Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pen Gerti An

Pen Gerti An

Ratings: (0)|Views: 345|Likes:
Published by NilaAmbarSukmawati

More info:

Published by: NilaAmbarSukmawati on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2012

pdf

text

original

 
1
A.
 
PENGERTIAN
Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta,karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan katakebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sanskerta
budhayah
yaitu bentuk jamak daribudhi yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda diistilahkan dengan kata
culturur 
. Dalam bahasa Inggris
culture
. Sedangkan dalambahasa Latin dari kata
colera
. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan,dan mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam articulture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah danmengubah alam.Definisi budaya dalam pandangan ahli antropologi sangat berbeda denganpandangan ahli berbagai ilmu sosial lain. Ahli-ahli merumuskan definisi budayasebagai berikut:E.B. Taylor: 1871 berpendapat bahwa budaya adalah:
Suatu keseluruhan
kompleks
yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagaianggota masyarakat.
 Sedangkan Linton: 1940, mengartikan budaya dengan:
Keseluruhan dari pengetahuan,
sikap
dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dandiwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
 Adapun Kluckhohn dan Kelly: 1945 berpendapat bahwa budaya adalah:
Semuarancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit,rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensialuntuk perilaku manusia
 Lain halnya dengan Koentjaraningrat: 1979 yang mengartikan budaya dengan:
Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangkakehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
Disisi lain Herkovits berependapat bahwa budaya adalah
bagian darilingkungan hidup yang diciptakan manusia.
 
 
2
Berdasarkan definisi para ahli tersebut dapat dinyatakan bahwa unsur belajarmerupakan hal terpenting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan. Hanya sedikittindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tak perlu dibiasakandengan belajar. Kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupanmanusia baik material maupun non-material yang akan berkembang dari tahapan yangsederhana menuju tahapan yang lebih kompleks.Dari kerangka tersebut diatas tampak jelas benang merah yangmenghubungkan antara pendidikan dan kebudayaan. Dimana budaya lahir melaluiproses belajar yang merupakan kegiatan inti dalam dunia pendidikan.
B.
 
PERWUJUDAN KEBUDAYAAN
Seorang ahli sosiolog yang bernama Talcott Parson dan seorang ahliantropologi yaitu al Kroeber berpendapat bahwa
wujud kebudayaan berupa systemdari serangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola.
JJ. Hogman (1959)
dalam bukunya “The World of Man” membagi budaya
dalam tiga wujud yaitu:
ideas, activities, dan artifacts
.Koentjaningrat
dalam buku “Pengantar 
 
Antropologi”
mengemukakankebudayaan dibagi menjadi tiga wujud yaitu:1.
wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya.
Wujudpertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup;2.
 Aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat 
. Sistem sosial terdiri atasaktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaulsatu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentuberdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret.3.
Wujud fisik,
Sebagai benda-benda hasil karya manusia merupakan seluruh totalhasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.
 
3
Berdasarkan penggolongan wujud budaya di atas kita dapatmengelompokkan budaya menjadi dua, yaitu: Budaya yang bersifat abstrak danbudaya yang bersifat konkret.
 Budaya yang Bersifat Abstrak 
 Budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam alam pikiranmanusia, misalnya terwujud dalam ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,peraturan-peraturan, dan cita-cita. Jadi budaya yang bersifat abstrak adalahwujud ideal dari kebudayaan. Ideal artinya sesuatu yang menjadi cita-cita atauharapan bagi manusia sesuai dengan ukuran yang telah menjadi kesepakatan.
 Budaya yang Bersifat konkret 
 Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturandan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati,disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengansistem sosial dan fisik, yang terdiri atas:
 perilaku, bahasa
dan
materi.
 
a. Perilaku
 Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku dalam situasi tertentu.Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus mengikuti pola-polaperilaku (
 pattern of behavior 
) masyarakatnya.
b. Bahasa
 Bahasa adalah sebuah sistem simbol-simbol yang dibunyikan dengansuara (vokal) dan ditangkap dengan telinga (auditory). Ralp Lintonmengatakan salah satu sebab paling penting dalam memperlambangkanbudaya sampai mencapai ke tingkat seperti sekarang ini adalah pemakaianbahasa. Bahasa berfungsi sebagai alat berpikir dan berkomunikasi. Tanpakemampuan berpikir dan berkomunikasi budaya tidak akan ada.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->