbung Pangan Rakyat yang difungsikan sebagai KUD dan pasar bersama saat pasokanpangan terhambat, optimalisasi lading dengan menaman cabai sebagai komoditi mahal sehingga tidakmendatangkan dari luar.Kedua, Strategi pemantapan diversifikasi konsumsi pangan meliputi penyediaan suplai pangan denganmengembangkan sumberdaya lokal (unggulan wilayah), peningkatan KAP (Knowledge, Attitude,Practice ) melalui gerakan tentang konsumsi pangan yang beragam dan gizi seimbang serta aman,Peningkatan income. Diversifikasi berarti menambah pangan diluar beras. Potensi jambu mete Karimun

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->