Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERANG TELUK

PERANG TELUK

Ratings: (0)|Views: 753|Likes:
Published by kigunungmenyan

More info:

Published by: kigunungmenyan on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/22/2012

pdf

text

original

 
1
PERANG TELUK 
Keyakinan Berada di Balik Serangan AS ke Irak 
TANGGAL 20 Maret 2002 pada pukul 05.35 waktu Baghdad,hanya sekitar 95 menit batas akhir ultimatum 48 jam yangditetapkan oleh Amerika Serikat (AS) bagi Presiden Irak Saddam Hussein untuk mundur dari jabatannya, peluru kendalipenjelajah Tomahawk menghantam sasaran-sasaran tertentudi Kota Irak. Perang dilancarkan AS dan Inggris terhadapdimulai.SEBAGIAN besar negara di dunia tidak habis pikir mengapa ASmemaksa akan perang itu dilakukan, padahal sebagian besaranggota DK PBB (Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa) menentangnya. Bahkan, tiga dari lima negaraanggota tetap DK PBB bersikeras menentang kehendak ASuntuk berperang dengan Irak. Perancis, Rusia, dan Cinamenganggap memerangi Irak untuk melucuti persenjataanpemusnah massalnya adalah suatu tindakan yang berlebihan.Karena peluang untuk melucuti persenjataan Irak bisadilakukan lewat cara-cara damai. Satu-satunya anggota tetapDK PBB yang mendukung AS hanya Inggris.Bahkan, Jerman, yang selama ini dianggap sebagai sekutudekat AS pun menentang perang terhadap Irak, danbergabung bersama dengan Perancis, Rusia, Cina, danbeberapa anggota DK PBB menentang kehendak AS untuk memerangi Irak. Sama seperti Perancis, Rusia, dan Cina,Jerman pun menegaskan bahwa perang bukanlah jalan yangterbaik untuk melucuti persenjataan Irak.Semula memang Irak menunjukkan keengganannya untuk bekerja sama dengan Tim Pemeriksa Persenjataan PBB yangdikirim PBB untuk memeriksa apakah Irak masih memilikipersenjataan pemusnah massal. Setelah AS dan Inggrismengirimkan pasukan dalam jumlah besar ke kawasan Teluk,Irak menunjukkan kerja samanya dengan mengizinkan timPBB bekerja dengan leluasa.
 
2
Namun, kemajuan yang diperoleh Tim Pemeriksa Per-senjataan PBB dianggap AS tidak signifikan dan sudah sa-ngat terlambat. Memang tim PBB tidak menemukanpersenjataan pemusnah massal yang berhulu ledak kimia ataubiologi di Irak, tetapi AS menganggapnya itu karena Irak pandai menyembunyikannya. Dan, anggapan AS itu seakanmendapatkan pembenaran, ketika Tim Pemeriksa PersenjataanPBB menemukan bahwa Irak masih punya rudal Al Samoud IIyang daya jelajahnya melampaui batas yang ditetapkan olehPBB, yakni di atas 150 kilometer.Pada awalnya AS masih berharap bahwa kehendaknya untuk menyerang Irak menda- patkan persetujuan dari ang- gota DK PBB. Sebab itu, AS berupaya menyusun resolusi kedua DK PBByang isinya membuka peluang untuk mela- kukan perangterhadap Irak jika negara itu tidak mau bekerja sama secarapenuh dengan Tim Pemeriksa Persenjataan PBB.Untuk itu, perlu diberikan batas waktu kepada Irak untuk memenuhi tuntutan perlucutan persenjataannya. Dan jika Irak melanggar batas waktu yang diberikan kepadanya makaperang terhadap Irak dapat dilakukan.Sayangnya, sebagian besar anggota DK PBB tidak memperlihatkan dukungan bagi resolusi kedua yang diupaya-kan AS. Mereka mengganggap Resolusi 1441 DK PBB yangberisi ancaman bahwa Irak akan menghadapi implikasi serius jika tidak mau bekerja sama dengan tim PBB, sudah cukup.Untuk bisa meloloskan resolusi tersebut, AS memerlukandukungan sembilan dari 15 anggota DK PBB, karena itusibuklah AS melakukan lobi. Namun, upaya AS itu tampaknyasulit dicapai, karena Perancis dan Rusia yang merupakananggota tetap mengancam akan menggunakan hak vetonya.Dengan menggunakan hak veto itu, Perancis atau Rusia bisamembatalkan dikeluarkannya resolusi kedua yang diupayakan AS, walaupun sembilan anggota DK PBB mendukung resolusitersebut.
 
3
Melihat tidak ada jalan lain, AS kemudian mengatakan akanlangsung melakukan perang terhadap Irak tanpa resolusikedua. Karena kata-kata akan menghadapi implikasi seriusyang terdapat dalam Resolusi 1441 bisa diartikan akanmenghadapi perang.Dalam pidato televisinya, Presiden Bush mengatakan, "Jika itumenyangkut keamanan kami, kami tidak perlu meminta izinkepada siapa pun." Bush mengatakan, "Saya percaya bahwaSaddam Hussein adalah ancaman bagi rakyat AS. Saya jugapercaya ia merupakan ancaman bagi rakyat-rakyattetangganya."Bukan itu saja, AS dan Inggris pun kemudian memboikotpertemuan DK PBB dengan mengatakan bahwa mereka akanmenyerang Irak tanpa dukungan PBB.Dan, setelah AS mengadakan pertemuan puncak denganInggris dan Spanyol di Portugal, maka diputuskan untuk mengeluarkan ultimatum kepada Presiden Saddam Husseinuntuk mundur dari jabatannya dan meninggalkan Irak dalamwaktu 48 jam, atau menghadapi risiko perang.Sebagai alasan dari dikeluarkannya ultimatum itu adalahSaddam Hussein adalah seorang tiran yang ekspansif, yang jika dimungkinkan akan menyerang negara tetangganya. Sertatega membunuh rakyatnya sendiri dengan menembakkansenjata kimia.Belum lagi-untuk menarik simpati rakyatnya, Pemerintah ASmenyebutkan, Irak memiliki persenjataan pemusnah massal,seperti persenjataan kimia dan biologi, yang jika jatuh ketangan teroris bisa membahayakan nasib AS dan juga negara-negara lain. Dan, dengan menyebutkan kembali kengerianyang diakibatkan oleh teror 11 September 2001 yang dialami AS, Pemerintah AS berharap mendapatkan dukungan penuhdari rakyatnya.SEPERTI yang telah disinggung di awal tulisan, sebagian besarwarga dunia tidak habis pikir mengapa AS memaksakanperang itu. Berbagai teori pun dikeluarkan untuk 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->