Pekerjaan ATC
Jika bandar udara yang diatur cukup besar seperti bandar udara Soekarno-Hatta, Cengkareng,maka ATC di tower sendiri dibagi menjadi 2 bagian, yaitu ground control dan control tower.Ground control akan mengatur arah pergerakan pesawat selama di darat, sedangkan controltower akan mengatur pergerakan pesawat ke dan dari bandar udara itu sendiri.Jika bandar udara tersebut cukup sibuk, maka bisa ditambahkan lagi bagian lain yang disebutclearance delivery, apron/ramp control. Clearance delivery akan memberikan ijin/ clearancedan setelah mendapatkan ijin yang berisi rute yang harus ditempuh, maka penerbang akanmenghubungi ramp control untuk mendapatkan ijin menyalakan mesin pesawat danmendorong mundur pesawat jika diperlukan. Untuk bergerak ke landasan yang dipakai, makapenerbang akan meminta ijin pada Ground control.Ijin untuk masuk ke landasan dan tinggal landas, ataupun mendarat, hanya bisa didapatkandari Control Tower.Kenapa mereka di tempatkan di tempat yang tinggi/tower, itu karena mereka mengontrolpergerakan pesawat secara visual.Setelah keluar dari area bandar udara, maka tanggung jawab pengaturan akan diberikan padaAPP (Approach Control) dan juga ACC (Area Control Center).Di bandar udara tertentu dipasang radar dan ATC dapat melihat pergerakan pesawat bahkan juga selama bergerak di darat. Untuk bisa mendapatkan fasilitas ini, pesawat yangbersangkutan harus memiliki alat yang disebut transponder. Transponder ini akan bereaksiterhadap sinyal radar ATC dan memberikan posisi dan ketinggiannya pada radar ATC.Bandar udara seperti Cengkareng atau Makassar (Ujung Pandang) adalah contoh adanyaTOWER (TWR), Approach control office (APP) serta Area control center (ACC). Biasanyatower di beri authority dari ground sampai ketinggian 2500 feet, APP sampai 15 ribu feetserta selebihnya adalah daerah tanggung jawab ACC.Bila lalulintasnya padat maka dibuatlah sektor untuk mengurangi beban seorang controller,misalnya Jakarta west sector dan Jakarta east sector. Atau juga bisa lower/upper control,misalnya Jakarta lower control. Dalam kondisi yang padat ini, ATC akan bekerja secarabergantian dalam waktu 2-3 jam saja, untuk mengurangi kelelahan yang dapat berakibat fatalpada pesawat yang diaturnya.
Keadaan darurat
Normalnya seorang penerbang harus patuh pada perintah ATC, kecuali jika terjadi keadaanyang tidak normal dan mengharuskan penerbang untuk bergerak ke arah yang lain dalam