Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Askep Luka Bakar

Konsep Askep Luka Bakar

Ratings: (0)|Views: 97 |Likes:
Published by Andhy Bhawel

More info:

Published by: Andhy Bhawel on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2012

pdf

text

original

 
 
ASUHAN KEPERAWATAN
Perawatan Luka Bakar Selama Fase Darurat/ Resusitasi
PengkajianPengkajian keperawatan pada fase darurat luka bakar berfokus pada prioritas utama bagi setiap pasien trauma dengan luka sebagai permasalahansekunder. Penanganan aseptik luka bakar dan pemberian infus yang invasif harusditeruskan.Tanda-tanda vital harus diperiksa sesering mungkin. Status respirasidipantau dengan ketat. Denyut nadi apikal, karotid dan femoral dievaluasi.Pemantauan jantung merupakan indikasi jika pasien memiliki riwayat penyakit jantung, cedera listrik atau masalah respirasi, atau bilamana irama denyut nadinyaterganggu, atau frekuensi nadinya abnormal lambat atau cepat.Jika semua ekstremitas terbakar, pengukuran tekanan darah mungkin sulitdikerjakan. Balutan steril yang ditaruh di bawah manset tensimeter akanmelindungi luka terhadap kemungkinan kontaminasi. Karena bertambahnyaedema membuat tekanan darah sulit di auskultasi, alat Doppler (ultrasound) atautensimeter elektronik yang non invasif dapat membantu. Pada luka bakar yang berat, kateter arteri digunakan untuk mengukur tekanan darah dan mengambilspesimen darah. Denyut nadi perifer pada ekstremitas yang terbakar harusdiperiksa setiap jam sekali. Alat Doppler juga berguna untuk memantau denyutnadi perifer.Selang infus yang berdiameter besar dan kateter urine
indwelling 
harusdipasang. Pengkajian perawat mencakup pemantauan asupan dan keluaran cairan.Haluaran urine yang merupakan indikator yang sangat baik untuk menunjukkanstatus sirkulasi harus dipantau dengan cermat dan diukur setiap satu jam. Jumlahurine yang diperoleh pertama kali ketika kateter urine di pasang harus dicatat,karena data ini dapat membantu menentukan fungsi renal dan status cairan
 
 
sebelum pasien mengalami luka bakar. Berat jenis urine; pH; dan kadar glukosa,aseton, protein serta nilai hemoglobin harus sering dinilai.Warna urine yang kemerahan menunjukkan adanya hemokromogen danmioglobin yang terjadi akibat kerusakan otot karena luka bakar yang dalamdengan disertai cedera listrik atau kontak yang lama dengan nyala api. Glukosuriamerupakan gejala yang sering ditemukan pada jam-jam pertama pasca-luka bakar dan terjadi akibat pelepasan glukosa yang disimpan dari dalam hati sebagairespons terhadap stres.Meskipun bukan merupakan informasi untuk menghitung kebutuhancairan pasien, perawat harus mengetahui volume maksimal cairan yang harusdiperoleh pasien. Alat pemompa infus dan pengatur kecepatan infus sangat berguna untuk melaksanakan terapi cairan yang rumit dengan benar menurutinstruksi dokter. Pemantauan terapi cairan intravena merupakan tanggung jawabkeperawatan yang utama.Suhu tubuh, berat badan, riwayat berat pra-luka bakar, alergi, imunisasitetanus masalah medik serta bedah pada masa lalu, penyakit yang sekarang dan penggunaan obat harus dinilai. Pengkajian dari kepala hingga ujung kakidilakukan denga berfokus pada tanda-tanda dan gejala dari penyakit atau cederayang menyertai atau komplikasi yang timbul.Pengkajian terhadap luas luka bakar harus berkesinambungan dandifasilitasi dengan menggunakan diagram anatomik. Disamping itu, perawatharus bekerjasama dengan dokter untuk mengkaji dalamnya luka bakar sertamengidentifikasi daerah-daerah luka bakar derajat dua dan tiga.Pengkajian neurologik berfokus pada tingkat kesadaran pasien, statusfisiologik, tingkat nyeri serta kecemasan, dan perilaku pasien. Pemahaman pasiendan keluarganya terhadap cedera serta penanganannya juga perlu dinilai.Diagnosa Keperawatan :1. Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan keracunan karbon monoksida,inhalasi asap dan obstruksi saluran napas atas.
 
 
Intervensi :Berikan oksigen yang sudah dilembabkan.Kaji bunyi napas, frekuensi pernapasan, irama, dalam dan simetrisnya pernapasan. Pantau pasien untuk mendeteksi tanda-tanda hipoksia.Amati hal-hal berikut :a. Eritema atau pembentukan bula(lepuh) pada mukosa bibir dan pipi. b. Lubang hidung yang gosong.c. Luka bakar pada muka, leher atau dada.d. Bertambahnya keparauan suara.e. Adanya hangus dalam sputum atau jaringan trakhea dalam sekretrespirasi.Pantau hasil gas darah arteri, hasil pemeriksaan oksimetri denyut nadi dankadar karboksi-hemoglobin.Laporkan pernapasan yang berat, penurunan dalamnya pernapasan, atautanda-tanda hipoksia dengan segera kepada dokter.Bersiap untuk membantu dokter dalam intubasi dan eskarotomi.Pantau dengan ketat keadaan pasien yang menggunakan alat ventilator mekanis.RasionalOksigen yang dilembabkan akan memberikan kelembaban pada jaringan yangcedera; suplementasi oksigen meningkatkan oksigenasi alveoli.Hasil pengkajian ini memberikan data dasar untuk pengkajian selanjutnya dan bukti peningkatan penurunan pernapasan.Peningkatan pCO2 dan penurunan PO2 serta saturasi O2 dapat menunjukkan perlunya ventilasi mekanis.Intervensi yang segera diperlukan untuk mengatasi kesulitan pernapasan.Intubasi memungkinkan ventilasi mekanis. Eskarotomi memudahkan ekskursidada pada luka bakar yang meningkat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->