Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ABSES HATI BARUU

ABSES HATI BARUU

Ratings: (0)|Views: 444|Likes:
Published by ihsan4_dunkers

More info:

Published by: ihsan4_dunkers on Jun 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

 
ABSES HATII. PENDAHULUANHati merupakan organ yang sangat penting dalam pengaturanhomeostasis tubuh meliputi metabolisme, biotransformasi, sintesis,penyimpanan, dan imunologi. Sel-sel hati (hepatosit) mempunyaikemampuan regenerasi yang cepat. Oleh karena itu, sampai batas tertentu,hati dapat mempertahankan fungsinya bila terjadi gangguan ringan. Padagangguan yang lebih berat, terjadi gangguan fungsi yang serius danberakibat fatal.
1
Penyebab penyakit hati bervariasi, sebagian besar disebabkan olehvirus yang menular secara feko-oral, parenteral, seksual, perinatal, dansebagainya. Penyebab lain dari penyakit hati adalah akibat efek toksik dariobat-obatan, alkohol, racun, jamur, dan lain-lain. Disamping itu jugaterdapat beberapa penyakit hati yang belum diketahui pasti penyebabnya.
1
Abses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan olehinfeksi bakteri , parasit, jamur, maupun nekrosis steril yang bersumber darisistem gastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasidengan pembentukan pus yang terdiri dari jaringan hati nekrotik, sel-selinflamasi, atau sel darah didalam parenkim hati. Abses hati terbagi 2 secaraumum, yaitu abses hati amebik (AHA) dan abses hati piogenik (AHP).
IPD
II. EPIDEMIOLOGI DAN DEFINISIAbses hati adalah rongga patologis berisi jaringan nekrotik yangtimbul dalam jaringan hati akibat infeksi amuba (AHA) atau bakteri/piogenik (AHP).
Papdi
Abses hati adalah bentuk infeksi pada hati yang disebabkan karenainfeksi bakteri,parasit, jamur maupun nekbrosis steril yang bersumber dari sistemgastrointestinal yang ditandai dengan adanya proses supurasi denganpembentukan pus di dalam parenkim hati. Dan sering timbul sebagaikomplikasi dari peradangan akut saluran empedu. Bakteri ini bisa sampaike hati melelui: 1) kandung kemih yang terinfeksi. 2) Luka tusuk atau lukatembus. 3) Infeksi didalam perut., dan 4) Infeksi dari bagian tubuh lainnyayang terbawa oleh aliran 6darah. Gejalanya berkurangnya nafsu makan,mual dan demam serta bisa terjadi nyeri perut.8Abses hati dibagi menjadi 2, yaitu Abses Hati Amebik (AHA) danAbses Hati Piogenik (AHP)DI negara-negara yang sedang berkembang, AHA didapatkan secaraendemik dan jauh lebih sering dibandingkan dengan AHP. AHP ini tersebar
 
di seluruh dunia, dan terbanyak di daerah tropis dengan kondisihygiene/sanitasi yang kurang. Secara epidemiologi, didapatkan 8-15 per100.000 kasus AHP yang memerlukan perawatan di RS. AHP lebih seringterjadi pada pria dibandingkan perempuan, dengan rentang usia berkisarlebih dari 40 tahun, dengan insidensi puncak pada dekade ke-6.Diperkirakan 10% dari seluruh penduduk dunia terinfeksi oleh
oteh E.hystolitica,
tetapai hanya 10% yang memperlihatkan gejala.1 Prevalensitertinggi di daerah tropis dan Negara berkembang dengan keadaan sanitasiyang buruk, status social ekonomi yang rendah dan status gizi yang kurangbaik serta dimana strain virulen
E. hystolitica
masih tinggi.Misalnya diMeksiko, India, Amerika Tengah dan Utara, Asia dan Afrika. Prevalensi
E.hystoliisua
di berbagai daerah di Indonesia berkisar antara 10-18%. IPDIII. ETIOLOGIAda tiga bentuk utama dari abses hati, diklasifikasikan oleh etiologi :
Pyogenic abses hati , yang paling sering polymicrobial, menyumbang80% dari kasus abses hati di Amerika Serikat.
Abses hati amuba karena
Entamoeba histolytica
menyumbang 10%dari kasus.
 Jamur abses, paling sering disebabkan oleh
Candida
spesies,menyumbang kurang dari 10% kasus.Entamuba histolitika mempunyai 3 bentuk, yaitu: bentuk aktif menembusdinding usus untuk membentuk ulkus. Lokalisasi ulkus amebika biasanya disekum. Parasit tersebut merusak jaringan dengan cara sitolitik dan terdapatkemungkinan pembuluh darah jugs terkena, sehingga dapat menimbul- kanperdarahan. Adanya erosi di vena dapat menyebabkan terjadinyapenyebaranparasit melalui vena porta dan masuk ke hati, terutama di lobuskanan dan terjadi abses hepar amebika.Ada beberapa mekanisme patogenesis dari abses hati seperti faktorvirulensi parasit yang menghasilkan toksin, malnutrisi, faktor resistensiparasit, berubah-ubahnya antigen permukaan dan penurunan imunitascellmediated adalah1.Penempelan E. Histolytica pada mukus usus 2.Pengrusakan sawarintestinal 3.Lisis sel epitel intestinal serta sel radang disebabkan olehendotoksinE. Histolytica. 4.Penyebarannya ameba ke hati mulai vena porta. Terjadifokus akumulasi neutrofil periportal yang disertai nekrosis daninflitrasi granulumatosa. Lesi membesar dan bersatu dan granuloma digantidengan jaringan nekrotik dimana jaringan nekrotik dikelilingi kapsul tipisseperti jaringan fibrosa. Hal ini memakan waktu berbulan setelah kejadianamebiasis intestinal.Secara patologis, abses amebiasis hati ini berukuran kecil sampai besaryang isinya berupa bahan nekrotik seperti keju berwarna merah kecoklatan,kehijauan, kekuningan atau keabuan. Cairan abses biasanya kentalberwarna coklat susu yang terdiri dari jaringan rusak dan darah yangmengalami hemolisis. Dinding abses bervariasi tebalnya,bergantung padalamanya penyakit. Abses yang lama dan besarberdinding tebal. Shaikh et al
 
(1989) mendapatkan abses tunggal 85%, 2 abses 6% dan abses multiple8%. Umumnya lokasinya pada lobus kanan 87%-87,5% karena disituterdapat banyak pembuluh darah portal. Secara mikroskopik di bagiantengah didapatkan bahan nekrotik dan fibrinous, sedangkan di perifertampak bentuk ameboid dengan sitoplasma bergranul serta inti kecil. Jaringan sekitarnya edematous dengan infiltrasi limfosit dan proliferasiringan sel kupffer dengan tidak ditemukan sel PMN. Lesi amebiasis hatitidak disertai pembentukan jaringan parut karena tidak terbentuknya jaringan fibrosis.7Abses hati amebik disebabkan oleh strain virulen Entamoebahystolitica yang tinggi. Sebagai host definitif, individu-individu yangasimptomatis mengeluarkan tropozoit dan kistabersamakotoranmereka.Infeksi biasanya terjadi setelah meminum air atau memakanmakananyangterkontaminasi kotoran yang mengandung tropozoitatau kista tersebut. Dinding kista akan dicerna oleh usus halus, keluarlahtropozoit imatur. Tropozoit dewasa tinggal di usus besar terutama sekum.Strain Entamoeba hystolitica tertentu dapat menginvasi dinding kolon.Strain ini berbentuk tropozoit besar yang mana di bawah mikroskop tampakmenelan sel darah merah dan sel PMN. Pertahanan tubuh penderita jugaberperan dalam terjadinya amubiasis invasif.Abses piogenik disebabkan oleh Enterobactericeae, Microaerophilicstreptococci, Anaerobic streptococci, Klebsiella pneumoniae, Bacteriodes,Fusobacterium, Staphilococcus aereus, Staphilococcus milleri,Candidaalbicans, Aspergillus, Eikenella corrodens, Yersinis enterolitica,Salmonella thypii, Brucella melitensis dan fungal. Abses hati dapatdisebabkan infeksi dapat berasal dari sistem porta dan hematogen melaluiarteri hepatika. Infeksi yang berasal dari abdomen dapat mencapai hatimelalui embolisasi melalui vena porta. Infeksi intraabdomen ini biasanyaberasal dari appendisitis, divertikulitis, inflammatory bowel disease danpylephlebitis. Sementara itu infeksi secarahematogen biasanyadisebabkan oleh bacteremia dari endokarditis, sepsis urinarius, danintravenous drug abuse.Amubiasis invasif dapat disebabkan perdarahan usus besar, perforasi,dan pembentukan fistula. Bila terjadi perforasi biasanya dari daerah sekuminfeksi amuba invasif pada tempat-tempat yang jauh meliputi paru, otakdan terutama hepar. Abses pada hepar diduga berasal dari invasi sistemvena porta, pembuluh limfe mesenterium, atau penjalaran melaluiintraperitoneal. Dalam parenkim hepar terbentuk tempat-tempatmikroskopis terutama terjadi trombosis, sitolisis, dan pencairan, suatuproses yang disebut hepatitis amuba. Bila tempat-tempat tersebutbergabung maka terjadilah abses amuba.Dilaporkan 21-30% dari abses hepar berasal dari penyakit biliaris yaituobstruksi ekstrahepatik, kolangitis, koledolitiasis, tumor jinak atau ganasbiliaris. Anastomosis anterobiliaris (choledochoduodenostomy ataucholedochojejunostomy) juga dilaporkan sebagai penyebab abses hepar disamping komplikasi biliaris dan transplantasi hati. Trauma tumpul dan nekrosis hati yang berasal dari vascular injuryselama laparaskopi cholecystectomy juga merupakan penyebab abseshepar.-6

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
MentariBunjamin liked this
Melian Anita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->