Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Definisi Herpes

Definisi Herpes

Ratings: (0)|Views: 893 |Likes:
Published by lala_ratee

More info:

Published by: lala_ratee on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
1.Definisi Herpes
Herpes ialah radang kulit yang ditandai dengan pembentukan gelembung-gelembung berisi air pada dasar peradangan dan berkelompok (Tetty Setiowati ;Deswaty Furqonita, 2007). Sedangkan menurut Kamus Kedokteran Dorland,herpes adalah erupsi kulit yang menyebar yang disebabkan oleh virus herpes danditandai oleh pembentukan vesikel kecil yang mengelompok. Sehingga bisa ditarikkesimpulan, herpes merupakan suatu penyakit kulit yang ditandai denganmunculnya gelembung-gelembung secara berkelompok di permukaan kulit.Herpes di bedakan menjadi dua jenis, yaitu :a.Herpes Zoster Tergolong dalam infeksi akut yang disebabkan oleh virus Varisela Zoster(VZV). Ditandai dengan timbulnya gelembung berisi cairan pada tubuhbagian punggung, dada, dahi, atau daerah dari thoracallis 3 sampailumbalis 2. Herpes jenis ini seringkali terjadi pada orang yang pernahmenderita varisela (cacar air) sebelumnya. Hal tersebut dikarenakanVZV juga merupakan penyebab varisela. Ketika varisela sembuh, virus tersebuttetap berada dalam tubuh penderita pada tahap laten dan tidakmenunjukkan gejala apapun. Virus baru bisa aktif kembali ketika daya tahantubuh penderita menurun.b.Herpes GenitalisPenyakit herpes genetalis timbul akibat adanya infeksi atau peradanganpada kulit, terutama dibagian vagina, penis, pintu dubur/ anus, pantat, danselangkangan. Penyebab penyakit herpes genetalis adalah virus herpessimplek. Herpes Genitalis ini tergolong dalam penyakit menular seksual.Dalam kasus ini, Ny. A dikatakan menderita Herpes Zoster, karena bula ditubuhnya berada pada bagian punggung. Selain itu sebelumnya Ny. A pernahmengalami varisela dimana VZV bisa aktif kembali pada saat kondisi daya tahantubuh Ny. A menurun.
2.Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis yang seringkali terjadi pada herpes zoster adalahtimbulnya bula. Bula merupakan suatu lepuhan atau gelembung yang di dalamnyaberisi cairan. Ukurannya kira-kira ≥ 0.5 cm (Kamus Kesehatan). Cairan di dalambula kebanyakan merupakan serum atau komponen darah yang tersisa setelahkomponen pembekuan dan eritrosit berpindah. Lokasi munculnya bula tergantung jenis penyakitnya, misalnya pada penderita varisela, bula bisa tumbuh di seluruhbagian tubuh (Zein, 2011). Timbulnya bula bisa disebabkan oleh :
Adanya iritasi, baik dari bahan kimia ataupun iritasi fisik (luka bakar)
 
Alergi, bisa karena gigitan serangga
Obat-obatan, seperti obat furosemid (diuretik) yang penggunaannyabisa meningkatkan sensitivitas pada matahari sehingga bisa memicutimbulnya bula.
Infeksi, penyakit cacar air misalnya.Pada herpes zoster sendiri, bula bisa terjadi setelah munculnya gejalaprodomal sistematik (demam, pusing) seperti meriang yang dirasakan oleh Ny. A,maupun gejala prodomal lokal (nyeri otot tulang, gatal). Bula yang berisi cairan jernih tersebut, kemudian menjadi keruh yang nantinya dapat menjadi postule dankrusta. (Prof. dr. Adhi Juwanda, 199:107).
3.Etiologi
Bula bisa terasa gatal dan nyeri. Dan apabila pecah, bula bisa memudahkanterjadinya infeksi bakteri pada daerah sekitarnya serta krusta yang lebih dalam.Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar bula tidak pecah akibat garukan ataugeseran benda-benda yang nantinya bisa menjadi jalan masuk kuman yang lain.Selain itu, bula yang bergerombol di sepanjang kulit yang dilalui oleh syaraf yangterinfeksi, kadang-kadang menimbulkan kelemahan pada otot yang dikontrol olehsaraf. Misalnya, saraf yang terkena adalah saraf motorik maupun sensorik.Herpes zoster biasanya sembuh sendiri setelah beberapa minggu. Biasanyapengobatan hanya diperlukan untuk meredakan nyeri dan menghambatpenyebaran bula. Pereda nyeri yang diberikan bisa berupa obat analgesik yangtelah diresepkan oleh dokter. Seperti pada kasus ini, dimana Ny. A diberikan asamMefenamat 3x500 mg sebagai anti nyeri dari bula. Selain itu bisa juga diberikanobat anti virus semisal asiklovir, famsiklovir, dan valaciclovir untuk menghambatperkembangbiakan virus. Dengan demikian, tingkat keparahan bisa diminimalisir.
4.Patofisiologi
Dalam kasus Ny. A, bula muncul pada punggung kiri dari atas sampaibawah. Hal tersebut memang merupakan karakteristik tersendiri dari virus herpeszoster, dimanaVZV umumnya hanya mempengaruhi satu saraf saja, bersifatunilateral, dan pada satu sisi tubuh. Jadi jika sedikit bagian kiri tubuh sudahterkena, maka tidak akan menyerang daerah kanan.Berbeda dengan herpes zoster, penyebaran bula pada varisela bisa meratake seluruh tubuh. Namun bukan berarti herpes tidak lebih parah dari varisela. Justru herpes zoster merupakan penyakit lanjutan dari varisela. Orang yangsebelumnya pernah terserang varisela, lebih mudah terkena herpes zoster. Karenaseperti yang telah dijelaskan sebelumnya, VZV akan menetap pada saraf dalamkeadaan laten. Yang bisa aktif ketika daya tahan tubuh kurang. Jadi resiko herpeszoster pada mantan penderita varisela lebih besar daripada orang yang belumpernah menderita varisela.
 
Sedangkan yang menyebabkan bula terasa nyeri dan panas adalah karenabula tumbuh diantara lapisan epidermis dan dermis pada kulit dan terdistribusipada saraf sensoris. Karena pada lapisan kulit di antara epidermis dan dermisterdapat saraf Free Ending Nerve, yang tersentuh oleh serum dari bula,menyebabkan timbulnya rasa nyeri bagi penderitanya.
5.Penatalaksanaan Medis
a. Terapi sistemik yang bersifat simtomatik.
Contoh dalam kasus ini adalah salepAsiklovir dan Asam Mefenamat. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai keduaobat tersebut :
Salep Asiklovir
Kandungan
: Dalam tiap gram salep/krim, mengandung asiklovir 50 mgyang merupakan nukleosida purin asiklik/sintetik sebagai garamnatrium.
Kegunaan
: Menghambat virus herpes simplex (HSV) tipe I dan HSV tipeII, Varicella Zoster, Epstein-Barr, dan Cytomegalovirus.
Indikasi
: Pengobatan infeksi virus herpes simplex pada kulit dan selaputlendir, termasuk herpes genitalis yang inisial dan rekuren.
Kontraindikasi
: Untuk penderita yang hipersensitif terhadap acyclovir.
Efek samping
: Nyeri ringan termasuk rasa terbakar sementara dan rasayang menyengat. Reaksi lokal termasuk pruritus, rash, vulvitis, danedema. (Farmasiku.com,
Asam Mefenamat
Kandungan:
Pada asam mefenamat 500 mg, mengandung AsamMefenamat 500 mg.
Kegunaan :
Menghilangkan rasa nyeri baik akut maupun kronik, ringansampai sedang.
Indikasi
: Sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyerikarena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri sehabis operasi, nyeri padapersalinan.
Kontraindikasi :
Pada penderita tukak lambung, radang usus, gangguanginjal, asma dan hipersensitif terhadap asam mefenamat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->