Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Isi

Isi

Ratings: (0)|Views: 150 |Likes:
Published by Istiqomah Latif

More info:

Published by: Istiqomah Latif on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2013

pdf

text

original

 
1A.
 
JUDUL PROGRAMB. LATAR BELAKANGHati merupakan organ terbesar dan memiliki metabolisme yang palingkompleks di dalam tubuh (Lu, F.C,1994). Fungsi hati antara lain untuk menghasilkan dan mengekskresi empedu. Hati memiliki peranan penting dalammetabolisme protein lemak dan karbohidrat. Selain itu hati juga berperan dalamdetoksifikasi dan fungsi perlindungan. Detoksifikasi dilakukan dengan proses olehenzim
 – 
enzim di hati terhadap zat
 – 
zat beracun. Fungsi perlindungan dilakukanoleh sel Kupfer yang berada dalam dinding sinusoid (Price and Wilson, 2005).Penyakit hati di Indonesia umumnya masih tergolong tinggi. Penyakit hatimenempati urutan ketiga setelah penyakit infeksi dan paru (Malau,2012). Penyakithati yang paling sering ditemukan adalah hepatitis dan sirosis hati. Prevalensihepatitis di Indonesia mencapai 9,4% artinya diantara sepuluh orang hampir satuorang menderita hepatitis. Pada kasus sirosis hati, angka kejadian penyakit inipada tahun 2007 mencapai 1,7% (Alfiani,2008). Berdasarkan data WHO (2004)sirosis hati merupakan penyebab kematian ke delapan belas di dunia denganprevalensi 1,3%. Kasus penyakit hati selain hepatitis dan sirosis adalah kankerhati. Kanker hati merupakan penyakit tersering nomor lima di dunia. WHO tahun2000 melaporkan IR kanker hati di dunia yaitu 9 per 100.000 penduduk (Hadi,2002).Hepatotoksin didefinisikan sebagai senyawa kimia yang memiliki efek toksik pada sel hati. Dengan dosis berlebihan (dosis toksik) atau pemejanan dalam jangka waktu yang lama senyawa bersangkutan dapat menyebabkan kerusakanhati akut,sub akut,maupun kronis. Terdapat dua macam hepatotoksin, yaituhepatotoksin intrinsik dan idiosinkratik. Hepatotoksin intrinsik adalah golongansenyawa yang memiliki sifat dasar toksik bagi hati dan menyebabkan kerusakanhati bagi semua individu, misalnya kloroform, paracetamol, karbontetraklorida(CCl4). Hepatotoksin idiosinkratik adalah golongan senyawa yang bersifat toksinpada organ hati tetapi tidak semua individu dapat terpapar toksin ini. Hanya
 
2individu yang hipersensitif yang memiliki hepatotoksin idiosinkratik, misalnyaIsoniazid (INH), sulfonamid, dan halotan (Zimmerman, 1978). Dalam penelitianini yang akan dipakai sebagai model hepatotoksin adalah CCl
4
.CCl
4
memiliki mekanisme sebagai penginduksi kerusakan hati sehinggasering digunakan dalam pengujian aktivitas hepatoprotektor suatu zat (Panjaitan,
et.al.,
2007). CCl
4
telah diteliti dapat menyebabkan nekrosis dan fibrosis hati,serta penimbunan lemak di hati hewan uji.Salah satu tumbuhan yang hidup di Indonesia dan berpotensi untuk dimanfaatkan adalah sambiloto (
 Andrographis paniculata Nees
) dan meniran(
Phyllanthus niruri
L
.
). Di dalam sambiloto mengandung andrografolid
 
yangberfungsi sebagai hepatoprotektor (Raj,1975). Meniran memiliki bahan aktif alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, glikosida tetapi tidak ditemukan steroid.Filantin, hipofilantin, tanin dalam meniran berperan dalam meningkatkan sistemkekebalan tubuh dan sebagai hepatoprotektor
.
Menurut
 
Thyagarajan
et al.
(1988), meniran memiliki aktivitas inhibisi terhadap perkembangbiakan virushepatitis B, meningkatkan sistem imun, dan melindungi sel hati.Berdasarkan uraian di atas serta telah didukung oleh penelitian yang telahdilakukan sebelumnya, maka perlu dilakukan penelitian efektivitashepatoprotektif kombinasi serbuk meniran dan sambiloto dengan melihatparameter kadar SGOT-SGPT pada tikus jantan galur wistar.C. RUMUSAN MASALAHRumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.Apakah kombinasi serbuk sambiloto dengan dosis 10 mg/kgBB, 50mg/kgBB, dan 100mg/kgBB per hari dan meniran dengan dosis 16,2 mg/kgBB,32,4mg/kgBB, dan 48,6 mg/kgBB mempunyai efek hepatoprotektif dilihataktivitas SGOT-SGPT tikus jantan yang diinduksi CCl
4
?D. TUJUANTujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.
 
3Mengetahui perbandingan efek hepatoprotektif campuran daun sambilotodan meniran pada dosis sambiloto 10 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, dan 100mg/kgBBper hari dan meniran 16,2 mg/kgBB, 32,4mg/kgBB, dan 48,6 mg/kgBB dilihatdari aktivitas SGPT
 – 
SGOT tikus putih jantan yang diinduksi CCl
4
.E. LUARAN YANG DIHARAPKANLuaran yang diharapkan dari program ini adalah jurnal dan artikel sebagaiwacana bagi masyarakat umum dan landasan ilmiah bagi kalangan akademismengenai manfaat kombinasi meniran dan sambiloto sebagai heptoprotektor(pencegah kerusakan hati).F. KEGUNAAN1.
 
Bagi Mahasiswa Pelaksana ProgramPelaksanaan program ini akan membantu mahasiswa dalam mengasahkreativitas, penalaran ilmiah, kemampuan, dan keterampilan dalampenerapan ilmunya di bidang lingkungan. Dari program ini, diharapkanpeningkatan kepekaan dan kepedulian mahasiswa akan masalah
masalahyang ada di masyarakat terutama dalam kerusakan hati.2.
 
Bagi Mahasiswa pada UmumnyaPenelitian ini hendaknya mampu memacu semangat dan motivasimahasiswa untuk berkarya dalam melakukan penelitian yang kreatif daninovatif.3.
 
Bagi Masyarakat UmumPenelitian ini berguna untuk membuktikan secara ilmiah khasiat darimeniran dan sambiloto.Keberhasilan program ini dapat digunakan sebagailandasan ilmiah mengenai manfaat meniran dan sambiloto sebagaihepatoprotektor.G. TINJAUAN PUSTAKA
1.
 
Sambiloto

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->