Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DIKIR BARAT

DIKIR BARAT

Ratings: (0)|Views: 1,092 |Likes:
Published by Ina Osman

More info:

Published by: Ina Osman on Jun 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

 
SASTRA MELAYURingkasan Secara analisis, Puisi Melayu Terbahagi Dalam 12 Genre1. Pantun
Sejenis puisi yang terikat; umumnya terdiri dari empat lirik serangkap, empat perkataanselarik, mempunyai rima akhir a-b-a-b dengan sedikit variasi dan kekecualian. Setiap rangkapterbagi kepada dua unit; pembayang atau sampiran, dan maksud, dan tiap-tiap rangkap dapatmeyelesaikan satu keseluruhan idea.Penjenisan pantun berdasarkan bentuk dan strukturnya yang tetap, yaitu dari segi jumlahlarik yang serangkap: 2, 4, 6, 12 dan seterusnya; bentuk berkait, yaitu yang dikenali sebagai“pantun berkait”; dan variasi rima, termasuk yang menggujnakan pola rima syair. Oleh itu istilah-istilah yang merujuk kepada jenis-jenis pantun, seperti “pantun kanak-kanak”, “pantun kasihsayang”, “pantun budi” dan sebagiannya bukan tergolong sebagai penjelasan tema yang boleh berubah-ubah menurut tafsiran para pengkajiIstilah istilah lain yang mempunyai cirri yang sam termasuk pantun-pantun yang melebihiempat larik serangkap (yang dikenali sebagai talibun), pantun seloka, pantun rejang, pribahasa,teromba dan teka –teki yang berkennaan dapat di masukin kedalm genre pantun.
2. Syair
Sejenis puisi yang terikat; umumnya terdirik dri pada empat larik serangkap, empat perkataanselarik, mempunyai rima akhir a-a-a-a dengan sedikit variasi dan kekekualian. Keseluruhanrangkap merupakan idea yang berurutan dan biasanya memerlukan beberapa rangkap untuk menyatakan keseluruhan idea.Jenis-jenis syair juga tergantung pada jumlah larik serangkap dan variasi rima, misalnya syair dualarik atau kuplet, syair tiga larik serangkap, enam larikm serangkap dan syair berkait. Istilah-istilahseperti syair romantis, syair panji, syair sejarah, syair agama, syir simbolik dan sebagainya adalhsebagiab dari tema atau isi, buakn jenis atau bentuk.Ke dalam genre syairini, dapat dimasukkan semua bentuk dan contoh yang mempunyai cirri yangsama, seperti seloka dalam bentuk syair, syair rejang, teka-teki, dzikir, dan mungkin puisi-puisisaduran atau terjemahan dari arab dan parsi, seperti ruba’I, nazam dan dzikir dalam bentuk syair.
3. Nazam
Sejenis puisi yang terkait; umumnya terdirik dari pada dua larik serangkap dengan jumlah perkataan antara empat hingga enam selarik dan skema rima a-a, a-b, c-b atau serima (
monoryme)
,dengan sedikit variasi dan kekecualian. Nazam mungkin selesai dengan satu rangkap, tetrapi biasanya memerlukan beberapa rangkap yang berurutan untuk menyatakn satu keseluruhan.
 
4. Gurindam
Sejenis puisi yang tidak terikat atau tiada tentu bentuknya (sama ada terikat atau tidak). Bentuk yang terikat biasanya terdiri dari pada dua larik serangkap, hamper seperti syair dua larik ataunazam. Setiap larik mengandung tiga atau empat, enam atau lebih perkataan; dan pola rima a-a; a-batau serima (
monoryme)
. Tiap serangkap merupakan sebagihan dari pada idea yang brurutan dan biasanya memerlukan beberapa larik atau rankap untuk mryatakan satu keseluruhan idea.Bentuk yang tidak terikat tergolong sebagai puisi bebas, sama ada berangkap atau tidak.Waulaupun setiap rangkap dapat berdiri sendiri tetapi biasanya memerlukan beberapa larik ataurangkap untuk meyatakan satu keseluruhan idea.Dari segi bentuk ia sam seperti talibun, teromba atau mantera; tetapi tergolong sebagai gurindamkarena isinya mengandung nasihat, pengajaran dan kebenaran., berbeada dengan mantera,.Gurindam tidak mengandung konotasi megis; dan berbeda dengan teromba, ia tidak merujukm pada salasilah atau undang-undang adapt bagi sebuah masyarakat.Gurindam juga dapat merangkum puisi yang lebih bebas, yang secara sinkronis tergolong sebagai puisi modern, terutama di peringkat awal perkembangannya. Kebanyakan karya puisi dalam peringkat itu memperlihatkan kebebasan dari segi bentuk dan isi tetapi masih terkongkong kepadanilai-nilai puisi tradisional dari segi pola rima, rentak an unsure-unsur estetik yang lain.
5. Seloka
Sejenis puisi bebas yang tidak terikat, berangkap atau tidak (biasanya tidak berangkap); jika berangkap, tidak tentu jumlah larik serangkap, jumlah perkataan selarik, mempunyai rima atautidak. Biasanya memerlukan beberapa larik yang berurutan untuk dapat menyatakan keseluruhanidea. Dari segi bentuk, ia sama dengan gurindam, talibun (bahasa berirama), teromba atau mantera;tetapi di golongkan sebagai seloka karena isinya mengandungi sindiran jenaka, mengusik, bersenda-gurau atau perasaan-perasaan asik, birahi, khayal dan mimpi.
6. Teka-Teki
Sejenis puisi yang tidak terikat; terdiri daripada selirik atau beberapa lirik yang berurutan, samaada berangkap atau tidak, jumlah perkataan selaraik, tidak tentu jumlah larik serangkap, jumlah perkataan selarik atau serangkap dapat meyatakaan keseluruhan idea.Dari segi bentuk, ia sama seperti gurindam, seloka, talibun. Teromba atau mantera dan mungkinmengandung bentuk-bentuk lain (atau seluruhnya), seperti pantun atau syair. Tergolong sebagaiteka-teki karana isinya mengandung soalan atau tekaan terhadap sesuatu benda atau aspek, baik kongkrit maupun abstrak. Dari segi fungsinya, ia digunakan untuk maksud berteka-teki, untuk menguji dengan maksud bermain-main atau secara bersungguh-sungguh sebagai syembara atau pertandingan.
 
Terdapat juga teka-teki dalam bentuk prosa; atau selarik seperti pengucapan biasa, tanpamempunyai unsure-unsur puitis.
7. Pribahasa
Sejenis puisi yang tidak terikat terdiri dari sekurang-kurangnya dua larik salarik serangkap dengan jumlah perkataan empat, enam atau lebih perkataan daalm selarik; mempunyai rima atau tidak.Tergolong sebagai pribahasa berangkap karena isinya adalah pribahasa dan dikenali sebagai pribahasa; jenis bidalan, maupun pepatah, perumpamaan, perbilangan, tamsil, ibarat atau lidah pendeta. Setiap serangkap dapat menyatakan satu keseluruhan idea.
8. Teromba
Puisi yang tidak terikat dan tidak tentu bentuknya ( sama seperti gurindam dan seloka); berangkapatau tidak. Jika berangkap tidak tentu jumlah lariknya dalam serangkap, jumlah perkataan dalamselarik, mempunyai rima atau tidak. Tergolong sebagai teromba karena isinya mengandung ataumerujuk kepada peraturan atau undang-undang adapt bagi suatu kelompok masyarakat; misalnyaadapt pepatih dalam masyarakat Minangkabau; baik diMinangkabau maupun ditempat lain, sepetimasyarakat keturunan Minangkabau di Negeri Sembilan dan Malaka. Teromba juga mengadung bentuk-bentuk lain juga, khusunya pantun dan pribahasa.
9. Talibun (atau bahasa berirama)
Puisi yang tidak tentu bentuknya, berangkap atau tidak. Jika berangkap tidak tentu jumlah larik dalam serangkap, dan jumlah perkataan dalam selarik, mempunyai rima atau tidak. ; bgiasanyamemerlukan beberapa larik atau rangkap yang berutan untuk menyatakan kesatuan idea.Dari segi bentuk, ia sama seperti gurindam ( malah selalu dirujuk sebagai gurindam), seloka atauteromba. Tetapi di sini ia tergolong sebagai talibun (atau bahasa berirama) berdasarkan isi danfungsinya. Talibun adalah rangkap-rangkap puisi yang merupakanpenceritaan terperinci tentangsuatu objek atau perisitiwa dalam cerita-cerita yang umumnya di kenal sebagai “lipur lara”.Umumnya funsi talibun adalah sebagai rangkap-rangkap pemeriahan dalam karya-karya naratif  berbentuk prosa dan ia diulangi di beberapa tempat dalm sebuah cerita atau dalm cerita lain dalmgfenre yang sama.Sebelum ini kata “talibun” digunakan kedalam bentuk pantun yang lebih dari empat larik serangkaptetapi istilah itu di rasakan tidak tempat dan diperlukan. Talibun lebih sesuai digunakan bagi bentuk yang dimaksudkan disini.
10. Prosa Berirama ( atau prosa larik )
Puisi yang tidak tentu bentuknya, tetapi terdiri daripada larik-larik yang berurutan, berangkap atautidak, mempunyai rima atau tidak. Dari segi bentuknya, ia sama seperti talibun malah mungkinterdiri daripada larik-larik atau rangkap-rangkap talibun, atau mengandung bentuk-bentuk yangtergolong kedalam genre yang lain: pantun, syair atau gurindam. Disini prosa berirama tergolong

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->