Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
51Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Diagram Terner

Laporan Praktikum Diagram Terner

Ratings: (0)|Views: 3,764 |Likes:
Published by Susita Pratiwi

More info:

Published by: Susita Pratiwi on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II
DIAGRAM TERNER SISTEM ZAT CAIR TIGA KOMPONEN
Oleh :
Nama : Ni Made Susita PratiwiNim : 1008105005Kelompok : IITanggal Praktikum : 9 April 2012LABORATORIUM KIMIA FISIKJURUSAN KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS UDAYANA2012
DIAGRAM TERNER SISTEM ZAT CAIR TIGA KOMPONEN
 
I.
 
TUJUAN
a.
 
Menentukan kelarutan suatu zat dalam suatu pelarut.b.
 
Mengetahui dan memahami pinsip kerja dalam diagram terner
 c.
 
Mengetahui jumlah derajat kebebasan untuk sistem tiga komponen
 d.
 
Menentukan zat mana yang memiliki sifat sebagai komponen A, B dan C
 e.
 
Menggambarkan fase diagram tiga komponen dan menggambarkan tie line padadiagram tiga komponen.
II.
 
DASAR TEORI
Kelarutan suatu zat adalah suatu konsentrasi maksimum yang dicapai suatu zatdalam suatu larutan. Partikel-partikel zat terlarut baik berupa molekul maupunberupa ion selalu berada dalam keadaan terhidrasi (terikat oleh molekul-molekulpelarut air). Makin banyak partikel zat terlarut makin banyak pula molekul air yangdiperlukan untuk menghindari partikel zat terlarut itu. Setiap pelarut memiliki batasmaksimum dalam melarutkan zat. Untuk larutan yang terdiri dari dua jenis larutanelektrolit maka dapat membentuk endapan (dalam keadaan jenuh).Pemisahan suatu larutan dalam campuran dapat dilakukan dengan berbagaicara salah satunya dengan ekstraksi. Ektraksi merupakan suatu metoda yangdidasarkan pada perbedaan kelarutan komponen campuran pada pelarut tertentudimana kedua pelarut tidak saling melarutkan. Bila suatu campuran cair,misalnyakomponen A&B dicampurkan tidak saling melarutkan sehingga membentuk duafasa. Maka untuk memisahkannya digunakan pelarut yang kelarutannya samadengan salah satu komponen dalam campuran tersebut. Sehingga ketiganyamembentuk satu fasa. Jika kedalam sejumlah air kita tambahkan terus menerus zatterlarut lama kelamaan tercapai suatu keadaan dimana semua molekul air akanterpakai untuk menghidrasi partikel yang dilarutkan sehingga larutan itu tidak mampu lagi menerima zat yang akan dtambahkan. Dapat dikatakan larutan tersebutmencapai keadaan jenuh.Zat cair yang hanya sebagian larut dalam cairan lainya,dapat dinaikan kelarutannya dengan menambahkan suatu zat cair yang berlainandengan kedua zat cair yang lebih dahulu dicairkan. Bila zat cair yang ketiga inihanya larut dalam suatu zat cair yang terdahulu, maka biasanya kelarutan darikedua zat cair yang terdahulu itu akan menjadi lebih kecil. Tetapi bila zat cair yangketiga itu larut dalam kedua zat cair yang terdahulu, maka kelarutan dari kedua zat
 
cair yang terdahulu akan menjadi besar. Gejala ini dapat terlihat pada sistemkloroform- asam asetat- air.Bila asam asetat ditambahkan kedalam suatu campuran heterogen kloroformdan air pada suhu tertentu, kelarutan kloroform dalam air akan bertambah, sehinggapada suatu ketika akan menjadi homogen. Jumlah asam asetat yang harusditambahkan untuk mencapai titik homogen (pada suhu tertentu tadi), tergantungdari komposisi campuran kloroform dalam air.Derajat kebebasan didefinisikan sebagai jumlah minimum variabel intensif yang harus dipilih agar keberadaan variabel intensif dapat ditetapkan. Jumlahminimum variabel intensif dapat berupa temperatur, tekanan, konsentrasi. Simbol
untuk derajat kebebasan Φ dan invarian bila Φ = 0, univarian bila Φ = 1, biarian bilaΦ = 2 dan seterusnya.
Rumus derajat kebebasan diturunkan melalui hukum fasaGibbs. Persamaannya dapat dituliskan menjadi:
Φ = C + 2 ....................................
 
…………..
(2.1)Dimana,
Φ = d
erajat kebebasanC = jumlah komponenP = jumlah fasaHubungan antara diagram fasa dengan derajat kebebasan dapat dinyatakanuntuk kesetimbangan apapun dalam sistem tertutup, jumlah variabel bebas disebut
derajat kebebasan Φ yang sama dengan jumlah kompone
n C ditambah 2 dikurangi jumlah fasa P. Jadi, dalam titik tertentu di diagram fasa, jumlah derajat kebebasanadalah 2 yakni suhu dan tekanan, bila dua fasa dalam kesetimbangan, sebagaimanaditunjukkan dengan garis yang membatasi daerah dua fasa hanya ada satu derajatkebebasan, bisa suhu atau tekanan. Pada titik tripel, ketika terdapat tiga fase tidak adaderajat kebebasan lagi.Berdasarkan hukum fasa Gibbs, jumlah terkecil variabel bebas yangdiperlukan untuk menyatakan keadaan suatu sistem dengan tepat pada kesetimbangandiungkapkan sebagai :V = C
 – 
P + 2
…………………………… (2.2)
 dimana,F = jumlah derajat kebebasanC = jumlah komponen

Activity (51)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sri Sundari liked this
Agus Hendra Jaya liked this
Yadis Nurlaura liked this
Amalia Oktari II liked this
Leyna Miska liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->