Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PEMBELAJARAN SASTRA

PEMBELAJARAN SASTRA

Ratings: (0)|Views: 156 |Likes:
Published by H Aries Drk Munans

More info:

Published by: H Aries Drk Munans on Jun 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

 
PEMBELAJARAN SASTRADI KELAS X RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONALSMA NEGERI 8 YOGYAKARTA
 Rahmah Purwahida, Suminto A. Sayuti,
dan
 Esti Swastika Sari
Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muhammadiyah SurakartaJl. A. Yani, Tromol Pos 1 Pabelan, Kartasura, SurakartaTelp. (0271) 717417, E-mail: rahmahpurwahida@yahoo.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran sastra di kelas XRSBI Tahun Ajaran 2007/2008 SMA Negeri 8 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalahdeskriptif kualitatif dengan subjek penelitian, yaitu seorang guru pengampu sastra dan para siswa di kelas X-RSBI Tahun Ajaran 2007/2008 SMA Negeri 8 Yogyakarta yangberjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa pembelajaran sastra telah berjalan optimal, dengan indikator siswa telahmenguasai kemampuan bersastra, yaitu mengapresiasi sastra dan mengekspresikandalam bentuk penulisan puisi dan cerpen. Keberhasilan pembelajaran sastra ditandaidengan meningkatnya minat membaca siswa kelas X-RSBI, gemarnya siswa browsingartikel-artikel sastra maupun bahan bacaan non-sastra dari website, dan siswa punmembukukan puisi karyanya dalam bentuk antologi puisi. Keberhasilan pembelajaransastra juga disebabkan guru kelas X-RSBI memiliki keunikan, yaitu mendukung siswadalam menyalurkan kreativitas dan ekspresi siswa dalam kegiatan-kegiatan sastra baik di dalam maupun di luar jam pembelajaran sekolah misalnya, pentas teater, lombalombamembaca puisi, dan penulisan cerpen.
Kata Kunci:
 pembelajaran sastra,
dan
rintisan sekolah bertaraf internasional.
ABSTRACT
The purpose of this study is to describe the process of learning literature at the tenthgrade of an international school SMA Negeri 8 Yogyakarta 2007/2008. This research isa descriptive qualitative research. The subjects include the teacher of literature and 19students of the tenth. Data-collecting techniques were participant observation, depthinterview,and documentation. The results of this study showed that the learning objectivesof literature were well-
achieved, indicated by such indicators as students’ competency
 in appreciating literary works and expressing the appreciation in the form of poemsand short stories. The success in learning literature was characterized by the increase
in the students’ reading interest, their frequent browsing of articles on both literary
 and non-literary materials from different websites, and their writing products of 
Pembelajaran Sastra di Kelas X Rintisan Sekolah Bertaraf ... (Rahmah Purwahida, dkk.)
19
 poems collected in the anthology of poetry. The successful learning of literature wasdue to the creative teacher in supporting the students by accommodating their creationand expression both in and out of the class, such as theater performance, poetry readingand short-story writing competitions.
Key words:
learning literature
, dan
rintisan sekolah bertaraf internasional.
PENDAHULUAN
Peranan sastra sebagai penyeimbang unsur hakiki manusia menjadikan pembelajaransastra penting diberikan dalam proses pendidikan sebab bacaan sastra memberi masukan suatu
 
nilai kecakapan hidup pada siswa (Lubis dan Ecky Supriyanto, 1999: 75). Melalui pembelajaransastra, siswa diharapkan dapat memetik pengalaman hidup yang dipaparkan pengarang dalamwacana sastra karena pada dasarnya sastra merupakan hasil perenungan terhadap nilai-nilaikehidupan.Ismail (2006: 3) mengungkapkan pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas (SMA)sampai saat ini belum berjalan secara optimal dan perlu ditingkatkan kualitasnya. Indikatorutama yang memperkuat sinyalemen itu adalah masih rendahnya apresiasi dan minat bacarata-rata siswa dan lulusan SMA terhadap karya sastra (
 Republika
, 22/4/2008). Keberhasilanpembelajaran apresiasi sastra di setiap jenjang pendidikan sampai saat ini masih bersifat teoretisdan verbalitas (Ginanjar, 2007: 1). Masih banyak guru sastra menjejali para siswanya denganteori-teori sastra. Akibatnya adalah pembelajaran sastra menjadi suatu kegiatan belajar-mengajaryang membosankan.Keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang memiliki kelas-kelaskhusus menuju taraf internasional memberi warna baru sekaligus harapan baru dalam perbaikanpembelajaran sastra sebab RSBI memiliki tujuan institusional menyiapkan peserta didik berdasarkan standar nasional pendidikan (SNP) Indonesia yang tarafnya internasional sehinggalulusannya memiliki kemampuan daya saing internasional. Tujuan pendidikan institusionalini diwujudkan dalam kurikulum yang akan menentukan tujuan instruksional di SBI (Depdiknas,2008: 15).Selama ini pembelajaran sastra yang banyak diteliti yaitu pembelajaran sastra di SekolahMenengah Atas (SMA) yang belum menyelenggarakan rintisan SBI, padahal prosespembelajaran di SMA rintisan SBI sebagai terobosan baru dalam meningkatkan kualitaspendidikan Indonesia perlu diteliti guna mendorong perkembangan pembelajaran sastra disekolah-sekolah yang sedang merintis menjadi SBI. Minimnya perhatian terhadap prosespembelajaran sastra di SMA yang RSBI dalam bentuk penelitian, sedangkan di sisi lain terdapatkebutuhan dan keingintahuan para guru sastra dan praktisi pendidikan untuk mengetahuigambaran proses pembelajaran sastra yang baik terutama di SMA yang RSBI menjadikanpenelitian mengenai hal ini mendesak untuk dilakukan. Berdasarkan data Dinas PendidikanDaerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2008, SMA Negeri 8 Yogyakarta termasuk RintisanSekolahBertaraf Internasional (RSBI). Penyelenggaraan kelas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasionaldi sekolah ini dimulai pada Tahun Ajaran 2007/2008 dengan adanya satu kelas X.
20
 Jurnal Penelitian Humaniora, Vol.
11, No. 1, Pebruari 2010: 18-30
Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah, dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimanakahproses pembelajaran sastra di kelas X-RSBI Tahun Ajaran 2007/2008 SMA Negeri 8Yogyakarta. Proses pembelajaran sastra tersebut mencakup tujuh komponen pembelajaransastra, yaitu guru, tujuan, materi, metode, media, evaluasi, dan respon siswa. Sesuai denganrumusan masalah di atas tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaransastra di kelas X-RSBI Tahun Ajaran 2007/2008 SMA Negeri 8 Yogyakarta mencakup tujuhkomponen, yaitu guru, tujuan, materi, metode, media, evaluasi, dan respon siswa.Pengertian pembelajaran menurut Brown (1987: 7), yaitu pemerolehan atau penerimaanilmu pengetahuan suatu materi pelajaran atau keterampilan dengan studi, pengalaman, ataupengajaran. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA menghendaki kegiatan berbahasa danbersastra (Depdiknas, 2008: 32). Kegiatan bersastra mencakup kegiatan mendengarkan, kegiatanberbicara, kegiatan membaca, dan kegiatan menulis. Dari segi pembelajaran kegiatan bersastraditujukan untuk meningkatkan apresiasi terhadap sastra agar siswa memiliki kepekaan terhadapsastra sehingga berkeinginan membacanya. Keinginan untuk membaca akan menumbuhkan
 
kebiasaan membaca yang akhirnya mampu meningkatkan pemahaman dan pengertian tentangmanusia dan kemanusiaan, mengenal nilai-nilai, mendapatkan ide-ide baru, meningkatkanpengetahuan sosial budaya, berkembangnya rasa dan karsa, serta terbinanya watak dankepribadian.Guru sastra merupakan salah satu komponen yang mempengaruhi keberhasilan prosespembelajaran sastra. Gurulah yang paling paham tentang suatu karakteristik suatu pembelajaran,setidaknya mengetahui tujuan, materi, topik, teks yang akan diperkenalkan kepada siswa, kondisisiswa, dan cara memulai (Moody, 1983: 33). Peran guru dalam proses pembelajaran, yaitusebagai organisator, informator, konduktor, katalisator, inisiator, moderator, tutor, fasilitator,dan evaluator (Tarigan, 1990: 8).Tujuan pembelajaran perlu dirumuskan dan ditetapkan lebih dahulu sebelum dilaksanakanproses belajar mengajar. Sayuti (1994: 203) menyatakan tujuan pembelajaran sastra akan lebihtepat bila diarahkan pada pembinaan apresiasi sastra siswa. Senada dengan pendapat tersebut,Endraswara (2005: 7) mengungkapkan pembelajaran sastra pada tingkat pendidikan manapunhendaknya diorientasikan untuk membina apresiasi.Herfanda merumuskan (2007: 4) secara garis besar tujuan pembelajaran sastra dapatdikelompokkanmenjadi dua.
Pertama
, tujuan ideal yang bersifat jangka panjang untuk membentuk karakter siswa. Rincian dari tujuan ini, antara lain, (1) membentuk karakter siswa agarmemiliki rasa keindahan dan peduli pada masalah-masalah keindahan; (2) menumbuhkansifatsifatmulia pada diri siswa, seperti kearifan, kesantunan, kerendah-hatian, ketuhanan, keadilandan kepedulian pada nasib sesama; (3) mewariskan nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk membentuk jati diri siswa sekaligus jati diri bangsa; (4) menumbuhkan sikap apresiatif terhadapkarya sastra, dan (5) menumbuhkan minat baca terhadap karya sastra. Kedua, tujuan praktisyang bersifat jangka pendek sesuai dengan yang tertera pada kurikulum.Menurut Muslim (2007: 3) materi pembelajaran dikaitkan dengan isu-isu lokal, regional,nasional, dan global agar peserta didik nantinya mempunyai wawasan yang luas dalammemahamidan menanggapi berbagai macam situasi kehidupan. Pertimbangan memilih materipembelajaran mencakup tiga aspek, yaitu bahasa, kematangan jiwa (psikologi) dan latarbelakangkebudayaan para siswa (Rahmanto, 2005: 27). Menurut Nurgiyantoro (1995: 319), materi
Pembelajaran Sastra di Kelas X Rintisan Sekolah Bertaraf ... (Rahmah Purwahida, dkk.)
21
pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu (1) bahan apresiasi langsung yangberfungsi untuk menunjang keberhasilan pembelajaran apresiasi sastra yang bersifat langsungdan (2) bahan apresiasi tak langsung tentang teori dan sejarah sastra.Secara khusus, Sukmadinata (1999: 108) mengartikan media mengajar adalah segalabentuk alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. Jadi, media adalah suatualat yang berupa saluran untuk menyampaikan pesan atau informasi dari suatu sumber kepadapenerima. Dalam pembelajaran sastra yang dimaksud dengan pesan ialah bahan pembelajaranyang mengandung keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Pembawa pesan atau sumberpesan adalah guru, sebagai penerima pesan adalah siswa.Sayuti (dalam Jabrohim, 1994: 110) menyatakan bahwa evaluasi pembelajaran sastraharus sejalan dengan titik berat utamanya, yakni pembinaan apresiasi. Evaluasi pembelajaransastra tidak boleh meninggalkan aspek pengetahuan, keterampilan serta persepsi tentang sastraatau tidak boleh meninggalkan teori, sejarah, dan kritik sastra.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->