Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Simbolisasi Hiperrealitas Pada Tayangan Reality Show Trans TV

Simbolisasi Hiperrealitas Pada Tayangan Reality Show Trans TV

Ratings: (0)|Views: 198 |Likes:

More info:

Published by: marcelina_rachmawati on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
Simbolisasi Hiperrealitas pada Tayangan Reality ShowTrans TV
Disusun Oleh :
1.
Ade Kurnia P.( 08330041 )
2.
Agatha Christie( 08330044 )
3.
Marcelina R.( 08330055 )4.Geovani Jonggi Wijaya( 08331003 )Program Studi Ilmu KomunikasiFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Merdeka Malang
 
2011BAB IPENDAHULUAN
1.1
Fakta dan RealitaBerbicara tentang realitas memang terus menjadi perdebatan dari waktuke waktu. Apakah realitas yang kita sebut adalah segala sesuatu yangditangkap indra semata. Hingga sesuatu yang tak mampu ditangkap adalahnonreal. Lalu bagaimana dengan realitas yang hadir dalam televisi. Realitayang ditampilkan televisi adalah realita media. Realita yang telahmengalami hasil seleksi, yang disebut realita tangan kedua (second handreality).Inilah yang harusnya dipahami lebih lanjut bahwa terdapat perbedaansignifikan antara realita media dan realita dunia. Jika tak dapat memisahkandengan jelas kedua realita ini maka akan semakin kaburlah perbedaandiantara keduanya. Akan tumpang tindih antara realita dan citra. Pada perkembangan berikutnya, citra ini bisa menjadi lebih nyata dari realita itusendiri. Kondisi inilah yang disebut hiperealitas media. Keadaan dimanakesemuan dianggap lebih nyata daripada kenyataan; kepalsuan dianggaplebih benar daripada kebenaran; isu lebih dipercaya ketimbang informasi;rumor dianggap lebih benar ketimbang kebenaran.Berkaitan dengan kehadiran realitas media ini, menurut Baudrillard, adaempat fase dalam pertimbangan citra atau image, yaitu: Pertama, citraadalah cerminan atau refleksi dari realitas. Kedua, citra membelokkanrealitas. Ketiga, citra menutupi realitas dan yang Keempat, citra sama sekalitidak berkaitan dengan realitas; citra merupakan simulakra murni. Sinetron,iklan, reality show, hingga pemberitaan televisi adalah fenomenahiperealitas yang hadir di televisi kita.
 
1.1.1Tayangan Reality Show Realigi
Fakta
-
Kehidupan manusia tidak terlepas dari mitos dan hal – hal yang berhubungan dengan mistis
-
Simbolisasi pada tayangan tersebut digambarkan dengan :a.Mitos ( kepercayaan masyarakat yang ada sejak dulu )
b.
Mistis ( kepercayaan masyarakat terhadap hal – hal ghaib )
-
Jargon yang ditawarkan adalah mencoba untuk mengulik empatimasyarakat dengan menyentuh sisi – sisi spiritual individu
Contoh tayangan :a.Mitos :
-
Anak yang durhaka pada orangtua gara – gara pergaulan bebas
-
Penyimpangan seksual b.Mistis :
-
Mendapatkan kekayaan melalui pesugihan
-
Menggunakan susuk untuk meningkatkan aura kecantikan1.1.2Tayangan Reality Show Termehek – Mehek 
Fakta
-
Komunikasi antar personal kuat dimunculkan
-
Penyampaian permasalahan pribadi terlalu gamblang untudikonsumsi publik 
-
Konflik yang dimunculkan terlalu didramatisir 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->