Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
39Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pedoman Menghitung Upah Sundulan

Pedoman Menghitung Upah Sundulan

Ratings: (0)|Views: 4,086 |Likes:
Published by hanumarta2000

More info:

Published by: hanumarta2000 on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2014

pdf

text

original

 
 1
Forum Diskusi HRD :Diskusi-HRD@yahoogroups.com Gabung kirim e-mail :diskusi-hrd-subscribe@yahoogroups.com Nantikan Event bulanan kami : Temu Darat & Member to Member 
PEDOMAN MENGHITUNG UPAH SUNDULAN
Pendahuluan
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, maka pada awal tahun kita akan kembali terlibatdalam proses ritual tahunan yang sarat dengan isu dan makna, yaitu menghitung ulangupah karyawan atau lazimnya disebut ‘annual increase salary” walaupun (seharusnya)tidak selalu berkaitan dengan kenaikan upah.Yang agak berbeda pada tahun ini kita disodorkan aturan standar upah minimum propinsi(di makro sebagai upah minimum nasional) sebagai peraturan normatif. Tahun lalu UMPtelah menyedot budget yang cukup signifikan (naik 38,7%), sehingga kenaikan non UMPlebih kecil. Kondisi ini menyebabkan norma pengupahan berubah, karyawan (staf level)yang memiliki masa kerja 9 tahun sama upahnya dengan staf yang masa kerjanya 2tahun, sama dengan UMP!.Maka tahun ini kembali ke jaman normal (katanya sih penetapan UMP baru dipengaruhioleh bom bali, sehingga SPSI/pihak buruh ikut prihatin dan tidak lagi neko-neko mintanaiknya terlalu tinggi) di Jakarta UMP menjadi Rp 631.554,- (naik 6.81%).Konsekwensi kembali ke jaman normal ini tentu saja kita menginginkan juga fungsi pengupahan atau manajemen pengupahan kembali ke khitahnya sebagai alat remunerasiyang adil, meningkatkan motivasi, pembeda yang produktif dan non produktif dlsb.Salah satu usaha kearah itu adalah mengembalikan keadaan pengupahan karyawan(terutama staf) kita dengan tidak lagi diupah sama-rata (UMP).Ketentuan mengenai UMP tertuang dalam Permenaker no 01/men/1999, pada pasal 14ayat 2 :”
Upah minimum hanya berlaku bagi pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun.”
Nah lho, pasal ini berpotensi menjadi biang isu karyawan partisan(baca: sp) jika saja mereka mengerti !!.Lalu ketika kita menghitung penyesuaian UMP, bagaimana dengan staf yang sudahmencapai UMP (istilahnya disundul) ini berdampak sampai ke staf level yang lebihtinggi, bahkan ke upah manajer. Maka pada kesempatan ini saya menyampaikan suatumetode menghitung penyesuaian UMP dan sundulannya yang diperoleh dari pelatihandari Ir Djoko Sudibyo (makanya rumusnya menjadi hak paten ybs dengan nama RumusUpah Sundulan DS), Untuk lebih gampangnya saya lampirkan juga contoh perhitungandalam format excel.
Prinsip dasar
1.
 
Membedakan karyawan yang mendapatkan upah lembur UU Naker membatasi lembur karyawan dalam satu minggu maksimal 14 jam, jikaseorang karyawan lembur penuh dalam satu minggu, maka upahnya dalam satu bulanakan menjadi 1,62 kali upah pokoknya, maka pada kondisi ini atasannya yang tidak mendapat lembur harus 162% lebih tinggi upah pokoknya. Namun jika padaumumnya lembur yang terjadi hanya 50% (7 jam perminggu) maka perbedaan upahnya paling tidak 131%.
 
 2
Forum Diskusi HRD :Diskusi-HRD@yahoogroups.com Gabung kirim e-mail :diskusi-hrd-subscribe@yahoogroups.com Nantikan Event bulanan kami : Temu Darat & Member to Member 
2.
 
Menetapkan “increment” tahunan (Pasal 14 permen 01/men/1999)Sesuai ketentuan UMP diatas, maka setiap karyawan yang masa kerjanya lebih darisatu tahun harus mendapat upah diatas UMP, nilainya tidak ada patokan, bisa jadihanya Rp 10.000,-. Mempertimbangkan no 1 diatas, maka penghitungan dibagi duakelompok, yaitu yang berhak lembur dan tidak, dengan membedakan nilai“increment”-nya3.
 
Menetapkan kelompok karyawan yang akan dihitung dalam upah sundulan.Perlu ditetapkan sampai tingkat upah berapa atau level mana upah karyawan akandihitung dalam rumus ini (saya rekomendasikan seluruhnya dibawah level 4).Tiap-tiap level masuk pada braket tertentu yang masing-masing dihitung sendiri-sendiri dengan rumus DS ini.4.
 
Disesuaikan dengan budget kenaikanDalam menghitung penyesuaian upah dengan metoda ini bukan berarti ada budgettambahan, kenaikan tetap harus dihitung secara keseluruhan dikaitkan dengan budgetyang ditetapkan direksi, artinya hasil total perhitungan penyesuaian UMP (dansundulannya) ditambah kenaikan karena performance harus tidak melampauikenaikan yang sudah ditetapkan.5.
 
Staf dengan gaji yang lebih tinggi seharusnya menikmati kenaikan lebih rendah.Dalam menghitung upah sundulan, staf dengan upah diatas UMP baru selayaknyamendapat kenaikan penyesuaian yang besar presentasenya lebih kecil dari kenaikanUMP nya sendiri. Nilai kenaikan ini harus ditetapkan sebelumnya.6.
 
Kenaikan UMP dipisahkan dengan kenaikan performance. Nilai appraisal (performance) ditujukan pada hasil kerja tahun lalu, bukan atas hasilkerja akan datang, maka
 perhitungan kenaikan upah akibat appraisal harusdilakukan terlebih dahulu
, baru dihitung lagi dalam penyesuaian UMP ini.
Teknik penghitungan
Untuk menghitung rumus DS ini harus ditetapkan variabel-variabel sbb:1.
 
UL, batas bawah upah lama (pada satu braket)2.
 
TL, batas atas/tertinggi upah lama3.
 
GL, upah lama (setelah appraisal)4.
 
GB, upah baru (setelah UMP sundulan)5.
 
UB, batas bawah upah baru (UMP baru)6.
 
TB, batas atas/tertinggi upah baru7.
 
i, increment, membedakan karyawan yang sudah lebih dari tahun.8.
 
a = TL - UL9.
 
 b = TB – UB - i

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
Shanti Djumadi liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Kang Ahyar liked this
hanumarta2000 liked this
Jati Asih liked this
Risya Marhamila liked this
Ray Hatibie liked this
budiwardhono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->