Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Program Nasional Bagi Anak Indonesia_pendidikan

Program Nasional Bagi Anak Indonesia_pendidikan

Ratings: (0)|Views: 240|Likes:

More info:

Published by: Eirene Septa Lestari Saragih on Jun 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/21/2012

pdf

text

original

 
PROGRAM NASIONAL BAGI ANAK INDONESIAKELOMPOK PENDIDIKANBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang
Indonesia sebagai anggota Badan Organisasi Dunia (PBB) ikut serta dalam berbagaikegiatan untuk menyukseskan Pendidikan Untuk Semua. Diantaranya adalah pertemuandi Jomtien, Thailand pada tahun1990 yang menghasilkan Deklarasi Dunia tentangPendidikan Untuk Semua (
 Education for All 
).Selanjutnya pada bulan September 1990 di New York diselenggarakan pertemuan
World Summit for Children dan merumuskan Plan of Action of Implementing the World  Declaration in the 1990s
. Kemudian dalam Konvensi Hak-Hak Anak 
(Convention onthe Rights of the Child)
, pasal 28 butir 1, menyebutkan bahwa: Para negara pesertamengakui hak anak atas pendidikan dan dengan tujuan mencapai hak ini secara bertahap dan berdasarkan kesempatan yang sama, khususnya mereka akan:1.membuat wajib pendidikan dasar dan tersedia cuma-cuma untuk semua anak;2.mendorong pengembangan bentuk-bentuk yang berbeda dari pendidikanmenengah, termasuk pendidikan umum dan kejuruan, membuatnya tersedia dan bisa diperoleh oleh setiap anak, dan akan mengambil langkah-langkah yang layak seperti penerapan pendidikan cuma-cuma dan menawarkan bantuan keuangan biladiperlukan;3.membuat pendidikan tinggi wajib bagi semua anak yang didasarkan padakemampuan dari setiap sarana yang layak;4.membuat informasi pendidikan dan kejuruan dan bimbingan tersedia dandapat dicapai oleh semua anak;5.mengambil langkah-langkah untuk mendorong kehadiran anak secara teratur di sekolah dan penurunan tingkat putus sekolah;Untuk memenuhi sasaran dan target tersebut, diselenggarakan pertemuan Internasionalyang diikuti 189 negara dan berhasil memformulasikan apa yang disebut
 Millenium Development Goals
yang meliputi 8 tujuan yaitu:1.penghapusan kemiskinan dan kelaparan yang parah2.penyelenggaraan pendidikan dasar semesta3.peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan4.penurunan angka kematian anak 5.peningkatan kesehatan ibu6.pemberantasan HIV/AIDS, malaria dan penyakit-penyakit lain7.jaminan terhadap kesinambungan lingkungan8.pengembangan kemitraan global untuk pembangunan.Atas prakarsa organisasi Internasional, pada bulan April 2000 di Dakar, Senegaldiadakan pertemuan Forum Pendidikan Dunia yang menyepakati secara bersamatindakan pemerintah untuk menindaklanjuti Deklarasi Pendidikan Untuk Semua. Hasil1
 
 penilaian Pendidikan Untuk Semua pada tahun 2000 menunjukkan bahwa terdapatkemajuan yang berarti di banyak negara. Tanpa kemajuan yang dipercepat ke arahPendidikan Untuk Semua, maka sasaran nasional dan internasional yang sudahdisepakati terutama pengurangan kemiskinan tidak akan tercapai dan ketidaksama-rataan antar negara dan antar masyarakat akan semakin melebar.Tujuan yang disepakati untuk memenuhi kebutuhan belajar dasar bagi semua orangyakni:1.memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan tak beruntung.2.menjamin bahwa tahun 2015 semua anak, khususnya anak perempuan, anak-anak dalam keadaan yang sulit dan mereka yang termasuk minoritas etnik,mempunyai akses pada dan menyelesaikan pendidikan dasar yang bebas dan wajibdengan kualitas yang baik.3.menjamin bahwa kebutuhan belajar semua manusia muda dan orang dewasaterpenuhi melalui akses yang ada pada program-program belajar dan keterampilanhidup yang sesuai.4.mencapai perbaikan 50 persen pada tingkat keniraksarawan orang dewasamenjelang tahun 2015, terutama bagi kaum perempuan, dan akses yang adil pada pendidikan dasar dan berkelanjutan bagi semua orang dewasa.5.menghapus disparitas gender di pendidikan dasar dan menengah menjelangtahun 2005, dan mencapai persamaan gender dalam pendidikan menjelang tahun2015 dengan suatu fokus jaminan bagi perempuan atas akses penuh dan sama padaserta prestasi dalam pendidikan dasar dengan kualitas yang baik.6.memperbaiki semua aspek kualitas pendidikan dan menjamin keunggulannya ,sehingga hasil-hasil belajar yang diakui dan terukur dapat diraih oleh semua,terutama dalam keaksaraan, angka dan keterampilan hidup yang penting.Pada awal tahun 2001 dilaksanakan pertemuan
 A World Fit for Children
, untumengevaluasi agar setiap negara bertekad untuk terus memperjuangkan kesejahteraandan kemaslahatan anak. Kemudian menetapkan dan mendeklarasikan
 A World Fit for Children (WFFC)
dengan 4 (empat) kegiatan pokok yaitu 1. peningkatan hidup sehat
(promoting healthy)
, 2. penyediaan pendidikan yang berkualitas (
 providing qualityeducation)
, 3. perlindungan terhadap abuse, eksploitasi dan kekerasan
(protecting against abuse, exploitation and violence)
, 4. penanggulangan HIV/AIDS
(combating  HIV/AIDS.
Salah satu kegiatan pokok yang tercantum dalam deklarasi tersebut yaitu penyediaan pendidikan yang berkualitas merupakan pengejawantahan hasil kesepakatan ForumPendidikan Dunia tentang Pendidikan Untuk Semua pada tahun 2000 di Dakar, Senegalyang meliputi 6 (enam) tujuan sebagaimana disebutkan terdahulu.Dalam hubungan itu, Indonesia telah merumuskan tujuan tersebut sebagaimanatercantum dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara 1999-2004 dan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional. Untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program Pendidikan Untuk Semua baik yangdilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat, telah dibentuk Forum Koordinasi Nasional Pendidikan Untuk Semua yang ditetapkan oleh Menteri Koordinator bidangKesejahteraan Rakyat dengan Keputusan Nomor:15/KEP/MENKO/KESRA/VI/20022
 
B. Landasan
1. Undang - Undang Dasar 1945 beserta Amandemennyaa.Pasal 28b ayat 2: “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuhdan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dandiskriminasi” b.Pasal 28c ayat 2: “Setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan danmemperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budayademi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umatmanusia”c.Pasal 31 ayat 1: “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”d.Pasal 31 ayat 2: “Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”.e.Pasal 31 ayat 3: “Pemerintah mengusahakan dan menye- lenggarakansatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan danketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan Undang-undang”
f.
Pasal 31 ayat 4: “Negara memprioritaskan anggaran pendidikansekurang-kurangnya 20 persen dari APBN serta APBD untuk memenuhikebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”
.
2.Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999-20043.Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan AnaPasal 2 ayat 2: “Anak berhak atas pelayanan untuk mengembangkankemampuan dan kehidupan sosialnya, sesuai dengan kebudayaan dankepribadian bangsa, untuk menjadi warganegara yang baik dan berguna.”4.Undang-undang Nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas)5.Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 4, pasal 9 dan pasal 11.a.Pasal 4 “Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang,dan berpatisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabatkemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi” b.Pasal 9 “(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajarandalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuaidengan minat dan bakatnya; (2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa, sedangkan bagi anak yang memilikikeunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus.c.Pasal 11 “Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkanwaktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri. 3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->