Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
4Activity
P. 1
Pembangunan Desa Sadar Hukum

Pembangunan Desa Sadar Hukum

Ratings: (0)|Views: 450 |Likes:
Published by Cak Roel

More info:

Published by: Cak Roel on Jun 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
1
B A B IPENDAHULUANA. Latar Belakang
Pembangunan merupakan sebuah konsep yang multidimensional,yang mengaju pada serangkaian karateristik dan segenap aspek kehidupanbaik aspek hukum, aspek politik, aspek ekonomi maupun aspek sosial.Pembangunan adalah proses multidimensi yang mencakup perubahan-perubahan penting dalam struktur sosial, sikap rakyat dan lembaga-lembaganasional (menurut Todaro dalam Bryant and White (1987:3-4), dalam tesisPerencanaan Pembangunan Parsitipatif program Desa Mandiri di KabupatenGorontalo Victor F. Nanlessy (2006:1).Salah satu kegiatan yang penting dalam usaha pembangunan adalahperencanaan. Menurut Kunarjo (2002:14) perencanaan adalah merupakanpenyiapan seperangkat keputusan untuk dilaksanakan pada waktu yang akandatang dan diarahkan pada tujuan tertentu. Definisi ini menunjukan bahwaperencanaan mempunyai unsur-unsur sebagai berikut : (1) berhubungandengan masa depan, (2) menyusun seperangkat program kegiatan secarasistematis, dan (3) dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Nanlessy(2006:1).
 
2
Perencanaan diperlukan karena kebutuhan pembangunan, melaluiperencanaan dapat dirumuskan kegiatan pembangunan secara efisien danefektif, dan dapat memberikan hasil yang optimal dalam memanfaatkansumberdaya yang tersedia dan mengembangkan potensi yang ada.Menurut Conyers dan Hills 1994 dalam bukunya Haryanto danSahmuddin (2008:57)
, mendefinisikan perencanaan sebagai “suatu prosesyang berkesinambungan”, yang mencakup “keputusan
-keputusan ataupilihan-pilihan atas berbagai alternatif penggunaan sumberdaya untukmencapai tujuan-tujuan tertentu pada masa akan datang. Jadi definisitersebut mengedepankan 4 unsur dasar perencanaan, yaitu : (1) pemilihan,
“merencanakan berarti memilih”, (2) sumberdaya, perencanaan merupakan
alat pengalokasian sumberdaya, (3) tujuan, perencanaan merupakan alatuntuk mencapai tujuan, dan (4) waktu, perencanaan mengacu ke masadepan.Dengan demikian perencanaan selain merupakan kebutuhanpembangunan tapi perencanaan merupakan suatu konsep yang harusdilakukan/dilaksanakan secara terus-menerus dan sistematis untukmempersiapkan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapaitujuan tertentu secara efesien dan efektif.Menurut Raharjo Adisasmita (2011:2), mengatakan bahwa ManajemenPemerintah yang efektif dan efisien dimaksudkan sebagai manajemen yangmampu menyelesaikan tugas pekerjaan kepemerintahan secara cepat
 
3
(dalam kurun waktu singkat), ringkas, dan tidak berbelit-belit, berkinerja(berprestasi) tinggi, tidak mengalami pemborosan atau pemborosan waktumaupun dana dan daya, serta menghasilkan pelayanan yang berkualitas. Haltersebut dapat dikatakan sebagai berdayaguna dan berhasil guna.Manajemen perencanaan yang efektif diartikan mampu mencapai hasilsesuai sasaran yang telah ditetapkan, yang diukur dengan caramambandingkan antara realisasi yang dicapai dengan target yangdirencanakan. Sedangkan manajemen perencanaan yang efisien berartisegala kegiatan yang menggunakan berbagai input yang menghasilkanoutput dengan biaya yang minim atau tidak terjadi pemborosan.Sehingga dari uraian diatas dapat dikatakan bahwa manajemenperencanaan harus berbasis kinerja serta berbasis transparansi danakuntabilitas dimana semua tindakan dan kegiatan yang dilakukan harusterbuka dan diketahui oleh semua masyarakat secara umum dimanamasyarakat mempunyai hak menanyakan mengenai hal-hal yang dianggaptidak jelas ataupun mengkritisi hal-hal yang dianggap tidak benar.Selama ini perencanaan pembangunan yang digunakan bertumpupada paradigma klasik (
trickle down efek 
) atau efek tetesan kebawah yangmerupakan mekanisme pembangunan yang instruktif dan bersifat
top down 
.Masyarakat sekedar sebagai objek dan suplemen pembangunan (Adisasmita2005:23). Dengan demikian program pembangunan menjadi tidak aspiratif

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tio Rizky liked this
Romis Usman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->