Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Irak Pasca Invasi

Irak Pasca Invasi

Ratings: (0)|Views: 113 |Likes:
Published by kigunungmenyan

More info:

Published by: kigunungmenyan on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

 
1
Irak Pasca-invasi AS 
Di Ujung Ketidakpastian 
 AKANKAH rakyat Negeri 1.001 Malam itu hidup tenteram,aman, sejahtera pascainvasi AS ini? Jawabannya tidak mudahmengingat posisi rezim Partai Baath yang selama ini berkuasamasih belum jelas. Nasib Presiden Saddam Hussein bersamapasukan setianya, 60.000-100.000 personel PengawalRepublik, dan 15.000-25.000 personel pasukan khususPengawal Republik, masih misterius.Bagaimana pula posisi 20.000-
25.000 perisai hidup Fedi’in,
15.000-25.000 polisi rahasia dan intelijen, serta pasukansukarela Al-Quds yang jumlahnya belum diketahui. Kelompok-kelompok ini tentunya tidak akan rela apabila tiba-tiba munculpemerintahan baru yang kini tengah dirancang AS. Sebab, dariawal, mereka ditempa jadi pasukan berkemampuan lebihdengan loyalitas yang tinggi sehingga tidak mudahmembangkang.Lalu, bagaimana posisi rakyat, terutama golongan bawah,yang selama ini mengagumi Saddam? Ingat, figur Saddammemang totaliter, tetapi dia sangat memperhatikan nasibrakyat kecil dan tidak korup."Demokrasi memang dia buang, tapi untuk rakyat kecil, diapeduli betul, misalnya dengan sekolah gratis dan rumah sakitgratis untuk kelas miskin," ujar Ketua The Indonesian Societyfor Middle East Studies (ISMES) Riza Sihbudi. Ini sepertiPresiden Hafez al-Assad di Suriah. Dia disebut totaliter dandiktator, tetapi ketika dia meninggal, jutaan rakyat melayatdan menangisinya.Mungkin saja AS menggandeng kelas menengah yang selamaini membenci Saddam. Akan tetapi, kelas menengah akanmenuntut demokrasi, sesuatu yang mustahil diberikan AS. Inimerupakan kerumitan sendiri di dalam pemerintahan bonekapascainvasi yang kini tengah digodok di Pentagon maupun dikubu Colin Powell, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS. Selain
 
2
itu, ulama Irak pendukung Saddam, atau setidaknya terpaksamendukung, akan ikut mewarnai perjalanan sejarah Irak.Pemimpin agama masih punya posisi yang tinggi dalamkehidupan sosial, bahkan di dalam rezim Saddam Hussein.Sebagaimana diketahui, ada dua kelompok besar Islam disana, Sunni dan Syiah. "Pascainvasi diyakini ulama tetap akanpenting, berpengaruh, terutama secara keagamaan. Sebab,rakyat Irak, baik dari kalangan Sunni maupun Syiah, adalahrakyat yang taat kepada pemimpin agamanya," ungkapSekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DinSyamsuddin.Meskipun ada juga ulama yang terkesan beroposisi terhadapSaddam, mereka juga setuju dengan Saddam yang anti-Israel.Sebagaimana tampak pada minggu-minggu pertama perang,mereka sudah bersuara di masjid-masjid, yang isinya memintarakyat Irak melawan invasi AS. Ini bukti dukungan kepadaSaddam, termasuk Syiah yang menguasai Irak Selatan.Bahwa kemudian di dalam satu bagian umat Islam di sana adayang anti-Saddam, itu sangat mungkin, bahkan mungkinpernah jadi korban pemerintahan Saddam. Mungkin jugamereka tidak kecewa secara politik, tetapi mereka adalahmasyarakat yang marjinal secara ekonomi. Ketika lebih darisatu dasawarsa Irak di bawah embargo ekonomi, hidupmereka amat kesulitan. Sangat mungkin mereka ini bencikepada Saddam yang mereka anggap sebagai biang kerok darikemiskinan mereka."Saya membayangkan suatu konflik horizontal yang adadimensi vertikal. Artinya, horizontal sekaligus vertikalpascakejatuhan Baghdad ini. Apalagi tiadanya penegakanhukum dan ada pembiaran dari pasukan pendudukan. Antarapro dan anti-Saddam lalu berimpitan dengan kelompok-kelompok politik dari tokoh-tokoh yang ingin tampil. Ini bisamenggiring Irak ke ambang perang saudara," ujar Din.Maka, pada tingkat ini terjadilah kekacauan di Timur Tengah.Kondisi Irak yang dilumpuhkan juga akan membuka peluang
 
3
bagi Israel untuk lebih mencengkeramkan dominasinya didunia Arab. Sebab, Irak adalah satu dari sedikit negara diTimur Tengah yang keras terhadap Israel, malah skala Irak lebih banyak dan lebih besar daripada Libya dan Suriah karenaIrak punya tentara Mujahidin.Maka, dengan dilumpuhkannya Irak, juga bisa dipahamisebagai bagian dari pemenangan Israel. Kejatuhan Baghdadini juga mencerminkan berjalannya skenario dominasi Israel diTimur Tengah.SECARA arogan, AS pascainvasi Irak berencana membentuk pemerintahan transisi yang sebenarnya adalah pemerintahanboneka. Salah satu calon kuat yang akan diajukan adalahJenderal Nizar al-Khazraji, mantan Kepala Angkatan DaratIrak. Itu yang akan dijadikan Hamid Karzai (Presiden Afganistan) di Irak.Di atas itu ada seorang pensiunan militer AS yang akanmenjadi gubernur jenderal. Menurut Reuters, Office of Humanitarian and Reconstruction (OHR) Pentagon, dikepalaioleh pensiunan Jenderal Jay Garner, akan beroperasi di UmmQasr.Sebelumnya, media terkemuka Inggris, The Guardian, pekanlalu melaporkan, setiap Kamis pagi, lingkaran dalampemerintahan Presiden George W Bush memang rapat diRuang Oval, Gedung Putih. Penasihat Keamanan NasionalCondoleezza Rice, Menteri Luar Negeri AS Colin Powell,Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld, dan beberapapejabat senior Badan Intelijen Pusat AS (CIA) membahasperkembangan di Irak. "Setelah Saddam disingkirkan, apayang akan kita lakukan dengan Irak?" Akhirnya, rencana tiga langkah mengerucut di antara mereka.Pertama, Irak akan diatur oleh militer AS. Tahap kedua, masatransisi dengan gubernur militer AS akan berkuasaberdampingan dengan pemimpin sipil yang disepakatiinternasional. Tahap ketiga, pemerintahan akan diserahkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->